<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515</id><updated>2011-12-05T01:35:19.472-08:00</updated><title type='text'>Pelayaran Seorang Hamba.....</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>76</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-3527224969954921850</id><published>2011-12-05T01:33:00.000-08:00</published><updated>2011-12-05T01:35:19.489-08:00</updated><title type='text'>Saat-Saat Terindah Dalam Hidup Manusia..</title><content type='html'>Berdasarkan renungan tentang keindahan dan kebahagiaan hidup, maka jelaslah bahwa keindahan dan kebahagiaan yang sejati dalam hidup manusia adalah dengan mengamalkan amalan soleh yang dicintai oleh Allah dan mengutamakannya di atas segala sesuatu yang ada di dunia ini.&lt;br /&gt;Inilah keindahan dan kebahagiaan sejati yang difirmankan oleh Allah dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;“Katakanlah: “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka (orang-orang yang berilmu) bergembira (berbangga), kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa (kesenangan dunia) yang dikumpulkan (oleh manusia)” (QS Yunus:58).&lt;br /&gt;Dalam ayat ini Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman agar mereka merasa bangga (gembira dan bahagia) dengan anugerah yang Allah berikan kepada mereka, dan Dia menyatakan bahwa anugerah dari-Nya itu lebih indah dan mulia dari semua kesenangan dunia yang berlumba-lumba dikejar oleh kebanyakan manusia. ”Karunia Allah” dalam ayat ini ditafsirkan oleh para ulama ahli tafsir dengan “keimanan”, sedangkan “Rahmat Allah” ditafsirkan dengan “Al Qur-an”, yang keduanya (keimanan dan Al Qur-an) adalah ilmu yang bermanfaat dan amalan soleh, sekaligus keduanya merupakan petunjuk dan agama yang benar (yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam).&lt;br /&gt;Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa’di berkata: “Kenikmatan (yang berupa) agama (iman) yang bergandingan dengan kebahagiaan dunia dan akhirat (jelas) tidak dapat dibandingkan dengan semua kenikmatan duniawi yang hanya sementara dan akan hilang”.&lt;br /&gt;Inilah kebahagiaan hakiki bagi hati dan jiwa manusia, yang digambarkan oleh Ibnul Qayyim Rahimahullah dalam ucapan beliau: “Semua perintah Allah (dalam agama Islam), hak-Nya (ibadah) yang Dia wajibkan kepada hamba-hamba-Nya, serta semua hukum yang disyariatkan-Nya (pada hakikatnya) merupakan qurratul ‘uyuun (penyejuk pandangan mata), serta kesenangan dan kenikmatan bagi hati (manusia), yang dengan (semua) itulah hati akan diubati, (merasakan) kebahagiaan, kesenangan dan kesempurnaan di dunia dan akhirat. Bahkan hati (manusia) tidak akan merasakan kebahagiaan, kesenangan dan kenikmatan yang hakiki kecuali dengan semua itu. Sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt; “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. Katakanlah: “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa (kesenangan duniawi) yang dikumpulkan (oleh manusia)” (QS.Yuunus:57-58)”.&lt;br /&gt;Maka berdasarkan semua ini, berarti saat yang paling indah dalam hidup seorang manusia adalah ketika Allah melimpahkan taufik-Nya kepadanya untuk mengikuti jalan Islam dan memberi petunjuk kepadanya untuk memahami dan mengamalkan petunjuk-Nya untuk mencapai keridhaan-Nya.&lt;br /&gt;Inilah pernyataan yang disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada shahabat yang mulia, Ka’ab bin Malik, ketika Allah menurunkan ayat al-Qur’an[Surah At Taubah: 118] tentang diterima-Nya taubat shahabat ini dan dua orang shahabat lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya dengan wajah yang berseri-seri kerana gembira: “Berbahagialah dengan hari terindah yang pernah kamu lalui sejak kamu dilahirkan ibumu”[HR Riwayat Bukhari &amp; Muslim].&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menamakan hari diterimanya taubat seorang hamba oleh Allah sebagai hari/saat yang terindah dalam hidupnya kerana taubat itulah yang menyempurnakan keislaman seorang hamba, maka ketika dia masuk Islam itulah awal kebahagiaannya dan ketika Allah menerima taubatnya itulah penyempurnaan dan puncak kebahagiaannya, sehingga hari itu adalah saat terindah dalam hidupnya[Fathul Bari].&lt;br /&gt;Imam Ibnul Qayyim berkata: “Dalam hadits ini terdapat petunjuk bahwa hari yang paling indah dan utama bagi seorang hamba secara mutlak adalah ketika dia bertaubat kepada Allah dan Allah menerima taubatnya.…Kalau ada yang bertanya: Bagaimana (mungkin) hari ini (dikatakan) lebih baik daripada hari (ketika) dia masuk Islam? Jawabannya: hari ini adalah penyempurnaan dan pelengkap hari (ketika) dia masuk Islam, maka hari (ketika) dia masuk Islam adalah awal kebahagiaanya, sedangkan hari taubatnya adalah penyempurnaan dan pelengkap kebahagiaannya, wallahu musta’aan[Za’dul Ma’ad].&lt;br /&gt;Senada dengan hadits di atas, ucapan sahabat yang mulia, Anas bin Malik yang menggambarkan kegembiraan para shahabat ketika mendengar sebuah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Anas bin Malik berkata: “Maka kami (para shahabat ) tidak pernah merasakan suatu kegembiraan setelah (kegembiraan dengan) Islam melebihi kegembiraan kami tatkala mendengar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Engkau (akan dikumpulkan di syurga) bersama orang yang kamu cintai”. Maka aku mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu bakar  dan Umar Radhiyallahu anhum, dan aku berharap akan bersama mereka (di syurga nanti) dengan kecintaanku kepada mereka meskipun aku belum mampu melakukan seperti amal perbuatan mereka”[HR Bukhari &amp;Muslim].&lt;br /&gt;Hadits yang agung ini menunjukkan bahwa saat-saat yang terindah bagi orang-orang yang sempurna imannya seperti para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah ketika mereka mendapat hidayah untuk menempuh jalan Islam dan ketika mereka memahami serta mengamalkan petunjuk Allah untuk mencapai ridha-Nya dan masuk ke dalam syurga-Nya.&lt;br /&gt;Wallahu a’lam…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-wqAyr_ZZRKs/TtyQQAyoQRI/AAAAAAAAAc4/9021mfDZU2k/s1600/shalat.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 258px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-wqAyr_ZZRKs/TtyQQAyoQRI/AAAAAAAAAc4/9021mfDZU2k/s400/shalat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682575434599383314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-3527224969954921850?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/3527224969954921850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/12/saat-saat-terindah-dalam-hidup-manusia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/3527224969954921850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/3527224969954921850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/12/saat-saat-terindah-dalam-hidup-manusia.html' title='Saat-Saat Terindah Dalam Hidup Manusia..'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-wqAyr_ZZRKs/TtyQQAyoQRI/AAAAAAAAAc4/9021mfDZU2k/s72-c/shalat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-6446292719915805178</id><published>2011-11-20T20:13:00.000-08:00</published><updated>2011-11-20T20:16:23.823-08:00</updated><title type='text'>Makanan Yang Haram</title><content type='html'>Era globalisasi banyak berpengaruh pada kehidupan seorang muslim, sedar atau tidak sedar mereka terseret ke dalam arusnya. Sehingga dijumpai banyak orang menyatakan: “Yang haram saja susah apalagi yang halal.” Satu ungkapan yang menggambarkan rendahnya keimanan dan keyakinan mereka terhadap rahmat dan rezeki Allah. Padahal Allah dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menegaskan dengan sangat jelas sekali bahwa Allah akan mencukupkan rezeki mereka dan tidak membebankan hal itu kepada bahu mereka. Sebagaimana dijelaskan dalam firmanNya:&lt;br /&gt; “Dan berapa banyak binatang yang tidak dapat membawa / mengurus rezekinya sendiri.Allahlah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Ankabut: 60)&lt;br /&gt;dan firman-Nya:&lt;br /&gt; “Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya memberi Aku makan.” (QS. Adz Dzariyat:57)&lt;br /&gt;Dalam dua ayat di atas jelaslah Allah sebagai pemberi rezeki kepada semua makhluknya, lalu Ia mengutus Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menghalalkan yang baik-baik dan mengharamkan yang buruk bagi manusia, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya:&lt;br /&gt; “(Iaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang namanya mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al a’raf:157)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Makanlah yang halal dan baik saja&lt;br /&gt;Setelah mengetahui yang dihalalkan Allah adalah semua yang baik dan sebaliknya yang diharamkan semuanya pasti buruk, apalagi yang menjadi halangan menghindari yang haram dan hanya mengambil yang halal saja?&lt;br /&gt;Tinggal kita laksanakan saja perintah Allah untuk memakan yang halal dan baik dan tidak mengikuti jejak dan ajakan syaitan yang mengajak kepada keburukan dan kesengsaraan. Allah berfirman:&lt;br /&gt;“Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan, kerana sesungguhnya syaithan adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah:168)&lt;br /&gt;Kerana hal ini merupakan wujud syukur kita kepada Allah yang telah memberikan rezeki-Nya yang luas dan banyak. Sebagaimana dijelaskan Allah dalam firman-Nya:&lt;br /&gt; “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada Allah kamu menyembah.” (QS. Al Baqarah:172)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apabila kita bersyukur, Allah akan menambah anugerah-Nya. Jangan sekali-kali kita ingkar terhadap nikmat Allah dan melampaui batas, sebab jika kita ingkar terhadap nikmat Allah maka kebinasaan ada di hadapan kita.&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt; “Makanlah di antara rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaanKu menimpamu. Dan barangsiapa ditimpa oleh kemurkaanKu, maka sesungguhnya binasalah ia.” (QS. Thaaha:81)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pentingnya makan yang halal dan bahaya makan yang haram&lt;br /&gt;Permasalahan halal dan haram sangat penting sekali bagi seorang muslim, dan ini ditunjukkan langsung dengan hubungkaitnya Allah antara makanan yang baik dengan amal shalih dan ibadah. Di dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Muslim dan yang lainnya, dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik, dan bahwa Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin dengan apa yang diperintahkannya kepada para rasul dalam firman-Nya: ‘Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shaleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’” (Qs. al-Mu’minun: 51). [HR Muslim]&lt;br /&gt;Dan Allah berfirman:“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu.” (Qs. al-Baqarah: 172).&lt;br /&gt;Kemudian beliau menyebutkan seorang laki-laki yang kusut masai seperti debu menghulurkan kedua tangannya ke langit sambil berdo’a: ‘Ya Rabb, Ya Rabb,’ sedang makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, ia kenyang dengan makanan yang haram, maka bagaimana mungkin orang tersebut dikabulkan permohonannya?!”[HR Muslim]&lt;br /&gt;Dalam hadits di atas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa makanan yang dimakan seseorang mempengaruhi diterima dan tidaknya amal shalih seseorang. Hal ini tentunya cukup membuat kita memberikan perhatiaan yang serius dan berhati-hati dalam permasalahan ini.&lt;br /&gt;Ibnu Rajab rahimahullah berkata: “Hadits ini menunjukkan bahwa amal tidak diterima dan tidak suci kecuali dengan memakan makanan yang halal. Sedangkan memakan makanan yang haram dapat merosak amal perbuatan dan membuatnya tidak diterima”&lt;br /&gt;Hal ini sangat berbahaya sekali, perhatikan lagi sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain:&lt;br /&gt;“Siapa saja hamba yang dagingnya tumbuh dari (makanan) haram maka Neraka lebih pantas baginya.” [HR Tirmidzi]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mudah-mudahan hal ini membuat kita lebih berhati-hati. Wallahu Al Muwaffiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-dl9eNqi3f4s/TsnQfgLbIYI/AAAAAAAAAcs/0I_7M88N_Ec/s1600/makanan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-dl9eNqi3f4s/TsnQfgLbIYI/AAAAAAAAAcs/0I_7M88N_Ec/s400/makanan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677298044909592962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-6446292719915805178?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/6446292719915805178/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/11/makanan-yang-haram.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/6446292719915805178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/6446292719915805178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/11/makanan-yang-haram.html' title='Makanan Yang Haram'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-dl9eNqi3f4s/TsnQfgLbIYI/AAAAAAAAAcs/0I_7M88N_Ec/s72-c/makanan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-4585235566974565350</id><published>2011-11-18T05:44:00.000-08:00</published><updated>2011-11-18T05:46:05.736-08:00</updated><title type='text'>Sifat Tawakkal..</title><content type='html'>Salah satu cara ampuh untuk mengubati penyakit kejiwaan bahkan juga penyakit-penyakit fizikal, adalah dengan menghadirkan:&lt;br /&gt;“Hati yang teguh dan tidak terpengaruhi oleh ilusi dan khayalan fikiran-fikiran negatif.”&lt;br /&gt;Sebab, bila seseorang suka menerima khayalan-khayalan, hatinya memberikan reaksi terhadap berbagai pengaruh dari luar, seperti perasaan takut akan penyakit dan sebagainya, atau perasaan marah dan merasa terganggu sekali kerana hal-hal yang menyakitkan atau kerana memikirkan musibah yang akan menimpa atau kenikmatan yang akan hilang.&lt;br /&gt;Semua itu akan menenggelamkannya dalam kesedihan, penyakit rohani mahupun jasmani dan menghancurkan jiwanya. Kesan buruk dan bahayanya sememangnya diketahui ramai.&lt;br /&gt;Jika hati bersandar kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, bertawakkal kepadaNya, tidak menyerah pada prasangka-prasangka buruk, tidak dikuasai khayalan-khayalan negatif, yakin serta mengharapkan sekali karunia Allah, maka akan terusirlah perasaan sedih dan hilanglah berbagai macam penyakit fizikal dan jiwa. Hati akan mendapatkan kekuatan, kelapangan dan kebahagiaan yang tak dapat diungkapkan.&lt;br /&gt;Banyak orang yang kuat hatinya tapi masih terpengaruh dengan prasangka-prasangaka apalagi orang yang memang lemah hatinya. Dan betapa sering hal tersebut menyebabkan kedunguan dan kegilaan! Orang yang sihat dan selamat adalah yang diselamatkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan diberiNya taufik untuk berusaha mendapatkan faktor-faktor yang dapat menguatkan hatinya dan mengusir kegelisahannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkannya.” (QS: Ath-Thalaq: 3)&lt;br /&gt;Artinya Allah akan mencukupkan untuknya semua apa yang dia perlukan dari urusan agama dan dunianya.&lt;br /&gt;Maka orang yang bertawakkal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, hatinya akan kuat. Tidak dapat dipengaruhi prasangka-prasangka buruk, tidak dapat digoncang oleh peristiwa-peristiwa yang terjadi, sebab dia tahu hal itu termasuk petunjuk lemahnya jiwa dan perasaan takut yang tidak beralasan. Dia tahu, Allah akan menjamin sepenuhnya orang yang bertawakkal kepada-Nya, dia yakin kepada Allah dan tenang kerana percaya akan janjiNya. Dengan demikian, hilanglah kesedihan dan kegelisahannya. Kesulitan berubah menjadi kemudahan, kesedihan menjadi kegembiraan dan perasaan takut menjadi keamanan. Kita memohon kepada Allah kesihatan dan keselamatan. Semoga Dia mengaruniakan kepada kita kekuatan dan ketetapan hati dengan sikap tawakkal secara keseluruhan. Kerana Allah telah menjamin pelakunya dengan segala kebaikan dan menolak segala musibah dan kesedihan. Wallahu a’lam…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-I38I3feVSGE/TsZhiqGO8AI/AAAAAAAAAcg/7QWNkFhTfEM/s1600/Tawakal.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-I38I3feVSGE/TsZhiqGO8AI/AAAAAAAAAcg/7QWNkFhTfEM/s400/Tawakal.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676331628390969346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-4585235566974565350?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/4585235566974565350/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/11/sifat-tawakkal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/4585235566974565350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/4585235566974565350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/11/sifat-tawakkal.html' title='Sifat Tawakkal..'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-I38I3feVSGE/TsZhiqGO8AI/AAAAAAAAAcg/7QWNkFhTfEM/s72-c/Tawakal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-2356241375330037470</id><published>2011-11-14T07:11:00.000-08:00</published><updated>2011-11-14T07:16:25.328-08:00</updated><title type='text'>Cinta dan hati..</title><content type='html'>Gembira adalah lawan dari perasaan sedih, ia termasuk rintangan jiwa. Hanya gembira dengan Allah yang menjadikan hati mampu memperoleh hakikat kehidupan.&lt;br /&gt;Seorang hamba akan merasa gembira jika sudah mendapatkan cinta Allah, dan cinta Allah akan dapat diraih dengan mengenal Allah. Cinta Allah ini akan menyingkap mendung  kegundahan, kesedihan dan duka cita dari hati seorang hamba. Allah berfirman:&lt;br /&gt;“Katakanlah, dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah itu mereka gembira.” (Yunus: 58).&lt;br /&gt;Kegembiraaan dengan karunia dan rahmat Allah itu mengikuti kegembiraan dengan Allah . Orang mukmin berbahagia dengan Rabbnya melebihi semua bentuk kegembiraan yang ada. Sesungguhnya hati jika mendapatkan nikmatnya kebahagiaan seperti di atas, ia akan terpancar dalam riak wajahnya.&lt;br /&gt;Demikianlah dengan jelas Ibnu Qayyim menyatakan kepada kita cara terbaik untuk mentarbiyah perasaan cinta, hingga perasan ini mampu mengendalikan semua rangsangan yang menurut beliau disebut penghalang-penghalang jiwa, yang akhirnya semua ransangan tersebut bergerak dan menghadap kepada apa-apa yang dicintai dan diridhai Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;Menurut beliau, termasuk wasilah yang mampu menghantarkan hati meraih kebahagiaan dan kegembiraan, dan akan melapangkan dada adalah ihsan (perbuatan baik). Beliau berkata, Ihsan akan membahagiakan hati dan melapangkan dada, mendatangkan nikmat dan mengusir bencana. Sebaliknya meninggalkan ihsan akan mendatangkan kesedihan, kegundahan dan kesempitan dalam hati. Beliau berkata, Sebaliknya, meninggalkan ihsan akan mengakibatkan kesempitan dan kegundahan hati serta akan menghalangi sampainya nikmat ke dalamnya.&lt;br /&gt;Sedangkan yang dimaksud dengan ihsan adalah memenuhi hak badan dan mendermakan harta kepada yang memerlukan. Yang demikian itu beliau jelaskan ketika sedang mengupas tentang hakikat pengecut dan bakhil, beliau berkata, Pengecut adalah meninggalkan ihsan terhadap badan, sedang bakhil ialah meninggalkan ihsan terhadap harta. Sesungguhnya pengecut dan bakhil adalah dua hal yang selalu bergandingan. Adapun ihsan pengertiannya adalah, Engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya, Dia melihatmu. Wallahu ‘Alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-crLRI6GWmUU/TsEwseoeg5I/AAAAAAAAAcU/T4lKfz1JPEU/s1600/bangun-hss-dgn-cinta.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 396px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-crLRI6GWmUU/TsEwseoeg5I/AAAAAAAAAcU/T4lKfz1JPEU/s400/bangun-hss-dgn-cinta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5674870546158748562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-2356241375330037470?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/2356241375330037470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/11/cinta-dan-hati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/2356241375330037470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/2356241375330037470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/11/cinta-dan-hati.html' title='Cinta dan hati..'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-crLRI6GWmUU/TsEwseoeg5I/AAAAAAAAAcU/T4lKfz1JPEU/s72-c/bangun-hss-dgn-cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-1601775067448689181</id><published>2011-11-11T07:39:00.001-08:00</published><updated>2011-11-11T07:42:31.441-08:00</updated><title type='text'>Syarat Ibadah Yang Diterima Allah Subhanahu Wa Taala..</title><content type='html'>Pernahkah terlintas di hati kita apakah ibadah kita itu diterima ataukah tidak? Tidak ada seorang pun yang dapat menjamin hal ini, semestinya bagi tiap mukmin untuk beramal dengan sentiasa berharap dan cemas. Berharap agar ia mendapat ridha Allah serta janji-janji yang sudah ditetapkan Allah dalam Al Qur’an dan cemas kalau-kalau ibadahnya tidak diterima. Dan janganlah kita merasa kagum atas amal yang kita lakukan dan merasa bahwa ibadah kita pasti diterima.&lt;br /&gt;Ibadah secara bahasa bermakna merendahkan diri dan tunduk. Sedang secara istilah, ulama banyak memberikan makna. Namun makna yang paling lengkap adalah seperti yang didefinisikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah:&lt;br /&gt;Suatu kata yang meliputi segala perbuatan dan perkataan; zahir mahupun batin yang dicintai dan diridhai oleh Allah. Dengan demikian ibadah terbahagi menjadi tiga: ibadah hati, ibadah lisan dan ibadah anggota badan.&lt;br /&gt;Syarat Diterimanya Amal Ibadah&lt;br /&gt;Semua amalan dapat dikatakan sebagai ibadah yang diterima bila memenuhi dua syarat iaitu Ikhlas dan mutaba’ah (mengikuti tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam). Kedua syarat ini terangkum dalam firman Allah:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“…Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.” (QS: Al Kahfi: 110).&lt;br /&gt;Beramal shalih maksudnya iaitu melaksanakan ibadah sesuai dengan tata cara yang telah diajarkan oleh Nabi, dan tidak mempersekutukan dalam ibadah maksudnya mengikhlashkan ibadah hanya untuk Allah semata-mata.&lt;br /&gt;Hal ini diisyaratkan pula dalam firmanNya:&lt;br /&gt;”(Tidak demikian) dan bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Rabbnya dan tidak ada kekhuatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS: Al-Baqarah: 112).&lt;br /&gt;Menyerahkan diri kepada Allah bererti mengikhlaskan seluruh ibadah hanya kepada Allh saja. Berbuat kebajikan (ihsan) berarti mengikuti syari’at Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;Syarat pertama (ikhlas) merupakan syarat dari syahadat pertama (persaksian tiada sembahan yang benar kecuali Allah semata). Sebab persaksian ini menuntut kita untuk mengikhlaskan semua ibadah kita hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala saja. Sedang syarat kedua (mutaba’ah) adalah konsekuensi dari syahadat kedua (persaksian Nabi Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam- sebagai hamba dan utusan-Nya).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ikhlas dalam Ibadah&lt;br /&gt;Seluruh ibadah yang kita lakukan harus ditujukan untuk Allah semata-mata. Walaupun seseorang beribadah siang dan malam, jika tidak ikhlas (dilandasi tauhid) maka sia-sialah amal tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;“Padahal mereka tidak disuruh kecuali untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan agar mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.”&lt;br /&gt;(QS: Al Bayyinah: 5)&lt;br /&gt;Maka sungguh beruntunglah seseorang yang selalu mengawasi hatinya, kemanakah maksud hati tatkala ia beribadah, apakah untuk Allah, ataukah untuk selain Allah. Perhatikanlah jenis amal-amal berikut:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Amalan riya’ semata-mata&lt;br /&gt;-Iaitu amalan itu dilakukan hanya supaya dilihat makhluk atau kerana tujuan duniawi. Amalan seperti ini hangus, tidak bernilai sama sekali dan pelakunya layak mendapat murka Allah. Amalan yang ditujukan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan disertai riya’ dari sejak awalnya, maka nas-nas yang shahih menunjukkan amalan seperti ini bathil dan terhapus. Amalan yang ditujukan bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala dan disertai niat lain selain riya’. Seperti jihad yang diniatkan untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kerana menghendaki harta rampasan perang. Amalan seperti ini berkurang pahalanya dan tidak sampai batal dan tidak sampai terhapus amalnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Amalan yang awalnya ditujukan untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala kemudian terdetik rasa riya’ di tengah-tengah &lt;br /&gt;-Maka amalan ini terbagi menjadi dua, jika riya’ tersebut terasa sebentar dan segera dihalau maka riya’ tersebut tidak berpengaruh apa-apa. Namun jika riya’ tersebut selalu menyertai amalannya maka pendapat terkuat di antara ulama menyatakan bahwa amalannya tidak batal dan dinilai niat awalnya sebagaimana pendapat Hasan Al Bashri. Namun dia tetap berdosa kerana riya’nya tersebut dan tambahan amal (perpanjangan amal kerana riya’) terhapus. Sedang amal yang ikhlas kerana Allah kemudian mendapat pujian sehingga dia senang dengan pujian tersebut, maka hal ini tidak berpengaruh apa–apa terhadap amalnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beribadah Hanya Dengan Syari’at Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;br /&gt; Ibadah bukanlah produk akal atau perasaan manusia. Ibadah merupakan sesuatu yang diridhai Allah, dan engkau tidak akan mengetahui apa yang diridhai Allah kecuali setelah Allah khabarkan atau dijelaskan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;Dan seluruh kebaikan telah diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak tersisa sedikit pun. Tidak ada dalam kamus ibadah seseorang melaksanakan sesuatu kerana menganggap ini baik, padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mencontohkan. Sehingga tatkala ditanya: “Mengapa engkau melakukan ini?” lalu ia menjawab: “Bukankah ini sesuatu yang baik? Mengapa engkau melarang aku dari melakukan yang baik?” Saudaraku, bukan akal dan perasaanmu yang menjadi hakim baik buruknya. Apakah engkau merasa lebih taqwa dan shalih daripada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya? Ingatlah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang melakukan satu amalan (ibadah) yang tiada dasarnya dari kami maka ia tertolak.” (HR: Muslim)&lt;br /&gt;Apakah Ibadah kita telah sesuai dengan tatacara Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam beberapa hal berikut ini:&lt;br /&gt;Sebabnya. Ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebab yang tidak disyari’atkan, maka ibadah tersebut adalah bid’ah dan tidak diterima. Contoh: Ada orang melakukan sholat tahajjud pada malam dua puluh tujuh bulan Rejab, dengan dalih bahwa malam itu adalah malam Mi’raj Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (dinaikkan ke atas langit). Shalat tahajjud adalah ibadah tetapi kerana dikaitkan dengan sebab yang tidak ditetapkan syari’at maka shalat kerana sebab tersebut hukumnya bid’ah.&lt;br /&gt;Jenisnya- Ertinya ibadah harus sesuai dengan syariat dalam jenisnya, contoh seseorang yang menyembelih kuda untuk korban adalah tidak sah, kerana menyalahi syari’at dalam jenisnya. Jenis binatang yang boleh dijadikan korban adalah unta, lembu dan kambing.&lt;br /&gt;Kadar (bilangannya)- Kalau ada seseorang yang sengaja menambah bilangan raka’at shalat zhuhur menjadi lima raka’at, maka shalatnya bid’ah dan tidak diterima, kerana tidak sesuai dengan ketentuan syariat dalam jumlah bilangan raka’atnya. Dari sini kita tahu kesalahan orang-orang yang berdzikir dengan menentukan jumlah bacaan tersebut sampai bilangan tertentu, baik dalam hitungan ribuan, ratusan ribu atau bahkan jutaan. Mereka tidak mendapatkan apa-apa kecuali penat dan murka Allah.&lt;br /&gt; Kaifiyah (caranya)- Seandainya ada seseorang berwudhu dengan cara membasuh tangan dan muka saja, maka wudhunya tidak sah, kerana tidak sesuai dengan cara yang ditentukan syariat.&lt;br /&gt;Waktunya- Apabila ada orang menyembelih binatang korban Aidil Adha pada hari pertama bulan Dzulhijjah, maka tidak sah, kerana syari’at menentukan penyembelihan pada hari raya dan hari tasyriq saja.&lt;br /&gt;Tempatnya- Andaikan ada orang beri’tikaf di tempat selain Masjid, maka tidak sah i’tikafnya. Sebab tempat i’tikaf hanyalah di Masjid.&lt;br /&gt;Marilah kita wujudkan tuntutan dua kalimat syahadat ini, iaitu kita menjadikan ibadah yang kita lakukan semata-mata hanya untuk Allah dan kita beribadah hanya dengan syari’at yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam setiap tarikan nafas dan detik-detik kehidupan kita, semoga dengan demikian kita semua menjadi hamba-Nya yang bersyukur, bertaqwa dan diridhai-Nya. Wallahu a’lam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-BABKuhid4Uo/Tr1CHS_ajGI/AAAAAAAAAcI/WKJCjWuMfA4/s1600/omekkah2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-BABKuhid4Uo/Tr1CHS_ajGI/AAAAAAAAAcI/WKJCjWuMfA4/s400/omekkah2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5673763798681029730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-1601775067448689181?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/1601775067448689181/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/11/syarat-ibadah-yang-diterima-allah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/1601775067448689181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/1601775067448689181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/11/syarat-ibadah-yang-diterima-allah.html' title='Syarat Ibadah Yang Diterima Allah Subhanahu Wa Taala..'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-BABKuhid4Uo/Tr1CHS_ajGI/AAAAAAAAAcI/WKJCjWuMfA4/s72-c/omekkah2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-2387023862463751442</id><published>2011-11-09T20:23:00.000-08:00</published><updated>2011-11-09T20:35:19.100-08:00</updated><title type='text'>Persoalan Cinta Dan Berkahwin Tanpa Cinta Menurut Syariat Islam..</title><content type='html'>Cinta seorang laki-laki kepada wanita dan cinta wanita kepada laki-laki adalah perasaan yang manusiawi yang bersumber dari fitrah yang diciptakan Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam jiwa manusia, iaitu kecenderungan kepada lawan jenisnya ketika telah mencapai kematangan fikiran dan fizikalnya. Sebagaimana Firman Allah :&lt;br /&gt;“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya adalah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri , supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya , dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa kasih sayang .Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (QS. Ar Rum: 21)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cinta pada dasarnya adalah bukanlah sesuatu yang kotor, kerana kekotoran dan kesucian tergantung dari bingkainya. Ada bingkai yang suci dan halal dan ada bingkai yang kotor dan haram. Cinta mengandungi segala makna kasih sayang, keharmonian, penghargaan dan kerinduan, disamping mengandungi persiapan untuk menempuh kehidupan dikala suka dan duka, lapang dan sempit.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cinta Adalah Fitrah Yang Suci&lt;br /&gt;Cinta bukanlah hanya sebuah tarikan secara fizikal saja. Tarikan secara fizikal hanyalah permulaan cinta bukan puncaknya.Dan sememangnya fitrah manusia untuk menyukai keindahan.Namun, disamping keindahan bentuk dan rupa harus disertai keindahan keperibadian dengan akhlak yang baik.&lt;br /&gt;Islam adalah agama fitrah kerana itulah islam tidaklah membelenggu perasaan manusia.Islam tidaklah mengingkari perasaan cinta yang tumbuh pada diri seorang manusia .Akan tetapi Islam mengajarkan pada manusia untuk menjaga perasaan cinta itu dijaga , dirawat dan dilindungi dari segala kehinaan dan apa saja yang mengotorinya.&lt;br /&gt;Islam mebersihkan dan mengarahkan perasaan cinta dan mengajarkan bahwa sebelum dilaksanakan akad nikah harus bersih dari persentuhan yang haram.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berkahwin Tanpa Cinta&lt;br /&gt;Adakalanya sebuah pernikahan terjadi tanpa dilandasi oleh cinta. Mereka berpendapat bahwa cinta itu akan muncul setelah pernikahan. Islam memandang bahwa faktor tarikan merupakan faktor yang tidak dapat diabaikan begitu saja.Islam melarang seorang wali menikahkan seorang gadis tanpa persetujuannya dan menghalanginya untuk memilih lelaki yang disukainya seperti yang termuat dalam Al Qur’an dan Assunnah.&lt;br /&gt;Firman Allah : “Maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kahwin dengan bakal suaminya” (QS. Al Baqarah: 232)&lt;br /&gt;“Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu , bahwa seorang wanita datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam , lalu ia memberitahukan bahwa ayahnya telah menikahkannya padahal ia tidak suka , lalu Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam memberikan hak kepadanya untuk memilih” (HR Abu Daud)&lt;br /&gt;Kerana yang menjalani sebuah pernikahan adalah kedua pasangan itu bukanlah wali mereka.&lt;br /&gt;Selain itu seorang yang hendak menikah hendaklah melihat dahulu calon pasangannya seperti termuat dalam hadis:&lt;br /&gt;“Apabila salah seorang dari kamu meminang seorang wanita maka tidaklah dosa atasnya untuk melihatnya, jika melihatnya itu untuk meminang, meskipun wanita itu tidak melihatnya” (HR. Imam Ahmad)&lt;br /&gt;Memang benar dalam beberapa kes, pasangan yang menikah tanpa didasari cinta dapat mempertahankan pernikahannya. Tapi apakah hal ini selalu terjadi, bagaimana bila yang terjadi adalah sebuah neraka pernikahan, kedua pasangan saling membenci dan saling mencaci maki satu sama lain. Sebuah pernikahan dalam Islam diharapkan dapat memayungi pasangan itu untuk menikmati kehidupan yang penuh cinta dan kasih sayang dengan mengikat diri dalam sebuah perjanjian suci yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kerana itulah rasa cinta dan kasih sayang ini sudah selayaknya merupakan hal yang harus diperhatikan sebelum kedua pasangan mengikat diri dalam pernikahan. Kerana inilah salah satu kunci kebahagian yang hakiki dalam menghadapi masalah-masalah rumah tangga pada masa mendatang.&lt;br /&gt;Wallahu a’lam…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-l31HULRlEgo/TrtUXKK6VtI/AAAAAAAAAb8/XATVm6GPg6I/s1600/Love-wallpaper-love-4187609-1920-1200.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 250px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-l31HULRlEgo/TrtUXKK6VtI/AAAAAAAAAb8/XATVm6GPg6I/s400/Love-wallpaper-love-4187609-1920-1200.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5673220912447117010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-2387023862463751442?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/2387023862463751442/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/11/persoalan-cinta-dan-berkahwin-tanpa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/2387023862463751442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/2387023862463751442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/11/persoalan-cinta-dan-berkahwin-tanpa.html' title='Persoalan Cinta Dan Berkahwin Tanpa Cinta Menurut Syariat Islam..'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-l31HULRlEgo/TrtUXKK6VtI/AAAAAAAAAb8/XATVm6GPg6I/s72-c/Love-wallpaper-love-4187609-1920-1200.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-4721712459612204713</id><published>2011-11-09T06:12:00.000-08:00</published><updated>2011-11-09T06:15:00.013-08:00</updated><title type='text'>Kiamat Semakin Dekat..</title><content type='html'>Waktu antara diutusnya Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasalam dengan hari kiamat sangatlah dekat. Demikian pemberitaan dari nabi sendiri, yang menyedarkan kita agar lebih bergegas dan bersiap dalam membawa perbekalan sebagai persiapannya.&lt;br /&gt;Meski pun ramai yang sepakat bahwa kiamat memang dekat, namun majoriti kita sering tak sedar atau berpura tak sedar, bahkan larut dalam berbagai perhiasan dunia yang melalaikan. Sejenak, mari kita kembali membaca dan menyaksikan beberapa bukti kukuh tanda dekatnya hari kiamat. Agar hati kembali tersedar bahwa masa itu memang telah dekat, semakin dekat menjelang. Mengakhiri sebuah kehidupan peradaban manusia di dunia menuju sebuah kehidupan panjang, kekal dan abadi iaitu kehidupan akhirat. Sebagai sebuah peringatan yang nyata bagi setiap yang memiliki akal fikiran.&lt;br /&gt;Diantara tanda kiamat yang diberitakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasalam yang kini telah nyata di depan mata kita adalah:&lt;br /&gt;” Sesungguhnya di antara tanda-tanda akan datangnya kiamat adalah jika ilmu(agama) diangkat/hilang, kebodohan dikukuhkan , arak/minuman keras diminum dan perzinaan tampak nyata” (HR Bukhari, Muslim dan Ahmad)&lt;br /&gt;Tanda ini dikategorikan dalam tanda kiamat sughra (kecil) bukan tanda kubra. Namun bukan bererti memberikan kesempatan bagi kita untuk bersantai dan bernafas panjang, dan mengatakan “kiamat masih jauh”. Bahkan seharusnya menjadi pelajaran bagi kita bahwa apa yang diberitakan nabi adalah haq (benar) adanya. Maka perkhabaran nabi seperti kiamat besar dan syariat yang beliau bawa adalah benar pula adanya. Demikian semestinya seorang muslim berpandangan. Hal yang lain adalah tumbuhnya rasa syukur pada diri kita, kerana Allah masih memberikan kesempatan bagi kita untuk mengurus lembaran kehidupan kita, menuliskan catatan kebaikan dalam buku kehidupan kita. Masih ada kesempatan untuk bertaubat kepada Allah Yang Ghafuur (Maha pengampun) dan Rahiim (maha pengasih).&lt;br /&gt;Di zaman ini, selaras dengan sabda Nabi semakin minima ilmu dien/agama. Semakin sedikit para ulama ilmu syar’i iaitu para ulama di muka bumi. Satu demi satu dipanggil oleh Allah ke sisi-Nya. Tak lekang dari ingatan kita meninggalnya para ulama besar Islam beberapa waktu kebelakangan ini. Kesannya, manusia semakin jauh dari agama Islam. Kebodohan pun maharajalela di seluruh penjuru bumi kecuali yang dirahmati oleh Allah azza wa jalla. Orang pun berbuat sekehendaknya menuruti pujuk rayu syaitan, memperturutkan nafsu syahwat keduniaan.&lt;br /&gt;Tak dapat dinafikan, khamar bertebaran, perzinaan meluas. Khamr dinamakan dengan nama yang lain, beragam sesuai kelas pencandunya.  Berapa banyak pemuda islam yang meminum arak, meski pun cuma sekali-dua kali atau jadi keperluan hariannya, naudzubillah min dzalik. Khamar kini dijual bebas di berbagai penjuru, di kedai, restoran, hotel, kelab-kelab malam atau di warung-warung kecil. Dulu mungkin orang benci melihatnya, atau yang jual malu dengan orang, namun kini tak ada lagi kata malu dan benci. Orang yang meneguk bir atau arak pun kini tak ragu lagi. Orang lain pun tak peduli dan berkata-kata, yang penting tidak mengganggu kita. Innalillahi wa inna ilaihi raa jiun…..&lt;br /&gt;Perzinaan pula kini merebak di sana-sini. Lokasi dan prasarana semakin lengkap, canggih, bebas, dan berkelas-kelas. Begitu mudahnya diperolehi di lorong-lorong, di pinggir jalan dan tempat-tempat yang lain. Pergaulan para pemuda pun penuh dengan muatan perzinaan. Muda-mudi bergaul dengan bebasnya, tanpa batas yang jelas. Perzinaan kini terasa menjadi hal yang tidak asing bagi telinga manusia. Untuk selanjutnya menjadi hal yang dibenarkan , naudzubillah. Inilah keadaan memperihatinkan yang dikhabarkan oleh rasul kita sebagai salah satu tanda hari kiamat. Sukakah kita dengan kemungkaran yang seperti ini ? Bila tidak, mari kita ikut ambil bahagian memperbaiki situasi ini !&lt;br /&gt;Tanda kiamat lain yang diberitakan oleh nabi kita adalah tersia-sianya amanah. Ini dalam sabda nabi Muhammad shalallahu alaihi wasalam ketika beliau ditanya:  “Wahai Rasulullah, bilakah Hari Kiamat itu? Rasulullah menjawab: ” Jika amanah telah disia-siakan tunggulah datangnya kiamat, orang itu berkata “Bagaimana mensia-siakannya(amanah)” Nabi bersabda: “Apabila perkara sudah diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kiamat”&lt;br /&gt;Perkara ini terjadi ketika kebodohan merata dan menjadi hal yang lumrah.&lt;br /&gt;Amanah yang dimaksud di antaranya dalam perkara yang berkaitan dengan agama seperti khilafah, pemerintahan, hukum fatwa dan lain-lain. Mata kepala kita pun menyaksikan dengan jelas realiti dari tanda ini. Betapa banyak manusia di zaman ini yang berbicara dan berfatwa tanpa ilmu. Diulama’kan padahal bukan ulama. Dan juga diserahkannya kepemimpinan bukan pada orang yang sesuai, maka akan menjadi sebuah musibah yang luar biasa. Ini beberapa tanda dari kedekatan hari kiamat, dan memang ia semakin mendekat.Wallahu a’lam….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-8ka7Iad2_gw/TrqKrQ0iv2I/AAAAAAAAAbw/R2N_Rvc0WV8/s1600/kiamat.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-8ka7Iad2_gw/TrqKrQ0iv2I/AAAAAAAAAbw/R2N_Rvc0WV8/s400/kiamat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5672999156480917346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-4721712459612204713?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/4721712459612204713/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/11/kiamat-semakin-dekat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/4721712459612204713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/4721712459612204713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/11/kiamat-semakin-dekat.html' title='Kiamat Semakin Dekat..'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-8ka7Iad2_gw/TrqKrQ0iv2I/AAAAAAAAAbw/R2N_Rvc0WV8/s72-c/kiamat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-6321269808229063092</id><published>2011-11-02T23:17:00.000-07:00</published><updated>2011-11-02T23:21:58.936-07:00</updated><title type='text'>Tatkala Bumi Bergoncang</title><content type='html'>Hati pun tersentak . bumi digetarkan, air ditumpahkan dari langit dan lautan, dataran diratakan. Ada apa dengan bumi ini!?. Mereka (bumi, langit dan lautan) berkhidmat mentaati perintah  Allah, sebagai cubaan, sebagai peringatan bagi penduduk bumi ini. Orang-orang tua, muda belia, laki-laki, wanita, yang sakit, yang sihat, orang awam, polis dan tentera, dari penjahat sampai pejabat, dari pendosa sampai alim agama. Hanya dalam sekali hentakan. Sebagai cubaan bagi mereka yang ditinggalkan, sebagai peringatan bagi mereka yang menyaksikan. Allah mempunyai banyak cara untuk mengambil apa yang memang menjadi milik-Nya. Bila-bila masa pun Dia mahu, siapapun yang Dia inginkan. Tidaklah keadaan kita melainkan hanya menanti giliran. Dan ketika saat itu terjadi, tak ada satu makhlukpun yang dapat lari dari ketentuan-Nya.&lt;br /&gt;Tidak ada seorangpun yang tahu di bumi mana dia akan mati. Sebagaimana tak ada seorangpun yang tahu kemana dia akan kembali. ke neraka tempat siksaan tiada henti? Atau ke syurga dalam kenikmatan abadi?&lt;br /&gt;Masa lalu sudah tak akan pernah kembali. Masa depan juga terlalu tak pasti. Hanya hari ini…saat ini….yang masih kita miliki. Semoga Allah memberikan kesabaran bagi kita dan memberikan ganti yang lebih baik dari yang telah hilang. Semoga Allah mengampuni semua orang Islam yang masih hidup ataupun yang telah tiada.&lt;br /&gt;Ketika ini kaum muslimin banyak sekali mendapatkan musibah, mulai dari pembunuhan, pembantaian, hingga gempa bumi yang melanda. Gelombang tsunami yang dahsyat , yang telah memakan korban jiwa yang banyak. Innalillahi wainna ilaihi rajiun.&lt;br /&gt;Sebagai saudara sesama muslim kita patut perihatin atas musibah tersebut. Mari, kita menghadapi musibah ini dengan penuh kesabaran dan bertawakal kepada Allah. Sungguh, Allah  telah menetapkan takdir dan ajal seluruh makhluk-Nya, mengatur dan menentukan segala amal perbuatan serta tindak-tanduk mereka. Lalu Allah membagi-bagikan rezeki dan harta duniawi kepada mereka. Allah menciptakan kehidupan dan kematian sebagai ujian, siapa di antara mereka yang terbaik amalannya. Allah juga menjadikan iman terhadap qadha dan takdir-Nya sebagai salah satu rukun iman. Setiap sesuatu yang bergerak atau berdiam di langit dan di bumi, pasti menuruti kehendak dan keinginan Allah.&lt;br /&gt;Lebih jauh lagi, dunia ini sarat dengan kesulitan dan kesusahan. Diciptakan secara fitrah untuk dipenuhi dengan beban dan ancaman, aral rintangan serta berbagai cubaan. Tak ubahnya dingin dan panas, yang memang harus dirasakan oleh para hamba-Nya. Allah berfirman:&lt;br /&gt;“Dan sungguh akan Kami berikan cubaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. .” (QS. Al-Baqarah: 155)&lt;br /&gt;Berbagai musibah diatas adalah batu ujian, untuk menentukan siapa di antara hamba-Nya yang benar dan yang salah. Allah berfirman:&lt;br /&gt;“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS. Al-Ankabut: 2)&lt;br /&gt;Jiwa manusia itu hanya dapat menjadi suci, setelah ditimpa ujian. Ujian dan cubaan, akan memperlihatkan kesejatian seseorang. Ibnul Jauzi mengungkapkan:  “Orang yang ingin mendapatkan keselamatan dan kesejahteraan abadi tanpa ujian dan cubaan, berarti ia belum mengenal ajaran Islam dan tidak mengenal arti pasrah diri kepada Allah.”&lt;br /&gt;Setiap orang pasti akan merasakan susah, mukmin mahupun kafir di manapun dia berada. Hidup ini memang dibangun di atas berbagai kesulitan dan merbahaya. Maka janganlah seseorang membayangkan bahwa dirinya akan terbebas dari kesusahan dan cubaan.&lt;br /&gt;Cubaan adalah lawan dari tujuan dan memang bertentangan dengan angan-angan dan kesenangan menikmati kelazatan hidup. Setiap orang pasti merasakannya, walau dengan ukuran yang berbeza, sedikit atau banyak. Seorang mukmin diberi ujian sebagai pengajaran baginya, bukan siksaan. Terkadang cubaan itu ada dalam kesenangan, terkadang juga ada dalam kesusahan. Allah berfirman:&lt;br /&gt;“Dan Kami cuba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran…)” (QS. Al-A’raaf: 168)&lt;br /&gt;Allah tidak pernah menahan sesuatu untukmu, wahai orang yang tertimpa musibah, melainkan kerana Allah akan memberimu sesuatu yang lain. Allah hanya mengujimu, untuk memberikan keselamatan kepadamu. Allah hanya memberimu cubaan, untuk membersihkan dirimu. Selama masih ada umur, rezeki pasti akan datang. Allah berfirman: &lt;br /&gt;“Tidak ada yang melata di bumi ini melainkan rezekinya ada di sisi Allah.” (QS. Huud: 6)&lt;br /&gt;Saad bin Abi Waqqash mengungkapkan: “Aku pernah bertanya, “Wahai Rasulullah! Siapakah orang yang paling berat cubaannya?” Beliau menjawab: “Para nabi, kemudian orang-orang shalih, kemudian yang sesudah mereka secara berurut menurut tingkat keshalihannya. Seseorang akan diberi ujian sesuai dengan kadar agamanya. Bila ia kuat, akan ditambah cubaan baginya. Kalau ia lemah dalam agamanya, akan diringankan cubaan baginya. Seorang mukmin akan tetap diberi cubaan, sampai ia berjalan di muka bumi ini tanpa dosa sedikitpun.” (HR: Al-Bukhari).&lt;br /&gt;Ingatlah wahai saudaraku, Allah tidaklah menghancurkan sebuah umat, kecuali di dalamnya banyak terdapat pelaku maksiat dan sedikit pelaku ketaatan. Dan, adakalanya kemaksiatan yang dilakukan oleh seseorang dapat menghancurkan umat seluruhnya, sebagaimana Allah telah menghancurkran kaum Tsamud, kerana salah seorang dari mreka telah membunuh unta yang dilarang dibunuh. Begitu pula yang terjadi pada Bani Israel, mereka ditimpa musibah penyakit  yang menyebar kerana sebahagiannya terjerumus ke dalam perzinaan. Allah berfirman tentang kehancuran umat:&lt;br /&gt;“Maka, masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang mengainaya dirinya.” (QS. Al-Ankabut: 40)&lt;br /&gt;Mari kita bantu saudara-saudara kita dengan sekuat kemampuan kita, baik dengan menyumbangkan sebahagian harta kita,  ataupun mendoakan agar mereka sentiasa diberikan kekuatan, ketabahan serta kesabaran. Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-UhBUat-70g0/TrIy7KB80pI/AAAAAAAAAbM/Aqke8E4PG9o/s1600/bencana.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 301px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-UhBUat-70g0/TrIy7KB80pI/AAAAAAAAAbM/Aqke8E4PG9o/s400/bencana.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5670650872699081362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-6321269808229063092?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/6321269808229063092/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/11/tatkala-bumi-bergoncang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/6321269808229063092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/6321269808229063092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/11/tatkala-bumi-bergoncang.html' title='Tatkala Bumi Bergoncang'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-UhBUat-70g0/TrIy7KB80pI/AAAAAAAAAbM/Aqke8E4PG9o/s72-c/bencana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-2952514464212710225</id><published>2011-11-01T02:09:00.000-07:00</published><updated>2011-11-01T02:14:06.744-07:00</updated><title type='text'>Kepahitan Di Dunia Adalah Kemanisan Di Akhirat</title><content type='html'>Kepalsuan-kepalsuan akan keindahan dunia memaksakan sebahagian besar manusia di masa ini saling berlumba-lumba dalam mencapai kesuksesan dunia, sehingga sebahagian besar manusia tidak enggan mencabuli sendi-sendi keimanan dan keTauhidan. Mulai dari mencari rezeki sehingga dengan memanfaatkan rezeki yang sesungguhnya adalah pinjaman dari Allah Ta’ala. Tidak jarang diantara manusia tersebut adalah dari kalangan yang telah memiliki dasar agama bahkan telah pernah menjadi aktivis da’wah ataupun da’i. Namun godaan dan fitnah dunia memang sangatlah berat sehingga tidak sedikit yang terjerumus akibat kekhilafan yang mereka lakukan baik disengaja mahupun tidak disengaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia sering tergoda dengan manisnya dunia dengan berbagai macam fasiliti yang tersedia dan tidak sedikit yang akhirnya melupakan tugas dan kewajibannya sebagai hamba Allah. Bahkan mereka sangat mencela berbagai kepahitan di dunia ini dengan berbagai macam umpatan, keluh kesah atupun amarah. Terlihat sebahagian manusia yang menghina seseorang yang menderita kerana berjuang mencari harta dan rezeki yang halal serta terbebas dari unsur kemaksiatan, minuman keras dan kerosakan agama yang telah menjadi seperti wabak.&lt;br /&gt;Hendaklah kita mengetahui bahwa kepahitan dunia adalah kemanisan akhirat, begitu pula sebaliknya kemanisan dunia adalah kepahitan di akhirat. Sungguh, lebih baik bila seseorang beralih dari kepahitan sementara kepada kemanisan abadi daripada sebaliknya. Jika ini belum dapat kita fahami, maka perhatikanlah sabda Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam:  &lt;br /&gt;“Syurga itu dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai, sedangkan neraka dikelilingi oleh syahwat.” (HR: Muslim [2822] dalam Al-Jannah, Bab “Sifat Syurga dan Kenikmatannya”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kedudukan ini tingkat dan tahap manusia berbeza-beza dan akan terlihat hakikat diri mereka. Kebanyakan manusia mengutamakan kemanisan sementara dengan mengorbankan kemanisan abadi, serta tidak kuasa menanggung kepahitan sesaat untuk mendapatkan kemanisan abadi. Kehinaan sesaat untuk meraih kemulian abadi, serta ujian sesaat untuk mendapatkan kesentosaan abadi. Baginya yang ada sekarang adalah nyata, sedangkan yang dinanti masih ghaib. Imannya lemah dan kekuasaan nafsu benar-benar kukuh, sehingga lahirlah sikap mengutamakan dunia dan penolakan terhadap akhirat. Inilah keadaan mereka yang pandangannya tertuju hanya kepada perkara-perkara nyata, permulaan dan dasarnya saja. Adapun pandangan cerdas yang menembus tirai dunia sehingga mampu mencapai berbagai akibat dan puncak persoalan, maka keadaannya akan berbeza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ajaklah diri anda untuk melihat apa yang dipersiapkan oleh Allah Ta’ala bagi para waliNya yang taat kepadaNya, iaitu kenikmatan abadi, kebahagiaan selamanya, dan kemenangan paling besar. Serta kepada apa yang dipersiapkan oleh Allah Ta’ala untuk orang-orang yang malas dan lalai serta tidak menjadikan syariat sebagai landasan mencari kenikmatan/rezeki, iaitu berupa kehinaan, hukuman, dan penyesalan yang kekal. Pilihlah mana di antara keduanya yang lebih layak untuk anda ambil. Masing-masing akan bekerja sesuai dengan bahagiannya dan setiap orang akan berbuat menurut keadaan masing-masing dan yang sesuai dengan dirinya, tentunya dengan berbagai kesan yang harus diterima berdasarkan pilihan tersebut. Wallahu ‘Alam..&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-GknvYc7FL8k/Tq-4QjXuyRI/AAAAAAAAAbA/MucXyt_WS3s/s1600/perjalanan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-GknvYc7FL8k/Tq-4QjXuyRI/AAAAAAAAAbA/MucXyt_WS3s/s400/perjalanan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669953050394937618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-2952514464212710225?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/2952514464212710225/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/11/kepahitan-di-dunia-adalah-kemanisan-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/2952514464212710225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/2952514464212710225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/11/kepahitan-di-dunia-adalah-kemanisan-di.html' title='Kepahitan Di Dunia Adalah Kemanisan Di Akhirat'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-GknvYc7FL8k/Tq-4QjXuyRI/AAAAAAAAAbA/MucXyt_WS3s/s72-c/perjalanan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-3952633217864091869</id><published>2011-10-28T02:40:00.000-07:00</published><updated>2011-10-28T02:44:12.785-07:00</updated><title type='text'>Antara Sikap Menahan Marah Dan Penuh Kasih Sayang..</title><content type='html'>Kelemahlembutan adalah akhlak mulia. Ia berada di antara dua akhlak yang rendah dan buruk, iaitu kemarahan dan kebodohan. Bila seorang hamba menghadapi masalah hidupnya dengan kemarahan dan emosional, akan tertutuplah akal dan fikirannya yang akhirnya menimbulkan perkara-perkara yang tidak diridhai Allah ta’ala dan rasul-Nya. Dan jika hamba tersebut menyelesaikan masalahnya dengan kebodohan dirinya, niscaya ia akan dihinakan manusia. Namun jika dihadapi dengan ilmu dan kelemahlembutan, ia akan mulia di sisi Allah ta’ala dan makhluk-makhluknya. Orang yang memiliki akhlak lemah lembut, insya Allah akan dapat menyelesaikan masalah hidupnya tanpa harus merugikan orang lain dan dirinya sendiri.Melatih diri untuk dapat memiliki akhlak mulia ini dapat dimulai dengan menahan diri ketika marah dan mempertimbangkan baik buruknya suatu perkara sebelum bertindak. Kerana setiap manusia tidak pernah terpisahkan dari masalah hidup, jika ia tidak membekali dirinya dengan akhlak ini, niscaya ia gagal untuk menyelesaikan masalahnya.&lt;br /&gt;Demikian agungnya akhlak ini sehingga Rasullah memuji sahabatnya Asyaj Abdul Qais dengan sabdanya :  &lt;br /&gt;“Sesungguhnya pada dirimu ada dua perangai yang dicintai Allah yakni sifat lemah lembut (sabar) dan ketenangan (tidak tergesa-gesa)”. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;Akhlak mulia ini terkadang diabaikan oleh manusia ketika amarah telah menguasai diri mereka, sehingga tindakannya pun ada kesan negatif bagi dirinya ataupun orang lain. Padahal Rasulullah sudah mengingatkan dari sifat marah yang tidak pada tempatnya, sebagaimana beliau bersabda kepada seorang sahabat yang meminta nasIhat : “ Janganlah kamu marah.” Dan beliau mengulanginya berkali-kali dengan bersabda : “Janganlah kamu marah”. (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;Dari hadits ini diambil faedah bahwa marah adalah pintu keburukan, yang penuh dengan kesalahan dan kejahatan, sehingga Rasulullah mewasiatkan kepada sahabatnya itu agar tidak marah. Tidak berarti manusia dilarang marah secara mutlak. Namun marah yang dilarang adalah marah yang disebabkan oleh hawa nafsu yang memancing pelakunya bersikap melampaui batas dalam berbicara, mencela, mencerca, dan menyakiti saudaranya dengan kata-kata yang tidak terpuji, yang mana sikap ini menjauhkannya dari kelemahlembutan.&lt;br /&gt;Didalam hadits yang shahih Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam bersabda : “Bukanlah dikatakan seorang yang kuat itu dengan bergulat, akan tetapi orang yang kuat dalam menahan dirinya dari marah”. (Muttafaqqun’alahi).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ulama telah menjelaskan berbagai cara menyembuhkan penyakit marah yang tercelah yang ada pada seorang hamba, iaitu :&lt;br /&gt;Berdoa kepada Allah, yang membimbing dan menunjuki hamba-hambaNya ke jalan yang lurus dan menghilangkan sifat-sifat buruk dan hina dari diri manusia. Allah ta’alah berfirman: “Berdoalah kamu kepadaku niscaya akan aku kabulkan.” (Ghafir: 60)&lt;br /&gt;Terus-menerus berdzikir pada Allah seperti membaca Al-Quran, bertasbih, bertahlil, dan istighfar, kerana Allah telah menjelaskan bahwa hati manusia akan tenang dan tenteram dengan mengingat Allah. Allah berfirman : “Ingatlah dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” ( Ar-Ra’d : 28).&lt;br /&gt;Mengingat nas-nas yang menganjurkan untuk menahan marah dan balasan bagi orang-orang yang mampu manahan amarahnya sebagaimana sabda nabi shalallahu ‘alaihi wasallam :&lt;br /&gt;“ Barangsiapa yang menahan amarahnya sedangkan ia sanggup untuk melampiaskannya, (kelak di hari kiamat) Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluq-Nya hingga menyuruhnya memilih salah satu dari bidadari syurga, dan menikahkannya dengan hamba tersebut sesuai dengan kemahuannya “ (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani, lihat shahihul jami’ No. 6398).&lt;br /&gt;Merubah posisi ketika marah, seperti jika ia marah dalam keadaan berdiri maka hendaklah ia duduk, dan jikalau ia sedang duduk maka hendaklah ia berbaring, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam : “ Apabila salah seorang diantara kamu marah sedangkan ia dalam posisi berdiri, maka hendaklah ia duduk. Kalau telah reda/hilang marahnya (maka cukup dengan duduk saja), dan jika belum hendaklah ia berbaring.” (Al-Misykat 5114).&lt;br /&gt;Berlindung dari syaitan dan menghindar dari sebab-sebab yang akan membangkitkan kemarahannya.&lt;br /&gt;Demikianlah jalan keluar untuk selamat dari marah yang tercela. Dan betapa indahnya perilaku seorang muslim jika dihiasi dengan kelemahlembutan dan kasih sayang, kerana tidaklah kelemahlembutan berada pada suatu perkara melainkan akan membuatnya indah. Sebaliknya bila kebengisan dan kemarahan ada pada suatu urusan niscaya akan memburukkannya. Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;“ Tidaklah kelemahlembutan itu berada pada sesuatu kecuali akan membuatnya indah, dan tidaklah kelembutan itu dicabut kecuali akan menjadikannya buruk.” (HR. Muslim).&lt;br /&gt;Wallahu a’lam…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-whsA9gcr5lI/Tqp5UOCvzKI/AAAAAAAAAa0/uv0wHy_lM8Y/s1600/menahan-marah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 378px; height: 280px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-whsA9gcr5lI/Tqp5UOCvzKI/AAAAAAAAAa0/uv0wHy_lM8Y/s400/menahan-marah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5668476469273152674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-3952633217864091869?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/3952633217864091869/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/10/antara-sikap-menahan-marah-dan-penuh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/3952633217864091869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/3952633217864091869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/10/antara-sikap-menahan-marah-dan-penuh.html' title='Antara Sikap Menahan Marah Dan Penuh Kasih Sayang..'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-whsA9gcr5lI/Tqp5UOCvzKI/AAAAAAAAAa0/uv0wHy_lM8Y/s72-c/menahan-marah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-199873766015952700</id><published>2011-10-27T00:05:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T00:08:42.471-07:00</updated><title type='text'>Ikhtiar Dan Doa Usaha Menuju Kehidupan Bahagia..</title><content type='html'>Termasuk hal-hal yang dapat mendatangkan kesenangan dan menghilangkan kesedihan adalah berusaha menghilangkan faktor yang menyebabkan kesedihan tersebut serta berusaha mencari faktor yang dapat mendatangkan kesenangan yang diinginkan. Caranya iaitu melupakan musibah-musibah yang sudah berlalu dan tidak mungkin dapat diatasi. Juga harus memahami, menyibukkan fikiran dengan hal-hal tersebut adalah perbuatan sia-sia, tidak berguna, dan gila.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan demikian dia berusaha agar hatinya tidak lagi memikirkan hal-hal tersebut, berusaha menghilangkan kegelisahan hatinya yang kekurangan, perasaan takut atau lainnya dari kekhuatiran yang dia bayangkan pada masa depan. Maka dia memahami bahwa masa depan tidak dapat diketahui, termasuk di dalamnya masalah kebaikan, keburukan, harapan-harapan dan musibah. Semuanya berada di Tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana. Manusia tidak kuasa apa-apa kecuali berusaha mendapatkan kebaikan dan menolak kemudharatan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan demikian seorang hamba mengetahui, bila dia tidak gelisah memikirkan nasibnya yang akan datang, bertawakkal kepada Allah untuk memperbaiki nasibnya serta merasa tenteram dengannya, maka hatinya akan tenang, keadaannya akan pulih dan akan hilang kesedihan dan kegelisahannya.&lt;br /&gt;Termasuk hal yang paling berguna untuk menyambut masa depan yang baik adalah: “Menggunakan do’a yang pernah dipanjatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Ya Allah, perbaikilah agamaku yang merupakan urusan pokokku, perbaikilah duniaku yang di dalamnya terdapat kehidupanku, perbaikilah akhiratku yang ke sanalah tempat kembaliku. Jadikanlah kehidupan ini tambahan bagiku dalam setiap kebaikan dan (jadikanlah) kematian itu keterlepasan bagiku dari setiap keburukan.” (HR: Muslim)&lt;br /&gt;Begitu pula do’a beliau: &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Ya Allah, aku mengharapkan rahmatMu, maka janganlah Kau pasrahkan (urusan)ku pada diriku sendiri walau sekejap mata. Dan perbaikilah urusanku semuanya. Tidak ada sesembahan yang haq melainkan Engkau.” (HR: Abu Daud dengan sanad shahih)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bila seorang hamba memanjatkan do’a ini untuk kebaikan agama dan dunianya pada masa yang akan datang disertai hati yang hadir, niat yang benar dan memang berusaha untuk itu, niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabulkan do’a, harapan dan apa yang dia usahakan. Berubahlah kesedihannya menjadi kebahagiaan dan kesenangan. Insya Allah…Wallahul Musta’anu ‘ala maa tashifuun….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-e07YEMoKCWI/TqkDXR7r6JI/AAAAAAAAAao/uYFqWltTSPE/s1600/ikhtiar.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 346px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-e07YEMoKCWI/TqkDXR7r6JI/AAAAAAAAAao/uYFqWltTSPE/s400/ikhtiar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5668065304508098706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-199873766015952700?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/199873766015952700/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/10/ikhtiar-dan-doa-usaha-menuju-kehidupan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/199873766015952700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/199873766015952700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/10/ikhtiar-dan-doa-usaha-menuju-kehidupan.html' title='Ikhtiar Dan Doa Usaha Menuju Kehidupan Bahagia..'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-e07YEMoKCWI/TqkDXR7r6JI/AAAAAAAAAao/uYFqWltTSPE/s72-c/ikhtiar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-5797805317073014643</id><published>2011-10-21T03:34:00.000-07:00</published><updated>2011-10-21T03:39:08.216-07:00</updated><title type='text'>Tomboy : Wanita Yang Menyerupai Lelaki</title><content type='html'>Akhir-akhir ini telah muncul sekelompok wanita yang menyimpang dari fitrah Allah Subhanahu wa Ta’ala, padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menciptakan manusia di atas fitrah itu. Mereka menunjukkan sifat yang tidak sesuai dengan tabiat kewanitaan mereka, padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan tabiat tersebut untuk membezakan dengan tabiat laki-laki.&lt;br /&gt;Akibatnya sekelompok wanita tersebut banyak menemui kesulitan dan kesempitan, mereka mengalami problem fizikal dan psikis, menjadi wanita-wanita yang tersisih yang dibenci sekaligus menjadi pelampiasan kemarahan suami dan anak-anak mereka.&lt;br /&gt;Di samping itu ada ancaman yang amat keras lagi bagi para wanita yang meyimpang dari fitrah dan kudrat kewanitaan mereka serta menyerupai laki-laki dalam hal berpakaian, penampilan, akhlak dan tindakan. Dalam sebuah hadits shahih dari ibnu Abbas Radhiallaahu anhu dia berkata:&lt;br /&gt;“Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam telah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang berpenampilan seperti laki-laki” (HR: Al-Bukhari).&lt;br /&gt;Laknat artinya terusir dan dijauhkan dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Wanita yang berpenampilan seperti laki-laki artinya yang meniru-niru laki-laki dalam berpakaian dan penampilan. Adapun meniru dalam hal ilmu dan pemikiran maka hal itu terpuji.&lt;br /&gt;Dari Salim Bin Abdullah dari bapaknya, dia berkata: “Telah bersabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam:&lt;br /&gt;“Ada tiga golongan manusia yang tidak akan dipandang oleh Allah Azza Wa Jalla pada hari kiamat: Orang yang durhaka kepada orang tua, wanita yang menyerupai laki-laki, dan Dayuts (orang yang tidak punya rasa cemburu)” (HR: An-Nasai)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beberapa Bentuk Penyerupaan Wanita Kepada Laki-Laki&lt;br /&gt;Banyak sekali bentuk penyerupaan wanita terhadap laki-laki. Masalah ini tidaklah terbatas hanya dalam hal pakaian saja tetapi meliputi lebih dari itu, di antara bentuk (penyerupaan) terhadap laki-laki yang sering dilakukan oleh para wanita adalah:&lt;br /&gt;Menyerupai laki-laki dalam hal berpakaian berupa memakai pakaian yang persis menyerupai pakaian laki-laki dan memakai seluar panjang yang pada asalnya merupakan pakaian laki-laki dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu bahwa “Rasullullah Shallallaahu alaihi wa Sallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki. Pernah ditanyakan kepada Aisyah Radhiallaahu anha bahwa ada seorang wanita yang memakai kasut (model laki-laki), maka berkatalah Aisyah: “Rasullullah Shallallaahu alaihi wa Sallam melaknat wanita yang meniru-niru laki-laki.” (HR: Abu Dawud).&lt;br /&gt;Tidak berpegang teguh terhadap Hijab (pakaian wanita muslimah) yang disyariatkan. Imam Adz-Dzahabi berkata: “Di antara perbuatan yang menyebabkan terlaknatnya wanita adalah menampakkan perhiasan, emas dan berlian di balik hijab dan memakai wangi-wangian ketika keluar atau memakai pakaian yang menyolok mata … Semua itu termasuk tabarruj yang dimurkai Allah dan dimurkai pula orang yang melakukannya di dunia dan akhirat.”&lt;br /&gt;Ramai keluar rumah tanpa ada keperluan baik bersama pemandu peribadi, naik kenderaan awam atau memandu sendiri seperti yang banyak terjadi di beberapa negara atau berjalan kaki sekalipun jaraknya jauh.&lt;br /&gt;Berdesak-desakan dengan laki-laki dan bercampur baur dengan mereka di pasar-pasar dan di tempat-tempat umum, bahkan sebahagian mereka tidak merasa malu untuk menunggu di barisan laki-laki ketika menunggu, masuk dan duduk diantara laki-laki khususnya di lapangan bisnes.&lt;br /&gt;Meninggikan suara dalam berbicara dengan laki-laki dengan suara yang keras sehingga terdengar dari kejauhan. Padahal tabiat seorang wanita biasanya berbicara rendah dan menghindari berbicara dengan laki-laki asing.&lt;br /&gt;Meniru kebiasaan laki-laki dalam hal berjalan dan beraktiviti, berupa berjalan di pasar-pasar atau jalanan seperti berjalannya laki-laki dengan gagah menyerupai gerakan laki-laki yang menampakkan kegagahan dan kejantanan.&lt;br /&gt;Kasar dalam bermuamalah dan berakhlak dengan keluarga dan kerabatnya, tidak lembut, kasar, keras kepala dan tidak menghargai orang lain, semua ini tercela bagi laki-laki apalagi bagi wanita?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tidak memakai perhiasan yang khusus bagi wanita seperti pacar, celak mata, dan yang lainnya sehingga menjadi seperti laki-laki dalam bentuk dan penampilan. Aisyah Radhiallaahu anhu berkata:&lt;br /&gt;“Ada seorang wanita menyerahkan sebuah buku dengan tangannya dari balik hijab kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam, beliaupun mengambilnya lalu berkata: “Aku tidak tahu apakah ini tangan laki-laki ataukah tangan wanita?” Aisyah menjawab: “Tangan wanita.” Beliau berkata lagi: “Kalau engkau wanita maka engkau harus merubah kuku-kukumu,” maksudnya dengan pacar.” (HR: Abu Dawud)&lt;br /&gt;Menyerupai laki-laki dalam berpenampilan berupa memotong rambut seperti potongan rambut laki-laki, memanjangkan kuku, posisi ketika berdiri atau duduk dan sebagainya.&lt;br /&gt;Melepaskan diri dari pengawasan suami atau wali. Dia tidak mahu menerima kalau dirinya berada di bawah pengaturan suami atau wali dia menginginkan kebebasan bertindak secara mutlak tanpa izin atau pengawasan laki-laki yang memang bertanggung jawab atas dirinya.&lt;br /&gt;Bepergian tanpa mahram dengan berbagai alat transportasi dan yang paling masyur adalah kapal terbang. Dia sendirilah yang membeli tiket, pergi ke lapangan terbang, dan bepergian tanpa mahram yang menyertainya dan melindunginya dari orang-orang fasik. Perbuatannya itu telah menyimpang dari diennya (agamanya) dan tabiatnya. Rasullullah Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda: “Janganlah seorang wanita bepergian (musafir) kecuali dengan mahramnya.” (muttafaq ‘alaih)&lt;br /&gt;Sedikitnya rasa malu, seorang wanita tomboy telah tercabut rasa malu dari keperibadian dan akhlaknya, ia tak ubahnya seperti pohon terdedah tak berkulit. Berbicara tentang segala hal, berbual dengan setiap orang pergi ke berbagai tempat tanpa rasa malu dan akhlak, sebagai mana sabda Rasullullah Shallallaahu alaihi wa Sallam dalam sebuah hadits yang shahih:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya di antara hal yang telah diketahui manusia dari ucapan para nabi yang dulu adalah: Kalau kamu tidak merasa malu maka bertindaklah semahumu.”&lt;br /&gt;Inilah beberapa bentuk penyerupaan wanita terhadap laki-laki yang keburukannya begitu nyata dikalangan para wanita, dan hal ini amat patut disesalkan. Dari penjelasan di atas dapat kita tarik kesimpulan yang menyeluruh tentang definisi wanita tomboy iaitu:&lt;br /&gt;Wanita yang menyerupai laki-laki dalam hal berpakaian, penampilan, berjalan, berbicara, meninggikan suara, beraktiviti dan bercampur baur. Atau secara ringkasnya bahwa seorang wanita dikatakan tomboy kalau dia meniru seperti laki-laki (padahal yang ia tiru adalah merupakan ciri laki-laki yang bertentangan dengan kudrat kewanitaannya).&lt;br /&gt;Beberapa sebab seorang wanita menjadi tomboy Ada beberapa penyebab yang mendorong seorang wanita menjadi tomboy yang secara umum diantaranya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;Kurangnya iman dan sedikitnya rasa takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kerana terjerumusnya seseorang kepada maksiat baik dosa kecil ataupun dosa besar merupakan akibat dari kurangnya iman dan lemahnya perasaan merasa diawasi oleh Allah Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;Kurang pendidikan, peribahasa mengatakan bahwa seseorang adalah anak bagi lingkungannya. Bila lingkungan tempat dia hidup merupakan lingkungan yang shaleh, maka diapun akan shaleh, kalau lingkungannya buruk maka diapun akan seperti itu. Seorang anak wanita yang hidup dirumah yang tunggang-langgang yang kosong dari pendidikan yang baik pada umumnya akan menyeret dia kepada berbagai penyimpangan.&lt;br /&gt;Pengaruh media massa dengan berbagai bentuk dan jenisnya, baik tontonan, yang di dengar, ataupun bacaan. Di dalamnya berkembang dan tersebar pemikiran-pemikiran sesat dan penyimpangan yang akan menyesatkan para wanita dan mendorong mereka untuk melanggar norma agama dan prinsip-prinsip kebenaran.&lt;br /&gt;Taklid buta, dia berpakaian dan berperilaku tanpa memahami dan mengetahui apa yang dia lakukan, juga tidak memikirkan manfaat dan mudharaatnya. Dia hanya sekedar ikut-ikutan kepada apa yang ada di sekitar dirinya, dari kawan-kawannnya dan dari para seniwati (artis atau bintang), sekalipun hal itu bertentangan tabiat kewanitaannya.&lt;br /&gt;Kawan bergaul yang buruk perangai, di antara hal yang tidak diragukan lagi adalah kawan bergaul yang mempunyai pengaruh besar dalam peribadi seseorang baik positif ataupun negatif. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam: &lt;br /&gt;“Perumpamaan kawan bergaul yang saleh dengan kawan bergaul yang buruk seperti orang yang menjual minyak wangi dengan Tukang Besi. Panjual minyak wangi mungkin dia akan memberikan kepadamu atau kamu membeli darinya, atau kamu dapat mencium harumnya. Adapun tukang besi mungkin dia dapat membakar pakaianmu atau kamu mencium bau busuk darinya.” (Muttafaq ‘alaih).&lt;br /&gt;Kurang percaya diri dan dalam usaha menarik perhatian, sebahagian wanita ada yang merasa kurang percaya diri dan berupaya menutup kekurangan itu dengan cara yang justeru menyeret mereka kepada keburukan yaitu menyerupai laki-laki dalam berperilaku, penampilan, pakaian dan sebagainya.&lt;br /&gt;Contoh yang buruk, contoh (figure) merupakan unsur pendidikan yang terpenting. Kadang-kadang seorang ibu berperilaku menyerupai laki-laki lalu dicontohi oleh anak perempuannya. Umumnya para anak wanita memiliki keperibadian kerana mencontohi ibu-ibu mereka. Maka seorang ibu yang tidak menghargai dan tidak menghormati ayah, pada umumnya anak wanitanya pun bertabiat seperti itu iaitu tidak menghargai suami mereka. Dan seorang ibu yang kasar nada bicaranya dan selalu keras dalam bersuara maka anak perempuannya pun akan mewarisi sifat ini pula.&lt;br /&gt;Tidak adanya rasa cemburu dari suami atau walinya, sehingga tidak mencegah dia dari penyimpangan dalam masalah hijab dan pakaian dan tidak melarangnya dari perilaku tidak layak.&lt;br /&gt;Demikian diantara sebab-sebab terpenting yang dapat menjerumuskan wanita ke dalam sikap meniru kaum laki-laki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaga kita dari segala perbuatan yang menyelisihi syari’atNya serta membimbing kita semua agar tetap diatas fitrah yang diridhaiNya. Wallahu a’lam…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-vxFUAFACGuA/TqFLppXUR6I/AAAAAAAAAac/JH6IhuCMkck/s1600/fire.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-vxFUAFACGuA/TqFLppXUR6I/AAAAAAAAAac/JH6IhuCMkck/s400/fire.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665892985059166114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-5797805317073014643?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/5797805317073014643/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/10/tomboy-wanita-yang-menyerupai-lelaki.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/5797805317073014643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/5797805317073014643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/10/tomboy-wanita-yang-menyerupai-lelaki.html' title='Tomboy : Wanita Yang Menyerupai Lelaki'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-vxFUAFACGuA/TqFLppXUR6I/AAAAAAAAAac/JH6IhuCMkck/s72-c/fire.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-4304062659128355366</id><published>2011-10-19T23:57:00.000-07:00</published><updated>2011-10-19T23:59:05.616-07:00</updated><title type='text'>Maksud Sikap CEMBURU Dalam Islam Dan Cara Mengubatinya</title><content type='html'>Beberapa tabloid pernah mengemukakan kisah “perang saudara” di antara isteri-isteri yang hidup dalam suasana poligami, di mana ada yang mencurah asid, menikam dengan pisau dapur dan mengejar antara satu sama lain. Aksi-aksi cemburu seperti ini menjadi topik perbualan serta gelak ketawa di kalangan masyarakat. Demikianlah sifat sebahagian media cetak , ia tidak mendidik pembacanya ke arah ilmu yang bermanfaat, sebaliknya merendahkan pembacanya kepada perbuatan-perbuatan yang menyelisihi ilmu, norma sihat dan etika mulia.&lt;br /&gt;Sebenarnya cemburu tidak sekadar berlaku di antara isteri-isteri yang hidup di alam poligami. Ada isteri yang cemburu apabila suaminya berbuat baik kepada ibu atau adik perempuannya. Ada suami yang cemburu apabila isterinya melayan tetamu minum petang terlebih baik daripada melayan dirinya. Ada abang yang cemburu apabila adiknya menerima hadiah daripada ibubapanya. Justeru cemburu adalah sesuatu yang lazim berlaku. Hanya ia lebih sensasi jika berlaku di kalangan mereka yang hidup di alam poligami.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maksud Cemburu.&lt;br /&gt;Secara mudah, cemburu bererti reaksi seseorang apabila sesuatu yang memiliki kepentingan bagi dirinya disaingi atau dicabar. Reaksi tersebut boleh jadi perasaan yang benci dan marah, boleh juga diterjemahkan kepada perbuatan fizikal seperti memecahkan atau membaling barang.&lt;br /&gt;Cemburu ada yang terpuji, iaitu benci dan marah kepada orang yang menyembah tuhan selain Allah, mengamalkan cara hidup selain dari apa yang Islam gariskan dan menukar-nukar ajaran Islam dengan tafsiran tersendiri. Perasaan cemburu seperti ini lahir kerana Allah dan Islam berada dalam posisi yang penting dalam diri seseorang. Apabila ia disaingi atau dicabar, maka lahirlah rasa cemburu.&lt;br /&gt;Reaksi cemburu ini seterusnya diterjemahkan kepada perbuatan mengajak orang kepada menyembah Allah (dakwah), mencegah kemungkaran yang sedang berlaku (nahi mungkar) dan membela ajaran Islam yang tulin agar masyarakat tidak terpengaruh dengan ajaran sesat.&lt;br /&gt;Termasuk sifat cemburu yang terpuji ialah apabila seorang suami memantau pakaian dan pergaulan isterinya agar sentiasa menepati tunjuk ajar Islam. Suami yang membiarkan isterinya tanpa menutup aurat, bergaul bebas dengan lelaki asing, tidak mendirikan solat dan sebagainya dicela oleh Rasulullah sebagai lelaki dayus. Baginda menegaskan: &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Tiga (jenis orang) yang Allah haramkan syurga ke atasnya: orang yang ketagih arak, orang yang menderhaka kepada ibubapanya dan orang yang dayus – iaitu orang yang membiarkan maksiat dilakukan oleh ahli keluarganya.” [Musnad Ahmad, no: 6113 dan dinilai sahih oleh Syu’aib al-Arna’uth]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berdasarkan hadis ini, jika seorang isteri itu memiliki suami yang prihatin memantau aktivitinya,  maka ia adalah sesuatu yang terpuji. Janganlah pula merungut kerana suami demikian melaksanakan tanggungjawabnya, berbeza dengan suami yang dayus.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cemburu Yang Tercela.&lt;br /&gt;Di sebalik cemburu yang terpuji, ada cemburu yang tercela. Ia merujuk kepada reaksi benci dan marah yang timbul atas sebab-sebab duniawi. Satu contoh cemburu yang tercela ialah seorang isteri yang cemburu apabila suaminya membelikan hadiah tas tangan kepada ibunya. Berbuat baik kepada ibubapa dituntut oleh Islam dan reaksi cemburu yang lahir dalam hati isteri adalah kerana sebab duniawi, iaitu dia merasakan dirinya dinombor duakan, di bawah ibu suaminya semata-mata kerana pemberian hadiah tersebut.&lt;br /&gt;Cemburu yang tercela tidak sahaja dikaitkan dengan para wanita atau isteri. Ia juga boleh dimiliki oleh para lelaki dan suami. Suatu kisah, ada seorang lelaki yang sangat pencemburu sehingga dia melarang isterinya menghadiri kuliah agama atau bertanya soalan agama kepada para ustaz. Akhirnya minat isterinya ke arah agama terhalang oleh suaminya yang pencemburu. Ini tentu saja satu sifat cemburu yang amat tercela. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mengubati Penyakit Cemburu.&lt;br /&gt;Hati yang dijangkiti penyakit cemburu yang tercela boleh diubati dengan beberapa tips berikut:  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pertama: Hendaklah disedari bahawa apa yang diperolehi oleh seseorang, maka Allah jua yang memberikannya. Jika suami memberikan tas tangan kepada ibunya, maka Allah yang sebenarnya memberi sementara suami hanya berperanan sebagai perantara yang menyampaikannya. Maka cemburu sehingga benci dan marah bererti membenci dan memarahi Allah. &lt;br /&gt;Oleh kerana itulah Allah mengingatkan kita: &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [al-Nisa’ 4:32]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kedua: Kita sesama umat Islam, sesama mukminin dan mukminat hendaklah tumpang gembira apabila saudara kita memperolehi sesuatu. Kita bergembira untuknya seolah-olah kita sendiri yang mendapat kelebihan tersebut. “I am happy for you” bukan sekadar slogan masyarakat Barat tetapi juga sesama umat Islam. Rasulullah bersabda: &lt;br /&gt;“Tidaklah (sempurna) iman seseorang kalian sehinggalah dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya.” [Shahih al-Bukhari, no: 13]&lt;br /&gt;Justeru ciri seseorang yang beriman ialah dia tidak cemburu atas kelebihan yang diperolehi oleh saudara seislamnya, tetapi dia turut bergembira. Berdasarkan hadis ini mungkin ada yang berkata: “Imanku belum cukup sempurna untuk aku mencintai bagi saudaraku apa yang aku cintai untuk diriku.” Maka alasan ini diperbetulkan dengan nasihat: “Cintailah untuk saudaramu apa yang kamu cintai bagi dirimu, nescaya kamu akan merasai kemanisan dan pertambahan iman di dalam dirimu.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketiga: Syaitan suka menghasut manusia ke arah sifat yang tercela, termasuklah sifat cemburu yang tercela. Dengan hasutan tersebut, syaitan dapat menjadikan kita lupa kepada peranan Allah yang sebenarnya memberi serta bermusuhan sesama umat Islam. Oleh itu apabila sahaja terlintas bisikan cemburu yang tercela di dalam hati, segeralah menolaknya dengan membaca "A’uzubillahi minash syaitan nirrajim."&lt;br /&gt;Hadis berikut menjadi rujukan: &lt;br /&gt;A’isyah menerangkan pada satu malam baginda keluar dari rumahnya dan ini menyebabkan dia merasa cemburu. Kemudian Rasulullah kembali ke rumah dan mendapati dia sedang dalam keadaan yang cemburu. Lalu baginda bertanya: &lt;br /&gt;“Apa jadi kepada kamu wahai A’isyah? Adakah kamu cemburu?”&lt;br /&gt;“Takkanlah aku tidak cemburu kepada orang sepertimu?”&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah melanjutkan: “Apakah telah datang kepadamu syaitan kamu?”&lt;br /&gt;“Wahai Rasulullah! Apakah bersama aku ada syaitan?”&lt;br /&gt;“Ya.”&lt;br /&gt;“Dan (apakah syaitan itu ada) pada setiap manusia?”&lt;br /&gt;“Ya.”&lt;br /&gt;(Apakah syaitan juga) bersama kamu wahai Rasulullah?”&lt;br /&gt;“Ya, akan tetapi Tuhanku telah menolongku darinya sehingga aku selamat dari gangguannya.”[Shahih Muslim, no: 5035]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahuaklam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-evJTh1IgvX8/Tp_GnHIQhaI/AAAAAAAAAaQ/LnZhoPrfWjE/s1600/Cemburu.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-evJTh1IgvX8/Tp_GnHIQhaI/AAAAAAAAAaQ/LnZhoPrfWjE/s400/Cemburu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665465231486256546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-4304062659128355366?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/4304062659128355366/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/10/maksud-sikap-cemburu-dalam-islam-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/4304062659128355366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/4304062659128355366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/10/maksud-sikap-cemburu-dalam-islam-dan.html' title='Maksud Sikap CEMBURU Dalam Islam Dan Cara Mengubatinya'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-evJTh1IgvX8/Tp_GnHIQhaI/AAAAAAAAAaQ/LnZhoPrfWjE/s72-c/Cemburu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-6222639496461417078</id><published>2011-10-18T23:57:00.000-07:00</published><updated>2011-10-19T00:01:05.558-07:00</updated><title type='text'>Nasihat Kepada Pelaku Maksiat..</title><content type='html'>Dalam mengharungi bahtera kehidupan ini, kita melihat bahwa manusia terbagi menjadi dua golongan;&lt;br /&gt;Golongan pertama adalah manusia… lingkungan… masyarakat yang cinta kebaikan… gemar melakukan kebajikan… suka dalam menjalani kema’rufan…&lt;br /&gt;Golongan kedua adalah manusia… lingkungan… masyarakat yang cinta keburukan… gemar melakukan keburukan… suka dalam menjalani kemungkaran, maksiat dan dosa…&lt;br /&gt;Ya… demikianlah lingkungan di sekitar kita…&lt;br /&gt;Ingat…! Allah Ta’ala telah memberikan peringatan kepada kita dengan tegas nan jelas… bahwa musibah akan terjadi kerana kemaksiatan yang dilakukan, tidak hanya menimpa para pelaku saja tapi akan menyeluruh kepada masyarakat sekitarnya… Allah berfirman :&lt;br /&gt;“Dan takutlah kamu terhadap fitnah (musibah, petaka, bencana, siksa) yang benar-benar tidak hanya menimpa orang-orang zalim di antara kamu secara khusus. Dan ketahuilah bahwasanya Allah Maha dahsyat siksa-Nya.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Subhanallah! sungguh peringatan yang Allah berikan bukanlah sebuah omong kosong yang tak dapat terjadi… yang tak mungkin terlaksana… sungguh janji Allah adalah sebenar-benar janji dan pasti terjadi… musibah pasti akan datang silih berganti… petaka pasti akan menimpa … bencana pasti akan terjadi di sana-sini… siksa Allah pasti akan meluluhlantakkan bumi pertiwi ini… bila kemungkaran dilakukan… bila maksiat dibiarkan… bila dosa diacuhkan… bila pelakunya diagungkan… bila perbuatannya didukung dan dikendalikan… sungguh musibah akan menimpa diri kita semua…&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan diri kita, yang mengaku para pencinta kebenaran, para pendukung kema’rufan, para penggemar kebajikan, para pelaku kebaikan… Apakah kehidupan kita sudah terlepas dari kemungkaran…? Apakah amal baik kita sudah terbebas dari dosa…? Apakah kelakuan kita sehari-hari sudah murni tanpa kesalahan dan keburukan…? Sungguh naif bila kita mengaku sebagai pasukan pembasmi kemungkaran bila namun diri kita terjerumus dalam dosa dan maksiat… Sungguh hina bila kita mengaku cinta kema’rufan bila diri kita masih terlena dengan pujuk rayu wanita dan harta… Sungguh zalim bila kita mengaku gemar melakukan kebajikan bila diam-diam kita menjalani keburukan… atau bahkan justeru kitalah yang menjadi kunci atas turunnya musibah… kerana kita tahu dan berilmu tapi kita melanggar dan melakukan maksiat… kita tidak mengamalkan ilmu yang kita peroleh dari guru-guru kita…&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya… memang manusia sulit untuk terlepas dari lupa dan salah… sulit bagi manusia untuk terbebas dari keburukan… kecuali bagi mereka yang Allah lindungi… mereka yang diberi Rahmat oleh Allah… mereka yang sentiasa ingat kepada Allah… mereka yang selalu menjaga diri dari keburukan sekecil apapun…&lt;br /&gt;Sungguh indah nasihat Ulama kita…&lt;br /&gt;Janganlah engkau melihat akan kecilnya suatu kesalahan……&lt;br /&gt;Akan tetapi lihatlah kepada siapa engkau bermaksiat……&lt;br /&gt;Subhanallah! sungguh indah nasihat ini…&lt;br /&gt;Kepada kamu yang cinta kema’rufan…&lt;br /&gt;Kepada kamu yang benci kemungkaran…&lt;br /&gt;Semoga kehadiran nasihat ulama di atas dapat menjadi renungan…&lt;br /&gt;Ya…&lt;br /&gt;janganlah engkau melihat akan kecilnya suatu dosa…&lt;br /&gt;janganlah engkau melihat akan remehnya suatu kesalahan…&lt;br /&gt;janganlah engkau melihat akan kecilnya suatu maksiat…&lt;br /&gt;jangan…!!!&lt;br /&gt;tapi lihatlah kepada siapa engkau bermaksiat…&lt;br /&gt;Allah… Dia yang sedang engkau maksiati…&lt;br /&gt;Allah… Dia yang sedang engkau durhakai…&lt;br /&gt;Allah… Dzat yang telah menciptakanmu… justeru engkau sedang melanggar aturan-aturannya…&lt;br /&gt;Lihatlah… perhatikanlah… siapa yang sedang engkau maksiati… saudara…!&lt;br /&gt;Astagfirullahal adzim min kulli dzanbil adzim…&lt;br /&gt;Sudah selayaknya bagi kita semua ya ikhwah untuk menjaga diri kita… keluarga kita… masyarakat kita… negeri kita… dari kemaksiatan, dosa, keburukan, kesalahan, dan kemungkaran…&lt;br /&gt;Wallahu a’lam....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-3DZRxa5l7qk/Tp51jYW5W8I/AAAAAAAAAaE/XLV8OAcyhaE/s1600/keinsafan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-3DZRxa5l7qk/Tp51jYW5W8I/AAAAAAAAAaE/XLV8OAcyhaE/s400/keinsafan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665094631973018562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-6222639496461417078?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/6222639496461417078/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/10/nasihat-kepada-pelaku-maksiat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/6222639496461417078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/6222639496461417078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/10/nasihat-kepada-pelaku-maksiat.html' title='Nasihat Kepada Pelaku Maksiat..'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-3DZRxa5l7qk/Tp51jYW5W8I/AAAAAAAAAaE/XLV8OAcyhaE/s72-c/keinsafan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-5963643664723656651</id><published>2011-10-15T07:24:00.000-07:00</published><updated>2011-10-15T07:28:24.177-07:00</updated><title type='text'>Orang yang Beramal di Waktu Muda Akan Bermanfaat untuk Waktu Tuanya</title><content type='html'>Dalam surat At Tiin, Allah telah bersumpah dengan tiga tempat diutusnya para Nabi ‘Ulul Azmi iaitu:&lt;br /&gt;[1] Baitul Maqdis yang terdapat buah tin dan zaitun tempat diutusnya Nabi ‘Isa ‘alaihis salam&lt;br /&gt;[2] Bukit Sinai yaitu tempat Allah berbicara langsung dengan Nabi Musa ‘alaihis salam,&lt;br /&gt;[3] Negeri Mekah yang aman, tempat diutus Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;Setelah bersumpah dengan tiga tempat tersebut, Allah Ta’ala pun berfirman:&lt;br /&gt;لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ (4) ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ (5) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.” (QS. At Tiin [95]: 4-6)&lt;br /&gt;Maksud ayat “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,” ada empat pendapat. Di antara pendapat tersebut adalah “Kami telah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya sebagaimana di waktu muda yaitu masa kuat dan semangat untuk beramal.” Pendapat ini dipilh oleh ‘Ikrimah.&lt;br /&gt;“Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya.” Menurut Ibnu ‘Abbas, ‘Ikrimah, Ibrahim dan Qatadah, juga Adh Dhahak, yang dimaksudkan dengan maksud ayat ini adalah: “dikembalikan ke masa tua setelah berada di usia muda, atau dikembalikan di masa-masa tidak semangat untuk beramal setelah sebelumnya berada di masa semangat untuk beramal.” Masa tua adalah masa tidak semangat untuk beramal. Seseorang akan melalui masa kecil, masa muda, dan masa tua. Masa kecil dan masa tua adalah masa sulit untuk beramal, berbeza dengan masa muda.&lt;br /&gt;An Nakha’i mengatakan: “Jika seorang mukmin berada di usia senja dan pada saat itu sangat sulit untuk beramal, maka akan dicatat untuknya pahala sebagaimana amal yang dulu dilakukan pada saat muda. Inilah yang dimaksudkan dengan firman Allah: "bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.”&lt;br /&gt;Ibnu Qutaibah mengatakan: “Makna firman Allah : “Kecuali orang-orang yang beriman” adalah kecuali orang-orang yang beriman di waktu mudanya, di saat keadaan  (semangat) untuk beramal, maka mereka di waktu tuanya nanti tidaklah berkurang amalan mereka, walaupun mereka tidak mampu melakukan amalan ketaatan di saat usia senja. Kerana Allah Ta’ala Maha Mengetahui, seandainya mereka masih diberi kekuatan beramal sebagaimana waktu mudanya, mereka tidak akan berhenti untuk beramal kebaikan. Maka orang yang gemar beramal di waktu mudanya, (di saat tua), dia akan diberi ganjaran sebagaimana di waktu mudanya.” (Lihat Zaadul Maysir, 9/172-174)&lt;br /&gt;Begitu juga kita dapat melihat pada surat Ar Ruum ayat 54.&lt;br /&gt;اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفاً وَشَيْبَةً يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ&lt;br /&gt;“Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. Ar Ruum: 54)&lt;br /&gt;Ibnu Katsir mengatakan: “(Dalam ayat ini), Allah Ta’ala menceritakan mengenai fasa kehidupan, tahap demi tahap. Awalnya adalah dari tanah, lalu berpindah ke fasa nutfah, beralih ke fasa ‘alaqah (segumpal darah), lalu ke fasa mudh-gah (segumpal daging), lalu berubah menjadi tulang yang dibalut daging. Setelah itu ditiupkanlah ruh, kemudian dia keluar dari perut ibunya dalam keadaan lemah, kecil dan tidak begitu kuat. Kemudian si kecil tadi berkembang perlahan-lahan hingga menjadi seorang kanak-kanak. Lalu berkembang lagi menjadi seorang pemuda, remaja. Inilah fasa kekuatan setelah sebelumnya berada dalam keadaan lemah. Lalu setelah itu, dia menginjak fasa dewasa (usia 30-50 tahun). Setelah itu dia akan melalui fase usia senja, dalam keadaan penuh uban. Inilah fasa lemah setelah sebelumnya berada pada fasa kuat. Pada fasa inilah berkurangnya semangat dan kekuatan. Juga pada fasa ini berkurang sifat lahiriyah mahupun batiniah. Oleh kerana itu, Allah Ta’ala berfirman: “kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban”.” (Tafsir Al Qur’an Al Azhim pada surat Ar Ruum ayat 54)&lt;br /&gt;Jadi, usia muda adalah masa kuat (semangat) untuk beramal. Oleh kerana itu, manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya. Janganlah disia-siakan.&lt;br /&gt;Jika engkau masih berada di usia muda, maka janganlah katakan: "jika berusia tua, baru aku akan beramal."&lt;br /&gt;Daud Ath Tha’i mengatakan:&lt;br /&gt;إنما الليل والنهار مراحل ينزلها الناس مرحلة مرحلة حتى ينتهي ذلك بهم إلى آخر سفرهم ، فإن استطعت أن تـُـقدِّم في كل مرحلة زاداً لما بين يديها فافعل ، فإن انقطاع السفر عن قريب ما هو ، والأمر أعجل من ذلك ، فتزوّد لسفرك ، واقض ما أنت قاض من أمرك ، فكأنك بالأمر قد بَغَـتـَـك&lt;br /&gt;"Sesungguhnya malam dan siang adalah tempat persinggahan manusia sampai dia berada pada akhir perjalanannya. Jika engkau mampu menyediakan bekal di setiap tempat persinggahanmu, maka lakukanlah. Berakhirnya musafir boleh jadi dalam waktu dekat. Namun, perkara akhirat lebih segera daripada itu. Persiapkanlah perjalananmu (menuju negeri akhirat). Lakukanlah apa yang ingin kau lakukan. Tetapi ingat, kematian itu datangnya tiba-tiba." (Kam Madho Min ‘Umrika?, Syaikh Abdurrahman As Suhaim)&lt;br /&gt;Semoga maksud tulisan ini sama dengan perkataan Nabi Syu’aib:&lt;br /&gt;إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ&lt;br /&gt;“Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.” (QS. Hud [11]: 88)&lt;br /&gt;Semoga Allah memperbaiki keadaan segenap pemuda yang membaca risalah ini. Semoga Allah memberi taufik dan hidayah kepada mereka ke jalan yang lurus.&lt;br /&gt;Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush shalihaat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala wa alihi wa shahbihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-ki5oda44Bog/TpmYbBUdrHI/AAAAAAAAAZ4/Y-r0VUEiZ1w/s1600/pemuda.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ki5oda44Bog/TpmYbBUdrHI/AAAAAAAAAZ4/Y-r0VUEiZ1w/s400/pemuda.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663725596373265522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-5963643664723656651?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/5963643664723656651/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/10/orang-yang-beramal-di-waktu-muda-akan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/5963643664723656651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/5963643664723656651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/10/orang-yang-beramal-di-waktu-muda-akan.html' title='Orang yang Beramal di Waktu Muda Akan Bermanfaat untuk Waktu Tuanya'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ki5oda44Bog/TpmYbBUdrHI/AAAAAAAAAZ4/Y-r0VUEiZ1w/s72-c/pemuda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-2482471416332323741</id><published>2011-10-14T08:52:00.000-07:00</published><updated>2011-10-14T08:56:39.347-07:00</updated><title type='text'>Adakah Al Quran Dalam Hatimu?</title><content type='html'>Rutin pekerjaan dan kesibukan dunia yang tiada habisnya, sering menjadi penyebab dari hati yang kering dan gersang dari sumber mata air iman yang menyejukkan. Ibarat kafilah yang melintas di padang pasir dengan muatan harta yang berlimpah, ia menjadi tidak bernilai tatkala kehausan (dehidrasi) memenuhi sekujur raganya. Setitis air, yang tatkala  harganya tiada seberapa, menjadi bernilai dalam keadaan jiwa yang dirundung kegersangan dan  kehausan yang tiada tara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah fitrah dari orang-orang beriman, yang sentiasa mengharap nilai-nilai yang mampu menyuburkan keimanannya. . Di tengah pekerjaan dan status karier yang dimilikinya, hati mereka sebenarnya tidak sepenuhnya mencukupi keperluannya. Jiwa mereka dahaga. Mereka mengharapkan keluasan hati laksana samudera, kesejukan jiwa laksana embun di pagi hari, dan kedamaian laksana bunyi deruan ombak yang menenteramkan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Muslim dan Muslimah sudah tentu mereka mengharapkan sntuhan rohani tentunya perkara yang bersangkutan dengan informasi keislaman dan keimanan, baik berupa taujih, tausiyah, renungan, tafakkur, atau kisah-kisah singkat yang sarat dengan pesanan dan inspirasi tentang bagaimana seharusnya mengelola kehidupan menuju ridha-Nya. Namun semua itu rasanya tiada cukup manakala mereka belum berinteraksi dan bersentuhan langsung dengan sumber penawar dahaga keimanan, iaitu Al-Quran.&lt;br /&gt;Sudah masyhur di tengah perbincangan mereka bahawa bagi yang membaca Al-quran, maka satu huruf yang dibacanya berbalas dengan sepuluh kebaikan. Dan bukanlah “Alif Lam Mim” itu satu huruf, akan tetapi “Alif” satu huruf, “Lam” satu huruf, dan “Mim” satu huruf. Luar biasa, dengan membaca “Alif Lam Mim” saja, pembaca Al-quran sudah mendapatkan tiga puluh kebaikan. Subhanallah! Ketakjuban terasa memenuhi relung jiwa mereka. Ini baru membaca saja. Apatah lagi jika memahami isinya dan apatah lagi jika ayat-ayat itu diamalkan dalam kehidupan nyata. Tentu, peribadi-peribadi yang dihiasi dengan nilai Al-quran akan memancarkan kedamaian dan kesejukan yang luar biasa. Jiwanya penuh kebaikan. Dan kebaikan itu tidak melahirkan apapun selain kebaikan yang berlipat kali ganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh indah gambaran seorang pembaca Al-quran, pohonnya bagus dan buahnya wangi. Itu adalah balasan Allah di dunia. Dan di akhirat Al-quran akan memberikan syafaat bagi pembacanya sehingga ia terhindar dari jilatan api neraka yang menyala-nyala. Kita pastinya jelas tersentuh mendengar khabar gembira ini, dan motivasi untuk segera mewujudkannya semakin membesar dan menggelora di dada.&lt;br /&gt;Sebagian besar ummat Islam ketika ini, tidak dinafikan memiliki tingkat kedekatan yang rendah dengan Al-quran. Jangankan berbicara masalah penerapan nilai-nilai Al-quran dalam kehidupan, pemahaman akan isi dan kandungan Al-quran sebahagian besar ummat Islam pun masih terasa sangat kurang. Terbukti makin merebaknya aliran-aliran sesat yang menyusup di tengah-tengah kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;Terlepas apakah merebaknya aliran sesat itu adalah wujud konspirasi atau bukan, seharusnya fenomena-fenomena itu menyedarkan seorang Muslim untuk lebih dekat kepada sumber agamanya. Salah satunya dengan belajar dan berlatih berinteraksi lebih dekat dengan Al-quran, yang dimulai dengan interaksi dengan cara belajar membacanya.&lt;br /&gt;Betapa banyak orang mengaku tidak boleh membaca Al-quran, tetapi tidak banyak yang mempelajarinya dengan membentuk kelas. Betapa ramai orang yang mengaku dahaga dan jiwanya kering, tetapi mereka malah hanyut dengan lagu-lagu “ruhani”, bukan berinteraksi sedekat-dekatnya dengan Al-quran penyubur jiwa.&lt;br /&gt;Tidak semua orang peduli dengan Al-quran, padahal Al-quran adalah salah satu pusaka (selain Al-Hadits) yang mampu menyelamatkan kehidupan manusia, baik di dunia ini mahupun sesudahnya, dari malapetaka dan mara bahaya. Tidak semua orang dapat menghadirkan nilai-nilai Al-quran di relung jiwa. Hanya mereka yang berhati bersih dan ikhlas sajalah yang mampu melakukannya.&lt;br /&gt;Ada baiknya setiap hamba bertanya kepada diri masing-masing “sudah adakah Al-quran dalam hatiku?”. Ya, sebab jika bukan Al-quran yang ada dalam hati, berarti ada nilai-nilai bukan Al Quran yang bersarang dan mendominasi jiwa, yang boleh jadi bukan memimpin akan tetapi menyesatkan sang hamba dari jalan kebenaran.&lt;br /&gt;Waalahuaklam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-3Ok7ZkYzVIY/TphbbhackgI/AAAAAAAAAZs/tBtZp_85Kwk/s1600/al-quran.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 260px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-3Ok7ZkYzVIY/TphbbhackgI/AAAAAAAAAZs/tBtZp_85Kwk/s400/al-quran.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663377059802288642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-2482471416332323741?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/2482471416332323741/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/10/adakah-al-quran-dalam-hatimu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/2482471416332323741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/2482471416332323741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/10/adakah-al-quran-dalam-hatimu.html' title='Adakah Al Quran Dalam Hatimu?'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-3Ok7ZkYzVIY/TphbbhackgI/AAAAAAAAAZs/tBtZp_85Kwk/s72-c/al-quran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-6083196130755951762</id><published>2011-10-13T06:46:00.000-07:00</published><updated>2011-10-13T06:50:42.302-07:00</updated><title type='text'>Persoalan Syirik</title><content type='html'>Ketika hak manusia diperlekehkan, seperti kes anak diperkosa ayah kandungnya sendiri, sudah dicabul kehormatannya dibunuh pula, hampir semua kita tidak menerimanya. “SADIS…..!!!” kata sebahagian orang. Tetapi giliran hak Allah diperlekehkan, dengan berbagai kemungkaran, tidak menunjukkan ibadah kepadaNYA saja (padahal dia mengaku Islam), kuburan disembah dan disiapkan berbagai upacara atau  ritual, kotoran binatang dijadikan rebutan untuk mendapatkan barakah, menemui makhluk halus penjaga gunung untuk meminta informasi mengenai keadaan gunung tersebut, dan banyak lagi…. HATI SIAPA YANG TAK TERGURIS ? Lantas, kejahatan apalagi yang lebih besar daripada berbuat jahat kepada Allah ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya terletak pada ketidakfahaman umat tentang asas agamanya iaitu Tauhid. Perkara yang dasar ini wajib dipelajari oleh semua insan, tanpa terkecuali. Kitab Allah diturunkan demi menjelaskan tauhid. Para Rasul diutus demi mendakwahkan tauhid. Segala sesuatu yang diciptakan demi merealisasikan tauhid. Sungguh perintah Allah yang terbesar adalah TAUHID, dan larangan yang terkeras adalah syirik. Maka pelajarilah tauhid dan lawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah yang lain kebanyakan kita sepakat harus bertauhid dan tidak berbuat syirik. Namun pada umumnya kita tidak mengetahui hakikat kesyirikan. Tidak diragukan lagi bahwa syirik adalah dosa nombor satu seluruh alam, dosa besar. Allah tidak mengampuni dosa yang satu ini, kecuali bertaubat. Tetapi tahukah kita, kesyirikan bermula dari sikap yang berlebihan kepada orang-orang yang Shalih? Mendatangi dukun atau bomoh. Bertanya hal-hal yang ghaib dengan membenarkannya ataupun tidak termasuk dalam perincian syirik? Bahkan lebih parah lagi, mendatangkan dukun-dukun ke rumah-rumah melalui media, filem atau majalah (media cetak) serta juga media Internet, baik secara sedar atau tidak sedar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mahu berfikir, adakah orang yang masuk syurga tanpa Tauhid? atau adakah orang yang masuk syurga dengan membawa dosa syirik. Mustahil!!&lt;br /&gt;Tokoh-tokoh yang bersih tauhidnya saja masih takut terhadap bahaya syirik. Tentunya kita semua yang miskin Ilmu dan Iman harusnya tidak merasa aman dari bahaya syirik. Sangat memungkinkan bagi kita terjerumus ke dalam syirik akbar apalagi syirik ashghar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya betapapun kecilnya dosa, hal itu dikhuatirkan akan menjadi langkah awal dari sebuah jalan menuju kesyirikan. Oleh kerana itu segeralah bagi kita bertaubat, sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Jangan kira syirik itu tidak akan pernah kita lakukan kalau kita tidak mahu mempelajari dan memahaminya. Mampukah kita mencari jejak semut hitam di batu hitam dalam kegelapan malam ? Ada jenis syirik yang lebih samar dari perumpamaan itu. Bagaimana cara mengatasinya ? hanya satu jalan iaitu mempelajarinya.&lt;br /&gt;Harapan kita, semoga penjelasan ini mampu memberikan kita apa yang kita perlukan terutama masalah Tauhid. Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-JxprLF-32x0/TpbsdaNeyEI/AAAAAAAAAZg/my_LM9GHFjc/s1600/syirik.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 245px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-JxprLF-32x0/TpbsdaNeyEI/AAAAAAAAAZg/my_LM9GHFjc/s400/syirik.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5662973571461204034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-6083196130755951762?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/6083196130755951762/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/10/persoalan-syirik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/6083196130755951762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/6083196130755951762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/10/persoalan-syirik.html' title='Persoalan Syirik'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-JxprLF-32x0/TpbsdaNeyEI/AAAAAAAAAZg/my_LM9GHFjc/s72-c/syirik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-6620546382135086001</id><published>2011-10-11T23:06:00.001-07:00</published><updated>2011-10-11T23:26:03.479-07:00</updated><title type='text'>Ya Allah! Sesungguhnya Aku Telah Banyak Menzalimi Diriku!</title><content type='html'>Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada penutup para rasul, kepada para keluarga dan sahabat beliau.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari ‘Abdullah bin ‘Amr ibnul ‘Ash radhiallahu ‘anhuma, dia mengatakan:&lt;br /&gt; “Abu Bakr radhiallahu ‘anhu pernah berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ya Rasulullah, ajarilah aku sebuah doa yang boleh kupanjatkan dalam solatku.” Nabi menjawab: “Katakanlah: &lt;br /&gt;“Allahumma inni zhalamtu nafsi zhulman katsira wa laa yaghfirudz dzunuba illa anta faghfirli min ‘indika maghfiratan innaka antal ghafurur rahim “&lt;br /&gt;(Ya Allah, sesungguhnya aku telah banyak menzhalimi diriku sendiri dan tidak ada yang mampu mengampuni dosa melainkan Engkau, maka berilah ampunan kepadaku dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau maha pengampun dan maha penyayang.”[HR BUKHARI]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saudaraku,  yang dimuliakan Allah. Cubalah Anda memerhatikan dan merenungkan hadits yang agung ini. Bagaimana Ash Shiddiqul Akbar, Abu Bakr radhiallahu ‘anhu meminta kepada Nabi agar mengajarkan sebuah do’a untuk dipanjatkan dalam shalatnya, dan nabi pun memerintahkan beliau untuk mengucapkan do’a di atas. Padahal kita semua tahu kedudukan Abu Bakar. Menurut anda, bagaimana dengan diri kita, yang sentiasa melampaui batas terhadap diri kita sendiri, apa yang layak kita ucapkan?!&lt;br /&gt;Mengenai keutamaan Abu Bakr disebutkan dalam hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada sahabatnya:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Siapakah diantara kamu yang memasuki waktu pagi dalam keadaan berpuasa di hari ini? Abu Bakar menjawab: “Aku.” Rasulullah bertanya lagi, “Siapakah diantara kamu yang mengiringi jenazah pada hari ini?” “Aku”, jawab Abu Bakr. “Rasulullah bertanya: “Siapakah diantara kamu yang memberi makan kepada orang miskin pada hari ini?” Abu Bakr kembali menjawab: “Aku.” Rasulullah kembali bertanya; “Siapakah diantara kamu yang menziarahi orang sakit pada hari ini?” Abu Bakr menjawab, “Aku.” Maka nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda: “Tidaklah seluruh perkara tersebut terkumpul pada diri seseorang melainkan dia akan masuk syurga.”[HR MUSLIM]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Benar, dialah Abu Bakar, wahai saudaraku, peribadi terbaik umat ini setelah nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sesuai kesepakatan ahli sunnah, tanpa ada khilaf. Barangsiapa yang mengingkari status sahabat beliau, sungguh dia telah mendustakan firman Allah:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” (At Taubah: 40).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan barangsiapa yang mendustakan Allah, sungguh dia telah terjerumus ke dalam kekafiran!&lt;br /&gt;Abu Bakr radhiallahu ‘anhu adalah sahabat nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahkan sahabat yang paling utama dan telah dipastikan akan masuk syurga, meski demikian nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajar beliau untuk sentiasa mengucapkan,”Ya Allah sesungguhnya aku telah banyak menzhalimi diri.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saudaraku, bukankah diri kitalah yang lebih layak mengucapkan do’a di atas? Bukankah kita sentiasa berbuat dosa sepanjang siang dan malam? Apabila memasuki waktu pagi, kita tidak sedar akan dosa dan kesalahan yang telah diperbuat kecuali hanya sedikit saja, kita sangat jarang mengetahui betapa sedikitnya usaha kita dalam menjalankan berbagai kewajiban? Bukankah kita sentiasa merasa bahwa tidak ada seorang pun yang lebih baik dari diri kita, bukankah kita sentiasa memandang kitalah yang paling baik dalam beragama? Demi Allah, wahai saudaraku, sesungguhnya seluruh hal tersebut adalah penyakit yang akut.&lt;br /&gt;Oleh kerana itu, aku mengajak diriku dan Anda sekalian untuk rehat dan muhasabah diri di setiap saat. Mari kita memperbanyak istighfar dan taubat serta sentiasa kembali kepada-Nya.&lt;br /&gt;Ketahuilah saudaraku, semoga Allah memberikan taufik-Nya kepadaku dan dirimu, mengakui dosa merupakan jalan menuju taubat dan sebab turunnya maghfirah. Anda tentu tahu hadits Sayyidul Istighfar yang masyhur, bukankah di  dalam hadits tersebut tercantum lafadz do’a berikut,&lt;br /&gt;Aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang kuasa mengampuni melainkan Engkau semata.[HR BUKHARI]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perhatikan, wahai Saudaraku, mengakui dosa merupakan awal perjalanan taubat.&lt;br /&gt;Oleh kerana itu, marilah kita menyesali segala dosa dan tindakan melampaui batas yang telah diperbuat, begitu pula berbagai kewajiban yang telah dikerjakan dengan penuh kekurangan. Dengan demikian, wahai saudaraku, seorang yang berakal, jika melihat orang yang lebih tua akan berujar di dalam hati: “Beliau telah terlebih dahulu beribadah kepada Allah daripada diriku”; jika melihat orang yang lebih muda, dia berujar: “Aku telah mendahuluinya dalam hal dosa”; jika melihat da’i-da’i pemberi petunjuk, dia mencintai dan berusaha meneladani mereka. Dan apabila melihat mereka yang tersesat dan tenggelam dalam  kemaksiatan, dirinya memuji Allah dan tidak mencela mereka. Bahkan dia memanjatkan pujian kepada-Nya kerana telah melindungi dari kesesatan yang menimpa mereka, dia memuji Allah kerana telah mengutamakan dirinya dengan petunjuk-Nya dari sekian banyak makhluk-Nya.&lt;br /&gt;Seandainya Allah ingin, tentulah dia akan seperti mereka. Dengan demikian, dia tidak akan merasa tinggi hati, bahkan kepada pelaku maksiat dan mereka yang tersesat. Dia akan merasa kasihan dan merasa sayang serta berusaha untuk memperbaiki mereka, di samping dia berkewajiban untuk membenci tindakan mereka yang telah menyelisihi perintah Allah dan rasul-Nya. Perkara inilah yang patut diteliti dan diperhatikan.&lt;br /&gt;Akhir kata, aku memohon kepada Allah agar memberi ampunan dari sisi-Nya dan mencurahkan rahmat-Nya kepada kita dan segenap kaum muslimin. Walhamdu lillahi rabbil ‘alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-pVONrHRg-S8/TpUx_L80jJI/AAAAAAAAAXo/ZSajZ8y-e1E/s1600/taubat.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 281px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-pVONrHRg-S8/TpUx_L80jJI/AAAAAAAAAXo/ZSajZ8y-e1E/s400/taubat.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5662487068097678482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMOGA ALLAH AMPUNI DOSA-DOSAKU..INSAN FAKIR.&lt;br /&gt;~...HANYA HAMBA....~&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-6620546382135086001?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/6620546382135086001/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/10/ya-allah-sesungguhnya-aku-telah-banyak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/6620546382135086001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/6620546382135086001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/10/ya-allah-sesungguhnya-aku-telah-banyak.html' title='Ya Allah! Sesungguhnya Aku Telah Banyak Menzalimi Diriku!'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-pVONrHRg-S8/TpUx_L80jJI/AAAAAAAAAXo/ZSajZ8y-e1E/s72-c/taubat.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-1592070206611383309</id><published>2011-01-02T07:38:00.000-08:00</published><updated>2011-01-02T07:43:00.618-08:00</updated><title type='text'>TAHUN BARU 2011</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/TSCc6awEvoI/AAAAAAAAAXY/l-26Y6TODPY/s1600/dr%2Basri.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 235px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/TSCc6awEvoI/AAAAAAAAAXY/l-26Y6TODPY/s400/dr%2Basri.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5557614467602497154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;TAHUN 2011 AKAN ‘DIMERIAHKAN’ DENGAN KENAIKAN HARGA BARANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof Madya Dr Mohd Asri Zainul Abidin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika rakyat tidak memprotes dari awal, kita akan melihat tahun baru ini menyaksikan kenaikan harga barang yang membimbangkan. Kesannya akan dirasai oleh rakyat bawahan terutama mereka yang berpendapatan rendah. Para peniaga di pelbagai peringkat akan mengambil kesempatan dalam hal ini. Maka beberapa perkara berikut perlu saya katakan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pihak kerajaan; jika mereka tidak mengambil langkah yang berkesan dalam mengawal kenaikan harga barang bererti slogan 1Malaysia: ‘rakyat didahulu’ bermaksud rakyat yang didahulukan dalam menanggung beban hidup, sedangkan golongan pembesar negara dan istana terus kemewahan dan pelbagai peruntukan, mereka dikemudiankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Golongan agama; jangan menyempitkan Islam dalam batasan yang terhad. Jangan hanya ceramah agama di media elektronik dan cetak sekadar menekan orang bawahan semata, tetapi melupai ‘kerakusan’ sesetengah golongan atasan. Ceramah dalam isu yang remeh temeh tetapi membiarkan rakyat hidup dalam ‘social justice’ yang tidak seimbang. Para penceramah jangan sekadar ‘guna agama untuk cari makan’, tetapi hendaklah agama berfungsi dalam menegakkan hak dan keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Golongan peniaga; mereka wajib beretika dalam perniagaan mereka. Kerakusan peniagaan akan merosakkan negara dalam jangka masa panjang dan akhirnya tiada pihak yang dapat hidup senang. Bagi yang muslim, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dalam urusan perniagaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Media massa; hendak pro-aktif menentang usaha kenaikan harga barang ini. Golongan yang menindas rakyat bawahan ini hendaklah dikecam dan didedahkan bahaya mereka kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Rakyat; Pastikan anda menjadi pembeli yang bijak dalam memilih kedai atau pasaraya. Di samping itu, anda juga mesti menjadi pengundi yang bijak yang bersedia menghukum pihak yang membiarkan kenaikan harga barang dan ‘mengumpulkan’ kekayaan negeri atau negara dalam kalangan mereka sahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Tahun Baru&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-1592070206611383309?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/1592070206611383309/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/01/tahun-baru-2011.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/1592070206611383309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/1592070206611383309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2011/01/tahun-baru-2011.html' title='TAHUN BARU 2011'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/TSCc6awEvoI/AAAAAAAAAXY/l-26Y6TODPY/s72-c/dr%2Basri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-1185286782429795820</id><published>2010-12-22T01:30:00.000-08:00</published><updated>2010-12-22T01:35:03.884-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“ Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah lafaz syukur dipanjatkat kepada Penguasa Seluruh Alam, yang telah mengatur perjalanan kehidupan dengan teratur dan penuh bijaksana. Dan Yang telah mengurniakan kita semua hidup didalam Islam dan Iman yang sempurna. Tidak dilupakan kepada Insan yang agung, sayyiduna Muhammad Rasulullah s.a.w, serta para sahabat baginda ridwanullahiajmain yang telah mengorbankan jiwa raga, harta benda demi untuk memperjuangkan agama Allah, Yakni Islam sehingga kini kita dapat merasakan nikmat berada didalam Islam dan Iman.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, tergerak juga hati untuk memulakan penulisan yang telah lama ditinggalkan dek kerana kesibukan dan kekurangan idea untuk dikongsikan didalam catatan pelayar ni. Syukran diucapkan kepada sahabat-sahabat yang telah member semangat untuk ana teruskan menulis walaupun ana ni tak ada bakat menulis, tp insyaAllah ana akan cuba sedaya untuk menyampaikan meseg2 berguna dalam bahasa yang mudah difahami..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sehabat yang dikasihi, sebelum ana menulis ingin untuk ana ucapakan bahawa diri yang menulis ini juga tak lari dari kesilapan dan kelalain, sabda Rasulullah s.a.w "Tiap-tiap Bani Adam itu berbuat banyak kesalahan, tetapi sebaik baik orang yang berbuat banyak kesalahan ialah orang-orang yang banyak bertaubat." (Tarmidhi, Ibnu Majah), selaku manusia kita mesti akui yang kita sebernarnya tidak lepas dari kesalahan. Oleh yang demikian selalulah kita muhasabah diri semoga segala kesilapan dan kesalahan yang telah kita lakukan dapat diperbetulkan dan ditinggalkn pada masa yang akan datang..insyaAllah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut je perihal taubat, terasa diri ni banyak sangat melakukan dosa..moga Allah memberi pengampunan kepada kita semua diatas segala dosa yang telah dibuat secara sedar atau tidak.. disini ana cuba untuk menarik kita semua untuk bermuhasabah diri, merenung kedalam diri agar kita dapat menghitung gelap dosa yang telah dilakukan. Hari demi hari, jam demi jam, minit demi minit, detik demi detik umur kita berkurang sedang dosa yang tak terampun semakin bertimbun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedarkah kita bahawa semua anggota badan merupakan alat, umpama roda sebuah basikal yang dikayuh, mengikut kehendak tuannya, jika mahu kearah kiri, maka ia akan berputar menuju kearah kiri begitulah sebaliknya.. perumpamaan ini menggambarkan bahawa tangan,kaki, mulut, mata, dan telinga berbuat dosa atau pahala diatas perintah raja. Raja yang telah menitahkan anggota berkenaan samada untuk melakukan mungkar atau ma’ruf..raja yang dimaksudkan adalah HATI..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah s.a.w “Dalam diri anak Adam itu ada seketul daging. Kalau baik daging itu maka baiklah manusia. Kalau ia rosak, maka rosaklah manusia. Ketahuilah itulah hati (roh).” (Riwayat Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati merupakan nokhoda bagi sebuah kapal, raja bagi sebuah Negara, dan ketua bagi sebuah kumpulan, menggambarkan kepada kita bahawa peranan hati dapat mempengaruhi kehidupan manusia secara total. Tetapi kita sekarang mudah menghukum tanpa melihat kepada dalaman diri, yakni bermuhasabah. Mata melihat perkara yang jahat kita mengatakan mata jahat, kaki melangkah ke tempat maksiat kita mengatakan kaki yang jahat, mulut bercakap perkara tidak baik kita mengatakan mulut jahat, kita terlupa bahawa semua itu datangnya dari punca yang satu iaitu HATI..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati ibarat cermin yang bening, dosa pula umpama debu..dosa yang dilakukan akan melekat pada hati sehingga kita sukar untuk menilai baik atau buruk perkara yang hendak dilakukan. Seringkali kita berbuat kesalahan terlebih dahulu sebelum kita sedar bahawa perkara yng kita lakukan sebenarnya satu kemurkaan Allah. Tetapi Allah itu bersifat Maha pengampun, sifat pengampunan Allah melebihi &lt;br /&gt;Kemurkaannya…subhanallah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Allah mengurniakan Akal buat kita untuk berfikir, berfikir tentang kekuasaan Allah, kehebatan Allah, dengan berfikir sedemikian membuatkan kita akan terhindar dari melakukan perkara-perkara maksiat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kala kita terfikir, kenapa dan kenapa Allah member ujian yang sangat berat untuk  ditanggung, kenapa tidak org lain, kenapa sekarang, kenapa begini dan kenapa begitu??? Persoalan-persoalan ini tak kan terjawab jika kita tidak bermuhasabah, merenung disebalik ujian tersebut, usah kita cepat melatah mengatakan perkara ini tidak patut berlaku pada aku, sedang Allah memberikan ujian itu untuk menguji kita &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah:&lt;br /&gt;“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta (Al-Ankabut [29]: 2-3).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memberi ujian buat hambaNya semata-mata untuk memilih siapakah yang paling bertaqwa kepadaNya..kata Dr Fadhilah kamsah “ tidak akan bernilai pokok jati sekiranya tidak kuat untuk menahan hujan, panas mentari dan rebut..” bernilainya sesuatu benda itu adalah kerna kekuatan dan ketahanannya..begitu juga manusia..tidakkan dikatakan kuat sekiranya tidak diuji..kata ust ana, dunia ni tempat binasa, kita sebagai manusia dicampakkan ke dunia yang penuh dengan perkara-perkara yang membawa kepada kebinasaan, kehebatan manusia adalah apabila kita kelua dari dunia dengan pegangn  yang tetap dan tidak mengikut rentak dunia yang penuh dengan kepura-puraan.. ibarat kita yang dicampakkan ke sekolah jahat, persekitaran yng penuh dengan perkara yg tidak baik, tetapi setelah kelua dari sekolah jahat itu kita tidak menjadi jahat..sebaliknya menjadi lebih baik..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama-samalah kita bermuhasabah, mencari kesilapan diri setelah itu bertaubatlah dengan taubat yang benar-benar dari hati.. ambillah masa dalam sehari untuk bermuhasabah… semoga kita semua diampunkan segala dosa… ingatlah kita hanya Hamba…..  (^__^)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/TRHGD-EwB1I/AAAAAAAAAW8/CqIbigJdZHk/s1600/Muhasabah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 303px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/TRHGD-EwB1I/AAAAAAAAAW8/CqIbigJdZHk/s400/Muhasabah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5553437587029362514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-1185286782429795820?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/1185286782429795820/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/12/dengan-menyebut-nama-allah-yang-maha.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/1185286782429795820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/1185286782429795820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/12/dengan-menyebut-nama-allah-yang-maha.html' title=''/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/TRHGD-EwB1I/AAAAAAAAAW8/CqIbigJdZHk/s72-c/Muhasabah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-9125413679463481075</id><published>2010-10-06T23:10:00.000-07:00</published><updated>2010-10-06T23:30:24.250-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Surau As-Salikin KUO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/TK1o7bk6WWI/AAAAAAAAAWg/tR5DgOLiZf8/s1600/sakilin+gambar.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 287px; height: 175px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/TK1o7bk6WWI/AAAAAAAAAWg/tR5DgOLiZf8/s400/sakilin+gambar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525187688077613410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya sesuatu gerak kerja pasti ada permulaannya, tujuan penulisan ini dikarang agar dapat memberikan sedikit gambaran dan input kepada pembaca khususnya kepada ahli jemaah  Surau As-Salikin Kuo tentang serba sedikit sejarah penubuhan surau ini. Apa yang di karang sekadar apa yang diingat dan segala pengalaman yang dilalui oleh pengarang dan rakan-rakan. Nama yang tertera di dalam coretan ini sekadar perkongsian, tidak ada niat lain dihati pengarang selain ingin menyemarakkan semangat buat ahli jemaah surau agar bersatu hati bersama-sama mengimarahkan surau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menurut saudara Zaiful Nizam Bin Syafie yang merupakan bekas  Imam surau KUO ,surau ini telah di bina dan siap digunakan pada sekitar awal tahun 2005. Saudara Zaiful dan beberapa sahabatnya memberitahu bahawa pada masa permulaan pembukaan surau, jemaah hanya beberapa orang sahaja. Pintu surau yang berada di bahagian tengah pada masa kini pada masa dahulu nya merupakan dinding dan pintu asal bagi muslimin adalah di bahagian tempat wuduk. Oleh itu, terdapat kesukaran kepada jemaah untuk melaluinya apabila imam telah memulakan solat. Jadi pintu di bahagian tengah surau di bina untuk kemudahan para jemaah. Pada zaman tersebut mikrofone dan system pembesar suara tidak seperti sekarang ini yang serba lengkap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa itu, surau kita hanya menggunakan “portable mikrofone” iaitu alat pembesar suara yang hanya mampu untuk di dengari disekitar surau sahaja. Karpet  surau, kipas angin semuanya masa itu belum ada lagi. Dalam pada masa yang sama satu gerak kerja surau telah diwujudkan oleh muslimin dan muslimat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas sem berikutnya beberapa asas surau mula hampir lengkap, adanya karpet, kipas dan pembesar suara dan seterusnya hingga kini yang lengkap dengan penghawa dingin. Untuk pengetahuan para jemaah sekalian, pada masa permulaan ahli jemaah yang ingin menjadi Ajk surau adalah sedikit khususnya muslimin. Berbekalkan semangat dan kegigihan seorang sahabat iaitu saudara Ismail bin Omar beliau telah dipilih untuk menjadi pengerusi surau. Beberapa sahabat muslimin hadir membantu beliau ketika itu saudara Zaiful Nizam,Ust Mahathir, Azman Shafai, Azman Hashim dipilih untuk menjadi Ajk surau muslimin bagi mengimarahkan surau. Bermula dengan 4 kini Alhamdulillah menjadi ramai di mana Allah menghantar saudara Rahman, fadhiri dan Faizul dan seterusnya…….Di bahagian muslimat ketika itu, sememangnya telah ramai dengan ajk. Pengarang memohon maaf kerana tidak dapat menceritakan kisah di bahagian muslimat, apa yang dikongsi hanya berkaitan pengalamaan pengarang yang berada dibahagian muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semasa pimpinan saudara Ismail bin Omar, banyak acuan-acuan gerak kerja dimulakan dengan bantuan ahli ajk surau muslimin dan muslimat. Fyers berunsur bacaan dakwah terus tersebar bilik ke bilik. Kempen demi kempen dilaksanakan dan banyak kertas kerja yang terhasil dengan izin Allah S.W.T. Dengan acuan yang terbina semoga akan menjadi penyambung kepada pimpinan surau pada sem seterusnya. Alhamdulillah ahli jemaah semakin bertambah dan ramai. Surau yang dahulunya hanya di kenali dengan surau KUO di namakan Surau As-Salikin dan suatu majlis perasmian telah dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan seterusnya, di pikul oleh arwah sahabat kita iaitu Fadhiri. Kesinambungan di teruskan oleh saudara fadhiri yang merupakan seorang pemimpin yang baik dan mesra bersama ahli ajk dan jemaah. Walaupun sentiasa di dalam kesibukan menjadi Pengerusi surau, sahabat kita juga aktif di dalam JMK dan persatuan. Terlalu banyak kenangan yang di tainggalkan buat kita semua iaitu Penubuhan Rakan Surau, Blog surau assalikinkuo.blogspot, baju surau dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh kerana saudara Fadhiri yang terlalu sebuk, pimpinan di serahkan kepada arwah sahabat kita iaitu faizul. Kesinambungan di teruskan oleh sahabat kita ini, di mana dia sendiri sudi untuk memberi kuliah agama bagi mengisi masa sementara menunggu solat isyak. Kuliah yang di sampaikan ialah berkaitan sifat 20 dan merangkap menjadi imam surau.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-9125413679463481075?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/9125413679463481075/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/10/sejarah-surau-as-salikin-kuo.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/9125413679463481075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/9125413679463481075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/10/sejarah-surau-as-salikin-kuo.html' title='Sejarah Surau As-Salikin KUO'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/TK1o7bk6WWI/AAAAAAAAAWg/tR5DgOLiZf8/s72-c/sakilin+gambar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-9075051933542270474</id><published>2010-09-02T10:05:00.000-07:00</published><updated>2010-09-02T10:09:51.679-07:00</updated><title type='text'>MUHASABAH AKHIR RAMADHAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/TH_aQwwDS-I/AAAAAAAAAWY/TYftW_5sODM/s1600/muhasabah.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 281px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/TH_aQwwDS-I/AAAAAAAAAWY/TYftW_5sODM/s400/muhasabah.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512364450423983074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Pengasihani”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah pertama dan selama-lamanya marilah kita mengatur syukur kita kepada Allah S.W.T yang telah memberikan kita semua nikmat Iman dan Islam. selawat dan salam keatas nabi junjungan besar, saiyiduna Muhammad al-mustofa dan keluarga baginda serta para sahabat-sahabat baginda ridwanullahiajmain..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah masih lg diberi ruang masa untuk ana menulis walaupun penulisan ini agak lemah, insyaAllah ana cuba kongsikan apa yang ada dalam kepala ni untuk peringatan pada diri sendiri dan kepada sahabat-sahabat semua..moga ianya menjadi pemangkin untuk kita menjadi manusia yang bertaqwa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini merupakan hari ke24 Ramadhan, dimana-mana dah kedengaran lagu-lagu raya, di TV, Radio, di pasar-pasar raya sibuk mengatakan jualan murah sempena raya..kita lupa bahawa kita sedang dalam bulan yang keberkatannya melebihi segalanya. Hati diulit dengan lagu-lagu raya sehingga ramai yang terpesona, sibuk dengan kuih raya, baju raya, kemas umah untuk raya dalam masa yang sama hari-hari dalam Ramadhan terus berlalu tanpa dimanfaatkan sepenuhnya, padahal pada 10 malam terakhir merupakan malam kemuncak ramadhan yang mana berlakunya malam Al-Qodar.&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;Firman Allah&lt;br /&gt;1.Sesungguhnya kami telah turunkannya (al Qur’an) pada malam al qadr.&lt;br /&gt;2.Dan apa jalannya engkau dapat mengetahui apa dia kebesaran Malam Lailatul-Qadar itu?&lt;br /&gt;3.Malam al qadr itu lebih baik daripada seribu bulan&lt;br /&gt;4.Turun malaikat2 dan malaikat Jibril padanya(malam al qadr) dengan izin Tuhan mereka membawa segala urusan.&lt;br /&gt;5.Selamat sejahteralah ia(malam al qadr) sehinggalah terbit fajar (Subuh). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ana teringat kata-kata ust zulfikar “ kita sibuk nak sambut encik sywal, sedangkan encik ramadhan yang dah berada disisi selama 24hari kita wat xlayan je” &lt;br /&gt;Disaat semua makhluk lain selian jin dan manusia menitiskan air mata kerana ramadhan hampir berlalu kita yang diberi akal yang waras bergelak ketawa, kalau boleh nak ramadhan pergi cepat-cepat kerna nak behari raya...berapa ramai manusia yang dapat menitiskan air mata, membasahkan pipi dengan air yang besar nilainya disisi Allah?? Betapa ramai manusia yang dapat sujud dikala org lain sedang sibuk menyiapkan persiapan 1 syawal??  Pernahkah kita semua pikir apa yang hendak dilahirkan daripada madrasah Ramdhan yang telah berlangsung selama satu bulan...malangnya sekiranya kita tidak dapat menjadikan Ramadhan ini sebagai bulan untuk menyucikan diri dan keluar dari tarbiah Ramadhan dengan sesuci kain putih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan yang berlalu tidak dapat dikembalikan semula, berapa banyak amalan kita yang telah dilakukan, berapa banyak masa yang dipergunakan dalam bulan yang mana setiap detik masanya diberkati, dan berapa banyak dosa yang masih belum terampun....persoalan-persoalan ini akan timbul sekiranya kita duduk merenung bermuhasabah....Ya Allah betapa lemahya hamabaMU ini....Allah telah membuka ruang dan peluang bagi kita semua dengan menyediakan satu bulan daripada 12bulan dalam 1tahun untuk kita semua menyucikan diri, memohon Taubat...alangkah malang jika dipersia2kan ruang ini..barangsiapa yang kelua dari bulan ramadhan sedang dosanya msih belum terampun maka celakalah dia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ramadhan yang tersisa beberapa hari lagi ni, marilah kita sama-sama tingkatkan amalan kita agar kita beroleh keampunan......titiskanlah air mata di dikala manusia sedang lena di alam mimpi, bermunajatlah, berdialoglah dengan Allah dengan hati yng penuh kyusyuk...moga Lailatul Qodar menjadi milik kita InsyaAllah..&lt;br /&gt;     Wassalam&lt;br /&gt;                                        -Redhuwan-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-9075051933542270474?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/9075051933542270474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/09/muhasabah-akhir-ramadhan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/9075051933542270474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/9075051933542270474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/09/muhasabah-akhir-ramadhan.html' title='MUHASABAH AKHIR RAMADHAN'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/TH_aQwwDS-I/AAAAAAAAAWY/TYftW_5sODM/s72-c/muhasabah.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-5397917423541762083</id><published>2010-07-31T05:27:00.000-07:00</published><updated>2010-07-31T05:31:12.747-07:00</updated><title type='text'>SUATU REALITI...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/TFQXIYeGI2I/AAAAAAAAAWA/Grg8XNo8yrY/s1600/syurgabumigd3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/TFQXIYeGI2I/AAAAAAAAAWA/Grg8XNo8yrY/s400/syurgabumigd3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5500046477701292898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5Cowner%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:officedocumentsettings&gt;   &lt;o:relyonvml/&gt;   &lt;o:allowpng/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5Cowner%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5Cowner%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-MY&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Andalus; 	panose-1:2 1 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:8195 -2147483648 8 0 65 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:36.0pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:36.0pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:670909496; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1902943762 1685104512 1141440515 1141440517 1141440513 1141440515 1141440517 1141440513 1141440515 1141440517;} @list l0:level1 	{mso-level-start-at:0; 	mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Symbol; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Andalus;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-language:EN-US;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 36pt;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Andalus;font-size:12pt;"  &gt;“Dengan menyebut nama Allah yang Maha pemurah lagi Maha Pengasihani”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Andalus;font-size:12pt;"  &gt;Alhamdulillah lafaz syukur dipanjatkan pada empunya dunia yang telah memberi peluang untuk terus bernafas, dan diberi kekuatan untuk terus berada diatas jalan dakwah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Selawat dan salam diunagkapkan kepada junjunagan besar Nabi Muhammad s.a.w. yang telah menyampaikan suara ketauhidan kepada umat sekalian alam...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Andalus;font-size:12pt;"  &gt;Alhamdulillah, dah lama tak menulis, rasa kekok pulak .. tapi insyaAllah ana usahakan apa yang termampu untuk sampaikan apa yang ada dalam fikiran ni, supaya kita sama-sama dapat mengambil pengajaran..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Andalus;font-size:12pt;"  &gt;Hari ini kita semua berada pada 15 akhir pada bulan syaaban dan insyaAllah tidak lm lagi kita akan sama-sama menyambut kehadiran ramadhan, bulan yang dijanjikan keberkatan yang berganda-ganda...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Andalus;font-size:12pt;"  &gt;Pada hari ini, cuba kita perhatikan disekeliling, betapa ramai manusia yang tidak sedar yang mereka sdg berada dalam satu bulan yang penuh dengan keberkatan, kalau pelajar sibuk dengan tugasannya, kalau pekerja sibuk dengan kerjanya. Kita berada dalam kesibukan yang sentiasa, tidak ada masa untuk kita berfikir, merenung sejenak tentang diri kita...betapa ruginya kita, jika kesempatan yang diberikan disia-siakan dek kerana kelalaian yang berpunca dari diri sendiri..hampir kesemua tahu bahawa bulan syaaban merupakan bulan yang berkat, tetapi keberkatan itu tidak dipandang kerana habuan dunia yang berada di depan mata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Andalus;font-size:12pt;"  &gt;Kalau ditanya mengapa enta tidak solat? Jawapannya sibuk, mengapa enta tidak ke surau? Jawapannya byk kerja. Mengapa enta tidak mahu mendengar kuliah? Jawapanya muda lagi...berbagai-bagai jawapan yang keluar ...yang pastinya alasan atau jawapan itu tidak dipandang pun oleh Allah..mgkin ada ruang untuk mengelak dari hukuman didunia, tapi di akhirat pasti balasan merupakann jawapan yang paling terbaik untuk manusia begitu..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Andalus;font-size:12pt;"  &gt;Ana teringat ketika menjalani Rancangan Orientasi sekolah(ROS), ana ditugaskan untuk ganti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;guru yang tidak hadir pada hari berkenaan..ana tiba dikelas tersebut, Alhamdulillah ana disambut dengan salam dan bacaan doa..setelah itu, ana perhatikan keadaan sekeliling, melihat wajah-wajah remaja yang sedang meningkat dewasa..lalu ana bertanya satu soalan kepada mereka..siapa pagi tadi solat subuh?? Semua diam..ana tya sekali lagi dengan pertanyaan yang sama.terkejut ana ,bila hampir semua diantara meraka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengaku tidak solat subuh..dalam hati ana, inikah yang akan menjadi pewaris Negara suatu hari kelak...mmg benar apa yang telah dikaji oleh Dr Fadhilah Kamsah, di Malaysia hanya 20% sahaja yang solat 5waktu..kita sekarang hadapai reality itu, reality dimana ramaja, bahkan golongan tua pun tidak mempedulikan hal-hal agama..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Andalus;font-size:12pt;"  &gt;Di university, golongan yang berada disini merupakan golongan yang terpilih dan mempunyai daya intelek yang kuat..golongan terpelajar, mempunyai ilmu..tetapi sungguh malang apabila diperhalusi ramai diantara mahasiswa yang tidak menghayati agama dengan baik, ana katakan tidak menghayati...mgkin ramai yang ada elemen ugama, bahkan ada yang sudah mantap dari segi ilmu agama, tetapi mereka tidak menghayati..maka rosaklah binasalah diri...bukti yang paling nyata dan jelas dapat kita lihat, cuba perhatikan masjid-masjid atau surau-surau yang berada di kwasan university berapa ramai mahasiswa yang ada, cuba dinisbahkan dengan jumlah keseluruhan mahasiswa...jawapannya jelas...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Andalus;font-size:12pt;"  &gt;Jika nak diperkatakan diaspek lain mmg cukup banyak, ledakan system teknologi maklumat menjadikan dunia kini berada dihujung jari kini kadang memberi banyak kemudahan pada kita semua tetapi ianya juga menjadi pembunuh kepada jiwa-jiwa yang bernyawa...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Andalus;font-size:12pt;"  &gt;Oleh yang demikian, sama2 kita duduk sejenak, muhasabah diri..dan sama2 kita berubah kearah yang lebih baik...sempena bulan yang penuh keberkatan ini, letakkan azam baru, set kan dalam minda akan berubah..syaaban merupakan bulan ibadah, bulan melatih diri untuk berada dalam bulan ramadhan, yakni bulan penyucuian diri...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Andalus;font-size:14pt;"  &gt;Ya allah daku bermohon padaMu, Tuhan yang menguasai langit dan bumi, Tuhan yang menghidup dan mematikan makhluk yang benyawa. Pada saat ini, pada ketika ini, aku tunduk patuh padaMu, betapa kerdilnya aku, betapa jahilnya aku, betapa byknya dosaku, betapa hinanya aku...Ya Allah, Engkau panjangkanlah umurku, sampaikanlah aku pada bulan ramadhan, kuatkanlah aku untuk beribadah padaMu, Ya Allah, hanya engkau tempat aku memohon pertolongan..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Andalus;font-size:14pt;"  &gt;Amiinn&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/TFQXRmEm_GI/AAAAAAAAAWI/h4CgqxwI1EM/s1600/tenang+1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/TFQXRmEm_GI/AAAAAAAAAWI/h4CgqxwI1EM/s400/tenang+1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5500046635971312738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Andalus;font-size:14pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="text-align: center; text-indent: -18pt;" align="center"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Symbol;font-size:14pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Andalus;font-size:14pt;"  &gt;Redhuwan *&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-5397917423541762083?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/5397917423541762083/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/07/suatu-realiti.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/5397917423541762083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/5397917423541762083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/07/suatu-realiti.html' title='SUATU REALITI...'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/TFQXIYeGI2I/AAAAAAAAAWA/Grg8XNo8yrY/s72-c/syurgabumigd3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-8851737946742292986</id><published>2010-07-25T05:33:00.000-07:00</published><updated>2010-07-25T05:38:04.527-07:00</updated><title type='text'>ISLAM TIDAK TERTEGAK DENGAN KATA-KATA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/TEwv4kNkd9I/AAAAAAAAAV4/crPASurqlGs/s1600/KataSaidinaAli.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 341px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/TEwv4kNkd9I/AAAAAAAAAV4/crPASurqlGs/s400/KataSaidinaAli.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5497821893952305106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat di setiap darsawarsa adalah reflaksi kepada keperibadian kumpulan&lt;br /&gt;yang memimpin manusia dalam period tersebut, melebihi reflaksi undang-undang yang&lt;br /&gt;digubal untuk menyusun kehidupan dalam aspek-aspek politik, ekonomi dan&lt;br /&gt;kemasyarakatan.&lt;br /&gt;Fenomena ini disebabkan oleh dua perkara:&lt;br /&gt;1. Kefahaman, akhlak, dan tabiat memberi kesan-kesan spritual yang lebih mendalam&lt;br /&gt;daripada arahan yang dipaksa agar dilaksananakan melalui kekuatan seperti&lt;br /&gt;penguatkuasaan undang-undang. Ia juga menanamkan pengertian tauladan yang tidak&lt;br /&gt;boleh digarap oleh kekuasaan.&lt;br /&gt;2. Falsafah, kesusasteraan, dailog dan hujah fuqaha’ mengetuk pasak akal, perasaan dan&lt;br /&gt;roh, lalu meninggalkannya dalam pendirian menerima atau menolak. Ketegasan yang&lt;br /&gt;kaku tidak pernah berupaya untuk menakluk hati, dan juga tidak ada tempat untuk rasa&lt;br /&gt;kasih dan cita.&lt;br /&gt;Dari sini dapat diketahui bahawa seutuh-utuh undang-undang atau syariat ialah&lt;br /&gt;undang-undang atau syariat yang disokong dibelakangnya oleh kepercayaan pemimpin&lt;br /&gt;yang melaksanakannya. Kerana helah, putar belit atau pencabulan adalah pendekatan&lt;br /&gt;yang digunakan oleh pemimpin ketika mana ia tidak mendapat sokongan.&lt;br /&gt;Oleh kerana itu tidak berlaku, Islam tanpa muslimin atau iman tanpa mukminin.&lt;br /&gt;Kehidupan Islam tidak akan terbina oleh nas syarak semata-mata, tetapi tiang-tiang Islam&lt;br /&gt;ditegakkan oleh kepimpinan daripada kalangan orang-orang yang beriman yang&lt;br /&gt;mempunyai kesan yang sepadu, dari kalangan tokoh pengurusan, politikus, ekonomis,&lt;br /&gt;industri, fuqaha’, hakim-hakim, sasterawan dan intelektual. Yang mengetuai mereka ialah&lt;br /&gt;seorang lelaki yang mengumpul semua kelebihan dan memiliki kepekaan yang syumul.&lt;br /&gt;Tidak ada peluang bagi undang-undang Islam untuk melakukan perubahan, tanpa ada&lt;br /&gt;memiliki hati yang tersengat dan menganggap perlaksanaan undang-undang Islam satu&lt;br /&gt;ibadat.&lt;br /&gt;Kefahaman ini bukanlah suatu yang baru. Tetapi ia adalah konsep lama yang telah&lt;br /&gt;diperjelaskan oleh para fuqaha’ salaf. Kerana mereka memahami bahawa para wali Allah&lt;br /&gt;yang menolong dan membantu agama-Nya terdapat di kalangan seluruh golongan umat&lt;br /&gt;Muhammad (s.a.w.), selagi mereka tidak tergolong daripada kalangan orang yang&lt;br /&gt;melakukan bid’ah dan kefasikan yang nyata. Jadi mereka terdapat di kalangan ahli al-&lt;br /&gt;Quran dan ahli ilmu. Mereka terdapat di kalangan ahli jihad dan peperangan. Mereka&lt;br /&gt;juga terdapat dari kalangan para peniaga, ahli pertukangan dan peladang.&lt;br /&gt;Imam Ahmad Merasa Pelik&lt;br /&gt;Ketika Imam Ahmad bin Hanbal melihat dengan pandangan hatinya, beliau&lt;br /&gt;melihat berlaku penyisihan kepada orang yang thiqah (adil) sedangkan golongan yang&lt;br /&gt;tidak disenangi, ditabalkan. Memberi kedudukan kepada ahli bid’ah dan penyerahan&lt;br /&gt;tugas kepada orang yang tidak layak, beliau berkata: “Pada hari ini, jika kamu melihat&lt;br /&gt;sesuatu yang lurus betul, maka kamu hendaklah merasa hairan dan takjub kepadanya.”&lt;br /&gt;http://www.geocities.com/bahantarbiyyah&lt;br /&gt;Kehairanan ini ada rasional kebenarannya . Apabila hawa nafsu telah mengatasi&lt;br /&gt;iman dalam recommendation yang dilakukan terhadap seseorang untuk satu satu jawatan&lt;br /&gt;sehingga seseorang dipuji; “alangkah berakalnya dia” , “alangkah pintarnya dia” dan&lt;br /&gt;“alangkah penyabarnya dia” , sedangkan di dalam hatinya tiada keimanan sekali pun&lt;br /&gt;sebesar biji sawi. Sehingga terjadi orang-orang zalim dilantik memegang kementerian&lt;br /&gt;dan berada di pusat kuasa, serta orang-orang jahil memimpin dan mengetuai majlis-majlis&lt;br /&gt;ilmu. Sehingga para ahli sejarah bersepakat bahawa punca segala fenomena kelemahan&lt;br /&gt;umat Islam adalah pada kecacatan sifat para perlaksana.&lt;br /&gt;Iktibar Daripada Tragedi&lt;br /&gt;Tragedi keruntuhan Daulah Abbasiyyah tidak berlaku melainkan sebagai natijah&lt;br /&gt;semulajadi daripada keadaan penyelewengan yang telah mencapai kemuncaknya. Tiada&lt;br /&gt;siapa yang dapat memberikan peringatan dan amaran sebagaimana peringatan dan&lt;br /&gt;amaran yang telah diberikan oleh tragedi tersebut. Walaupun demikian, tragedi tersebut&lt;br /&gt;tetap menutup pintu hati orang-orang yang terselamat daripada keganasan Tatar untuk&lt;br /&gt;mengambil iktibar, seperti muslimin di Syam dan di Mesir. Oleh sebab itulah Syam dan&lt;br /&gt;Mesir menyaksikan berbagai-bagai jenis kelemahan dan kekurangan yang amat&lt;br /&gt;memeritkan.&lt;br /&gt;Ibnu al-Qayyim telah mengucapkan satu ungkapan yang bersejarah. Ia&lt;br /&gt;menggambarkan keadaan yang berlaku pada masa itu. Beliau menyimpulkan bahawa&lt;br /&gt;punca kebatilan yang dilakukan golongan batil adalah kerana tipu daya syaitan yang&lt;br /&gt;merupakan musuh manusia dan selaras dengan analisis Islam terhadap pertarungan yang&lt;br /&gt;berlaku di antara kebaikan dan keburukan, serta bersesuaian dengan akidah Islam.&lt;br /&gt;Pertembungan Islam Dan Jahiliah&lt;br /&gt;Beliau menyebut bagaimana syaitan menemui satu kumpulan pengikutnya. “Lalu&lt;br /&gt;syaitan itu membentuk daripada mereka satu kumpulan (hizb) yang menyokongnya dan&lt;br /&gt;berwala’kan kepadanya dengan membelakangi Tuhan mereka yang sebenar (Allah).&lt;br /&gt;Mereka telah menjadi musuh kepada Tuhan mereka yang sebenar bersama dengan&lt;br /&gt;syaitan yang memangpun sudah menjadi musuh kepada Tuhannya. Mereka menyeru&lt;br /&gt;kepada kemurkaan-Nya. Mencacat cederakan rububiyyah, uluhiyyah dan keesaan-Nya.&lt;br /&gt;Mereka mencela dan mendustakan-Nya. Mereka memfitnah dan menyusahkan para wali-&lt;br /&gt;Nya dengan berbagai-bagai jenis kesusahan. Mereka berusaha untuk menghapuskan para&lt;br /&gt;wali-Nya daripada kewujudan ini. Mereka juga berusaha keras untuk mendirikan satu&lt;br /&gt;negara buat mereka.”&lt;br /&gt;Apa yang menarik di dalam petikan di atas ialah beberapa perkataan dan istilah&lt;br /&gt;yang digunakan oleh Ibn al-Qayyim, seolah-olah beliau menyifatkan tabiat pertarungan&lt;br /&gt;yang sedang berlaku di antara gerakan-gerakan Islam dengan kem jahiliyyah. Beliau&lt;br /&gt;menyebut perkataan kumpulan (hizb), fitnah, kesusahan, penghapusan dan penegakan&lt;br /&gt;negara batil. Perkataan-perkataan ini menawan keprihatinan anda, agar anda memberikan&lt;br /&gt;perhatian atau tertarik kepada persamaan bentuk peperangan dan pertarungan yang&lt;br /&gt;sedang anda hadapi, sebagaimana yang telah dihadapi oleh generasi Ibn al-Qayyim dan&lt;br /&gt;sebagaimana yang telah dialami oleh kumpulan yang bersama dengan Imam Ahmad ibnu&lt;br /&gt;Hanbal (r.a.)&lt;br /&gt;http://www.geocities.com/bahantarbiyyah&lt;br /&gt;Pertarungan yang kita lihat, bukanlah suatu yang baru,&lt;br /&gt;Ia adalah pelampauan, tetapi dengan nama-nama yang baru.&lt;br /&gt;Pertarungan di antara beberapa kumpulan yang saling bercakaran,&lt;br /&gt;Tetapi apabila untuk menentang agama, mereka bersatu.&lt;br /&gt;Pertarungan yang berlaku hari ini adalah pertarungan politik kepartian yang&lt;br /&gt;tersusun bagi mendirikan negara jahiliyyah. Mereka sebenarnya telah mendirikannya.&lt;br /&gt;Pertarungan mereka berterusan untuk mengekalkan kewujudan negara tersebut, untuk&lt;br /&gt;mengukuhkannya dan mendidik generasi baru di atas kekufuran. Hakikatnya ia bukanlah&lt;br /&gt;kerosakan akhlak, kejahatan dan kegilaan yang hanya boleh ditangani dengan nasihat&lt;br /&gt;(ceramah) para pendakwah sahaja.&lt;br /&gt;Dalam keadaan ini, golongan yang mempunyai ghirah (semangat) Islam dan&lt;br /&gt;akidah keimanan di setiap tempat hendaklah saling tolong menolong, menyusun tenaga&lt;br /&gt;dan strategi, menyempurnakan kekurangan tarbawi dan memperbanyakkan bilangan, di&lt;br /&gt;dalam proses melakukan ‘penyelamatan’ melalui praktis jihad politik yang tersusun untuk&lt;br /&gt;menegakkan negara Islam yang dipimpin oleh para du’at yang haraki.&lt;br /&gt;Membutakan Mata&lt;br /&gt;Setiap muslim dituntut untuk memberikan sedikit impak dan turut serta membawa&lt;br /&gt;kebaikan di dalam proses ‘penyelamatan’ ini berdasarkan kemampuannya. Tiada makna&lt;br /&gt;kehidupan seseorang yang berpendirian negatif. Dia hanya mendapat kenikmatan di&lt;br /&gt;dunia ini, dengan makan, minum dan wanita, sedang dia tidak berusaha untuk&lt;br /&gt;memperlihatkan pendiriannya terhadap ahli fikir di sekitarnya. Para politikus di kiri&lt;br /&gt;kanannya juga sedang bertarung; ada yang baik dan ada yang jahat, sedang dia hanya&lt;br /&gt;menjadi penonton sahaja.&lt;br /&gt;Sikap negatif, suka mengasingkan diri dan hanya menjadi penonton ini, adalah&lt;br /&gt;ungkapan singkat berupa sindiran yang tidak disukai oleh Abdul Rahim bin al-Ikhwah al-&lt;br /&gt;Shaibani, seorang penyair dan ahli tafsir. Beliau menganggapnya sebagai kematian. Di&lt;br /&gt;sisinya, seseorang manusia dan pedang, jika tidak memberikan sebarang kesan atau&lt;br /&gt;impak, walaupun hidup ia adalah mati, walaupun ia dihunuskan, ia adalah bersarung.&lt;br /&gt;Al-Rafie pergi lebih jauh. Beliau melihat tiada sebarang alasan bagi kewujudan&lt;br /&gt;seseorang yang berpendirian negatif. Beliau memberi amaran kepada anda tentang&lt;br /&gt;keperluan bersikap jelas dan terang. Kerana jika anda tidak menambah sesuatu (kesan&lt;br /&gt;atau impak) kepada dunia ini, maka anda adalah barang lebihan kepada dunia ini.&lt;br /&gt;Inilah keadaan orang yang disengat hatinya ketika melihat kesejukan ummat&lt;br /&gt;Islam. Sengatan itu melupakannya daripada mengingati lafaz-lafaz yang lembut. Hilang&lt;br /&gt;dari ingatannya bahawa anda tidak mampu mendengar ungkapan yang berterus terang,&lt;br /&gt;lalu dia berkeras terhadap anda sedangkan anda tidak berdaya menanggungnya!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-8851737946742292986?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/8851737946742292986/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/07/islam-tidak-tertegak-dengan-kata-kata.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/8851737946742292986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/8851737946742292986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/07/islam-tidak-tertegak-dengan-kata-kata.html' title='ISLAM TIDAK TERTEGAK DENGAN KATA-KATA'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/TEwv4kNkd9I/AAAAAAAAAV4/crPASurqlGs/s72-c/KataSaidinaAli.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-706709362260629259</id><published>2010-07-17T02:54:00.000-07:00</published><updated>2010-07-17T02:57:12.943-07:00</updated><title type='text'>Syaikh Said Hawa 1935-1989</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/TEF-Z5kYibI/AAAAAAAAAVw/6I8IRlmfur8/s1600/ABCD0001.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 262px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/TEF-Z5kYibI/AAAAAAAAAVw/6I8IRlmfur8/s400/ABCD0001.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494812003783969202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;div class="posttitle"&gt;      &lt;h2&gt;&lt;a href="http://trimudilah.wordpress.com/author/trimudilah/" title="Posts by trimudilah"&gt;&lt;/a&gt;      Mengenang Said Hawwa&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;      &lt;p class="post-info"&gt;  &lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;          &lt;div class="entry"&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt; sumber : Al Mustasyar Abdullah Al Aqil/ Al I’thisom&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Syaikh Said Hawa bin Muhammad Dib Hawwa lahir di kota Hamah, Suriah, tahun 1935. Ia berusia 2 tahun ketika ibunya meninggal dunia. Ia pindah ke rumah neneknya di bawah asuhan sang ayah, seorang pejuang pemberani yang berjihad melawan perancis. Pada masa mudanya berkembang pemikiran sosialis,Nasional, Ba’ats, dan Ikhwanul Muslimin. Allah memberikan kebaikan untuknya dengan bergabung ke dalam Jama’ah Ikhwanul Muslimin, tahun 1952, saat ia masih pelajar SMU.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Said Hawwa berguru pada beberapa syaikh Suriah. Diantaranya Syaikh dan Ulama Hamah, Syaikh Muhammad Al hamid, Syaikh Muhammad Al Hasyimi, Syaikh Abdul Wahab Dabas, Syaikh Abdul Karim Arrifa’i, Syaikh Ahmad Al Murad dan Syaikh Muhammad Ali Murad. Said Hawwa juga belajar pada ustadz seperti Musthafa As-shiba’i, Mushthafa Az-Zarga, Fauzi Faidhullah, dan lain2.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tahun 1961 ia lulus dari Universitas Suriah, megikuti wajib militer sebagai perwira tahun 1963, menikah tahun 1964, dan dikaruniai empat orang anak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aktifitas Dakwah Said Hawwa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Said hawwa memberi kuliah, khutbah, dan ceramah, di Suriah, Arab Saudi, Kuwait, Emirat, Irak, Yordania, Mesir, Qatar, Palestina, Amerika dan Jerman. Ia juga berperan bahkan mengoordinir demonstrasi menentang Undang-Undang Suriah tahun 1973. Kemudian dia dijebloskan penjara selama 5 tahun. Dipenjara dia menulis buku tafsir Al-Asas Fit Tafsir (dua belas jilid) dan sejumlah buku dakwah lain. Ia memimpin di Jama’ah Al Ikhwanul Muslimin, dilingkup nasional dan internasional. Serta berperan aktif dalam aktifitas dakwah, politik dan jihad.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Said Hawwa punya andil besar dibidang pendidikan. Ia bekerja sebagai pengajar diluar Suriah. Ia mengajar di Arab Saudi selama 5 tahun, kota Al Hufuf wilayah Al Ihsa selama 2 tahun, dan Madinah Al Munawwarah selama tiga tahun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jejak-Jejak Kebaikan dan Warisan Ilmiah Said Hawwa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Said hawwa punya jadwal memberi pelajaran, dialog, dan ceramah, di Jami’iyah Al Ishlah Al Ijtimia’i di Kuwait dan Madrasah An najah. Ceramahnya mendapat respon positif dari generasi muda kebangkitan Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karya-karya Said Hawwa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Said Hawwa memiliki karya tulis seputar dakwah dan gerakan, yg diminati para pemuda muslim dinegeri2 arab dan islam. Sebagian besar karya tulisnya diterjemahkan ke bahasa lain.&lt;br /&gt;Diantara karangan yg telah diterbitan sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Allah Jalla Jalaluhu&lt;br /&gt;2. Ar rasul Shallallahu alaihi wassalam&lt;br /&gt;3. Al islam&lt;br /&gt;4. Al asa fit tafsir&lt;br /&gt;5. Tarbiyatuna Arruhiyah&lt;br /&gt;6. Jundullah Tsaqafatan wa Akhlaqan&lt;br /&gt;7. dan lain-lain&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pulang ke Rahmatullah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;tahun 1987 Syaikh Said Hawwa terkena stroke, hingga sebagian anggota badannya lumpuh. Ia juga mengalami komplikasi berbagai penyakit. Ini memaksanya jauh dari masyarakat dan harus di opname.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;pada tanggal 14 desember 1988 Said Hawwa diopname di rumah sakit dan kondisinya tak kunjung membaik, hingga wafat pada hari kamis tanggal 9 maret 1989 di rumah sakit Amman, Jordania.&lt;br /&gt;Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada Al akh Said hawwa yang sabar terhadap komplikasi penyakit, penyiksaan, dan ujian meyakitkan di penjara selama bertahun tahun. Semoga Allah menjadikan itu sebagai pemberat timbangan amal kebaikannya, mengampuni kita, dan mengumpulkan kita di bersama para nabi, orang orang shiddiq, syuhada, dan orang-orang shalih, karena mereka sebaik-baik teman. Amiiin&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;(boemi Islam.com)&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-706709362260629259?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/706709362260629259/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/07/syaikh-said-hawa-1935-1989.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/706709362260629259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/706709362260629259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/07/syaikh-said-hawa-1935-1989.html' title='Syaikh Said Hawa 1935-1989'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/TEF-Z5kYibI/AAAAAAAAAVw/6I8IRlmfur8/s72-c/ABCD0001.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-8459190546278586749</id><published>2010-04-29T02:13:00.000-07:00</published><updated>2010-04-29T02:42:26.418-07:00</updated><title type='text'>Semester INI....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S9lUaRLwesI/AAAAAAAAAVY/MZZPp-Ke2f4/s1600/akuuu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 222px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S9lUaRLwesI/AAAAAAAAAVY/MZZPp-Ke2f4/s400/akuuu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465492433056856770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dengan menyebut nama Allah yang maha Pemurah lagi maha Menagasihani”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Alhamdulillah, sempat juga curi masa untuk menggerakkan jemari ini bagi mencoret sepatah dua setelah sekian lama tidak mengupdate blog ni..pantas masa berlalu, rasa bagai baru je semalam berada pada awal sem, ni dah di akhir sem...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semester ni begitu banyak peristiwa yang berlaku, ada yg gembira dan ada yang amat mengdukacitakan... ana memulakan langkah pertama, ke sambutan tahun baru di stadium merdeka bersama arwah faizol dan fadhiri..pemergian kami adalah semata-mata diatas misi dakwah di lapangan setelah lama kami berada di zon yang agak selesa..seperti mengadakan program-program ynag berbentuk kerohanian..kali ini kami turun melihat sendiri kepincangan hidup mereka-mereka yang jauh dari penghayatan agama, sukar untuk digambarkan...ana teringat kata-kata arwah fadhiri kepada ana tempoh hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“enta cuba bygkan dakwah nabi dulu, kito loni berdepe nga ore yang doh sapa isle cumo xmenghayati jah, nabi dulu sapa dakwah kepado ore yg tok kenal pn gapo tu isle”&lt;br /&gt;Selepas itu arwah terus ambil air di tangan ana dan sampaikan kepada remaja-remaja yang duduk melepak dikawasan tersebut sekadar untuk mendekati..&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S9lPIBzt76I/AAAAAAAAAVA/UBelR5__URQ/s1600/01012010055.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 187px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S9lPIBzt76I/AAAAAAAAAVA/UBelR5__URQ/s400/01012010055.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465486622133710754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;semasa berehat di masjid negara&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S9lQuwT9hAI/AAAAAAAAAVI/oiY7dB2q0k4/s1600/31122009023.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 201px; height: 146px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S9lQuwT9hAI/AAAAAAAAAVI/oiY7dB2q0k4/s400/31122009023.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465488386963637250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;          semasa sama-sama menjalankan tugas di stadium merdeka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Dua hari selepas pulang dari misi dakwah lapangan, kami duduk semeja untuk membuat garis panduan dalam hiburan khusus untuk JMK KUO dalam melaksanakan apa-apa program yang berbentuk hiburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu selepas itu iaitu pada 11/1/2010, kedua sahabat seperjuangan ana, arwah faizol dan fadhri kembali kerahmatullah kerana terlibat dengan kemalangan jalan raya pada jam 4.45pagi..subhanallah begitu pantas ms berlaku, baru 20minit ana berbual dengan arwah faizol sblm arwah keluar untuk mengambil arwah fadhiri kat stesen keretapi..ana terima panggilan mengatakan dari seorg sahabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“assalamualaikum we,nk bgth ni, saing kito faizol xdok doh, yo baru belangga nga lori, mari lalu di dekat nga traffic light tokong hindu”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ana sempat kejutkan rakan-rakan lain di rumah dan terus ke tempat kejadian, betapa pilunya hati melihat terbujur kaku seorg sahabat di atas jalan raya..saat itu arwah fadhiri dibawa ambulan ke hospital...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa jam kira-kira pukul 10 pagi setelah ana dan rakan-rakan balik dari rumah mayat untuk melihat arwah faizol, ana terima 1 lagi panggilan dari sahabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat :&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;“assalamualaikum we, enta duk mano&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;Ana : &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic;"&gt;baru sapa kolej nk kemah bare2 arwoh faizol&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sahabat : &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic;"&gt;nk oyak ni, fadhiri pun xdok doh, saba la we..Allah saye ko yo lagi..al-Fatihah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana xterkata ape-apa, terus letak panggilan telefon tersebut, dan g bagitahu sahabat-sahabat yang lain...air mata mengalir akibat tak tahan dengan pemergian kedua-dua sahabat yang paling rapat ngan ana..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S9lRzws-uyI/AAAAAAAAAVQ/AdP_Bk8D29k/s1600/P1100086.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 221px; height: 156px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S9lRzws-uyI/AAAAAAAAAVQ/AdP_Bk8D29k/s400/P1100086.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465489572479548194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;semasa tahlil arwah di dewan kolej&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Selepas itu, biasanya tugas sebagai mahasiswa,pelajar, penuntut tak lepas dari asgment. Akibat terlalu sedih dengan pemergian arwah, byk keje tertangguh jd terpaksalah ana bertunkus lumus siapkan..sehinggakan ana xde kumpulan, jd lect kata awak wat la sorg2 xsusah pun..dengan berat hati ana kata “ ok, sy siapkan, mggu depan sy hantar”...alhamdulillah semua dapat disiapkan dalam masa yang dikehendaki..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah tidak ketinggalan untuk ana dan sahabat serta sahabiah melaksanakan program2 kerohanian di kolej...disamping dapat menambahkan ilmu melalui pengajian kitab ngan ust2 khususnya dari DQ..insyaAllah sem hadapan jadual makin tersusun dengan kehadiran JMK LPS yang baru..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejam celik, pejam celik, sekrang dah sampai minggu exam....ada yang dah habis, Alhamdulillah liku-liku sem ni dapat ditempuhi dengan penuh tabah..&lt;br /&gt;Kepada sahabat2 dan sahabiah2 selamat menempuhi peperiksaan akhir, buat yang terbaik..sama-sama kita berdoa moga Allah permudahkan dan mendapat keputusan yang cemerlang bukan setakat disini bahkan dikehidupan yang akan datang insyaAllah&lt;br /&gt;Kepada sahabat yang dah habis, ana ucapkan selamat bercuti, moga kita akan dipertemukan lagi di sem hadapan insyaAllah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana pohan ampun dan maaf kepada sahabat dan sahabiah semua..sama-sama kita berdoa moga ukhwah kita berkekalan hingga ke syurga...Ukhwan bertunjangkan akidah tidakkan goyah walau apapun berlaku...&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;    Wassalam.....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-8459190546278586749?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/8459190546278586749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/04/semester-ini.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/8459190546278586749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/8459190546278586749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/04/semester-ini.html' title='Semester INI....'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S9lUaRLwesI/AAAAAAAAAVY/MZZPp-Ke2f4/s72-c/akuuu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-2656531282961507585</id><published>2010-03-29T10:23:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T10:26:30.197-07:00</updated><title type='text'>DAMPINGI ULAMA"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S7Dic5T5KAI/AAAAAAAAAU4/3yUZeoAYcDk/s1600/zikrullah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S7Dic5T5KAI/AAAAAAAAAU4/3yUZeoAYcDk/s400/zikrullah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454108134794143746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”&lt;br /&gt;Tidak ada tempat meminta pertolongan kecuali kepadaNya. Segala puji bagi Allah, tiada ada pujian kecuali padaNya. Aku memuji-mujiMU wahai Tuhanku, sebagaimana Engkau ajarkan kami cara memujiMU. Selawat dan salam semoga selalu disampaikan pada makhlukNya yang terbaik, sayyidina Muhammad s.a.w.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang berdosa itu bagaikan berada di tempat yang kotor dan najis, langkah yang patut diambil bukan sahaja perlu meninggalkan tempat itu bahkaan ia mestilah beredar dan mencari tempat baru yang bersih dan suci.. setalah berusaha membersihkan kekotoran dosa yang melekat , maka dia mestilah menjaga kebersihan itu dari sebarang perkara yang boleh mencemarkannya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mereka meninggalkan rakan atau orang2 yang mendorong kepada kemungkaran dan dosa, hendaklah dia berusaha untuk mendampingi golongan yang cintakan agama, golongan yang membencikan kemungkaran berleluasa atau dengan kata lain golongan Ulama’. Hal ini adalah disebabkan oleh Jiwa yang telah dibersihkan dari dosa dan kemungkaran yang menjerumuska ke dalam lembah kebinasaan perlu diisi dengan perkara-perkara yang makruf iaitu dengan mendekati golongan-golongan ulama’ bagi mendapatkan nasihat dan tunjuk ajar, supaya corak hidup akan bertukar kepada suasana ketaqwaan.&lt;br /&gt;Teringat kata-kata dari seorang murabbi semasa sesi pembelajaran yang telah berakhir. beliau mengatakan bahawa untuk kita menjadi seorang guru yang baik kita mestilah berada dalam suasana yang baik, kerana suasana akan membentuk kita..suasana dapat mempengaruhi gaya hidup kita, akan mempengaruhi tindak tanduk kita dan sebagainya. Oleh yang demikian, untuk menjdikan kita lebih baik kita mestilah berhijrah kpeda suatu tempat yang mempunyai persekitaran yang baik. Satu tempat yang baik yang dimaksudkan itu adalah tempat yang mempunyai golongan pencinta pada agama ada golongan yang bencikan kemksiatan berleluasa iaitu golongan Ulama’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama’ merupakan pewaris para nabi yang meneruskan perjuangn untuk menegakkan kalimah Allah dimuka bumi dan mencegah segala kemungkaran. Para Ulama’ adalah pembawa obor ilmu yang menerangi kegelapan, apabila seseorang itu berusaha mendampingi ulama’ maka bererti dia berusaha untuk mendekati cahaya. Cahaya yang dapat menilai erti ketaqwaan dan hinanya kemaksiatan. Cahaya inilah juga dapat memberi jalan untuk merentasi lorong-lorong gelita kejahilan.&lt;br /&gt;Para ulama’ adalah golongan yang sentiasa berusaha memberi peringatan, dan peringatan itu amat berguna kepda manusia yang tidak sunyi dari sifat lalai dan lupa, sebagaimana firman Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Berilah peringatan kerana peringatan itu amat memberi manfaat kepada orang-orang yang beriman”&lt;br /&gt;Az-zariyat, 55&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang2 yang sedng bertaubat setelah mereka meninggalkan tempat-tempat yang membawa kepada kejahatan, mereka mestilah sentiasa mendampingi majlis2 zikrullah. Kalau kita melihat makna zikir adalah ingat kepada Allah bukan sekadar didalam hati da fikiran sahaja, tetapi melaksanakan ingatan kepada hokum-hukum dan peraturan Allah Taala. Iaitu dengan erti kata lain melaksanakan segala kewajipan terhadap diri, keluarga dan masyarakat islam atau jemaah islam dan Negara. &lt;br /&gt;Tidak dikatakan zikrullah jika sekadar pada lidah semata-mata , zikir yang hanya pada lidah walaupun diucapkan ribuan kali, namun ianya tidak menepati kehendak zikir yang sebenarnya jika amalan sehariannya tidak menunjukkan bahawa dia benar-benar ingat kepada Allah S.W.T. Apa ertinya lidah sentisa menyebut Allah sedangkan dia masih lagi terlibat dalam kemungkaran dan kemaksiatan contonya terlibat dalam rasuah, jual beli rumah secara riba, dan sebagainya. Sepatutnya bagi lidah yang sentiasa melafzkan Allah, tidak layak baginya untuk melakukan amalan yang bercanggah dengan kehendak Allah S.W.T.&lt;br /&gt;Kesan dari zikrullah itu mestilah dapat kita lihat dari amalan seharian. Sekiranya bercanggah antara ucapan dan amalan maka bererti kita sebenarnya jahil terhadap apa yang telah diucapkan. Maka wajiblah menseragamkan anatara ucapan, ingatan, dan amalan kerana sebenarnya yang dikatakan iman ialah ikrar dengan lidah, membenarkan dengan hati dan melaksanakan dengan anggota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat dari saidinar Ali r.a, bahawa seorang lelaki setelah selesai dari menunaikan solatnya, lantas berdoa pada Allah dengan katanya” YA ALLAH YA TUHANKU, AKU BERTAUBAT KEPADAMU SEKARANG JUGA” Apabila saidinar Ali mendengar doa orang it uterus Saidinar Ali berkata :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai hamba Allah yang sedang berdoa, sesungguhnya taubat yang engkau pohonkan itu adalah taubat dusta, dan kamu memerlukan kepada taubat yang lain”&lt;br /&gt;Sesunggauhnya bertaubat itu memerlukan syarat yang mesti dituruti dan dipatuhi. Jika kamu mempermudahkan urusan agamamu di dunia, Nescaya Allah akan memperhlusi setiap amalanmu diakhirat dan jika kamu memperhalusi setiap amalanmu di dunia maka Allah akan mempermudahkanmu di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama-sama kita muhasabah diri kembali, agar kita sentiasa dalam magfirahnya. Tiada apa yang kita harapkan dari Allah melainkan dengan Rahmat dan pertolongannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Wassalam..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-2656531282961507585?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/2656531282961507585/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/03/dampingi-ulama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/2656531282961507585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/2656531282961507585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/03/dampingi-ulama.html' title='DAMPINGI ULAMA&quot;'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S7Dic5T5KAI/AAAAAAAAAU4/3yUZeoAYcDk/s72-c/zikrullah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-9026520990820390898</id><published>2010-03-28T02:19:00.000-07:00</published><updated>2010-03-28T02:24:59.661-07:00</updated><title type='text'>KONSERT JOM HEBOH DI KELANTAN MENJADI CONTOH KPD NEGERI-NEGERI LAIN</title><content type='html'>KOTA BHARU, 28 Mac – Penganjur Konsert Jom Heboh yang berlangsung di Stadium Sultan Mohd Ke-IV, di sini malam tadi mengotakan janji untuk mematuhi syarat dikenakan kerajaan negeri, antaranya pengasingan tempat duduk antara penonton lelaki dan perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu hanya artis lelaki – tiada artis perempuan sebagaimana lazimnya – yang membuat persembahan pada konsert Jom Heboh pertama selepas pelancaran di Stadium Bukit Jalil hujung Februari lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ketua Pegawai Eksekutif Rangkaian Media Prima, Dato’ Sri Ahmad Farid Ridzuan, pihaknya bercadang untuk menjadikan konsert Jom Heboh di Kota Bharu sebagai model bagi konsert seterusnya di negeri-negeri lain bermula di Johor Bahru selepas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil melahirkan rasa kagumnya di atas sambutan amat menggalakkan Ahmad Farid secara jujur mengakui Kelantan adalah negeri yang begitu berjaya bagi penganjuran program Jom Heboh selama dua hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya merakamkan ucapan terima kasih kepada Tuan Guru Dato’ Nik Abdul Aziz serta kakitangan kerajaan negeri yang begitu mesra dalam memberi kerjasama kepada kami dalam menjayakan program ini untuk kali pertama di Kelantan dan Insya-Allah ia akan diadakan pada setiap tahun di sini sekiranya mendapat kelulusan pihak kerajaan negeri,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut beliau, pihak penganjur tiada masalah untuk memenuhi syarat dikenakan kerajaan negeri termasuk pengasingan tempat duduk lelaki dan wanita serta tiada persembahan melibatkan artis wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah semuanya berjalan lancar.. kita akur akan syarat dikenakan.. begitu juga Baginda Tengku Mahkota Kelantan yang berangkat pada hari pertama program (Jumaat).. Baginda sangat gembira melihat rakyat negeri ini mengambil kesempatan membawa bersama keluarga masing-masing khasnya bagi mengikuti program Al-Kulliyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya juga ingin memohon maaf kepada kerajaan Kelantan sekiranya selama dua hari Jom Heboh berada di Kelantan ada sedikit sebanyak kekurangan yang berlaku dan ia akan ditingkatkan pada masa akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya lihat penonton begitu gembira hadir ke konsert ini walaupun mereka di bahagikan kepada tiga tempat yang dihalang dengan pagar besi di antara satu sama lain,” katanya ketika ditemui sejurus konsert berakhir malam tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dianggarkan lebih 50,000 penonton, kebanyakannya golongan muda mudi membanjiri segenap ruang Stadium Sultan Mohd Ke-IV untuk mengikuti konsert Jom Heboh yang pertama kali berlangsung di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara artis yang mengadakan persembahan malam tadi termasuk Kumpulan Raihan, Yassin (bekas anggota kumpulan nasyid Brothersa), Jamal Abdillah, Jay Jay dan artis dikir barat tersohor negeri ini, Megat Nordin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S68gLN8njlI/AAAAAAAAAUw/xr_xFT8iZXE/s1600/5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S68gLN8njlI/AAAAAAAAAUw/xr_xFT8iZXE/s400/5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453613050863521362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S68gFrLNrqI/AAAAAAAAAUo/_fV9HhqTDuY/s1600/4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S68gFrLNrqI/AAAAAAAAAUo/_fV9HhqTDuY/s400/4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453612955630153378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S68gAcmJpSI/AAAAAAAAAUg/eEA3tDOqOE0/s1600/3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S68gAcmJpSI/AAAAAAAAAUg/eEA3tDOqOE0/s400/3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453612865817257250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S68f6qnnYyI/AAAAAAAAAUY/VniI1fvbsog/s1600/2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S68f6qnnYyI/AAAAAAAAAUY/VniI1fvbsog/s400/2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453612766502282018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S68fz5akQFI/AAAAAAAAAUQ/32wY8qsNuc0/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S68fz5akQFI/AAAAAAAAAUQ/32wY8qsNuc0/s400/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453612650214998098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-9026520990820390898?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/9026520990820390898/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/03/konsert-jom-heboh-di-kelantan-menjadi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/9026520990820390898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/9026520990820390898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/03/konsert-jom-heboh-di-kelantan-menjadi.html' title='KONSERT JOM HEBOH DI KELANTAN MENJADI CONTOH KPD NEGERI-NEGERI LAIN'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S68gLN8njlI/AAAAAAAAAUw/xr_xFT8iZXE/s72-c/5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-843462792187712352</id><published>2010-03-22T01:35:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T01:42:27.614-07:00</updated><title type='text'>UWAIS AL-QARNI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S6ctYnPa6GI/AAAAAAAAAUI/cRaroXUJ3q4/s1600-h/ddd.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 304px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S6ctYnPa6GI/AAAAAAAAAUI/cRaroXUJ3q4/s400/ddd.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451375774829045858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang pemuda bermata biru, berambut keperangan, bahunya lebar dan berpenampilan cukup tampan, hidup pada zaman Rasulullah SAW. Beliau yang berkulit kemerah-merahan selalu menundukkan dagunya memerhatikan tempat sujudnya, tangan kanannya menumpang pada tangan kirinya, seorang yang mahir membaca al-Quran dan selalu menangis. Pakaiannya hanya dua helai yang sudah kusut. Satu untuk menutup badan dan yang satu lagi sebagai selendang. Tiada orang yang menghiraukan, dan tidak dikenali oleh penduduk bumi akan tetapi sangat terkenal di langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi seandainya dia berdoa, pasti terkabul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari kiamat nanti ketika semua ahli ibadah dipanggil dan disuruh masuk ke syurga, dia dipanggil agar berhenti dahulu dan disuruh memberi syafa’at, ternyata Allah memberi izin kepadanya untuk memberi syafa’at sejumlah kabilah Rabi’ah dan kabilah Mudhar.Semua akan dimasukkan ke syurga tanpa seorangpun yang ketinggalan kerananya. Dia adalah “Uwais al-Qarni”. Ia tak dikenal kebanyakan orang, ia juga miskin, banyak orang suka menertawakan, mengolok-olok, dan menuduhnya sebagai pengemis, pencuri serta berbagai macam umpatan dan penghinaan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang fuqaha’ negeri Kuffah, kerana ingin duduk bersamanya, cuba memberinya hadiah dua helai pakaian, tetapi tidak berbaloi kerana hadiah pakaian tadi diterimanya tetapi dikembalikan olehnya seraya berkata: “Aku khuatir, nanti ada orang menuduhku, dari mana aku dapatkan pakaian itu, kalau bukan dari mengemis pasti dari hasil curian”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pemuda dari Yaman ini telah lama menjadi yatim, tidak mempunyai keluarga, kecuali hanya ibunya yang telah terlalu tua dan lumpuh. Penglihatannya pula sudah kabur. Untuk mencukupi kehidupan sehariannya, Uwais bekerja sebagai penggembala kambing. Upah yang diterimanya hanya cukup untuk sekadar menampung kehidupan sehari bersama si ibu. Bila ada kelebihan, ia pergunakan untuk membantu jiran tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti keadaannya.Kesibukannya sebagai penggembala kambing dan merawat ibunya yang lumpuh dan buta, tidak mempengaruhi kegigihan ibadahnya, ia tetap melakukan puasa di siang hari dan bermunajat di malam harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uwais al-Qarni telah memeluk Islam pada masa negeri Yaman mendengar seruan Nabi Muhammad SAW. yang telah mengetuk pintu hati mereka untuk menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yang tiada sekutu bagi-Nya. Islam mendidik setiap pemeluknya agar berakhlak luhur dan mulia. Peraturan-peraturan yang terdapat di dalamnya sangat menarik hati Uwais, sehingga setelah seruan Islam datang di negeri Yaman, ia segera memeluknya, kerana selama ini hati Uwais selalu merindukan datangnya kebenaran. Ramai di antara jiran tetangganya yang telah memeluk Islam, pergi ke Madinah untuk mendengar ajaran Nabi Muhammad SAW secara langsung. Sekembalinya mereka ke Yaman, mereka memperbaharui rumah tangga mereka dengan cara kehidupan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah sedihnya hati Uwais setiap kali melihat jiran tetangganya yang baru datang dari Madinah. Mereka itu telah “bertamu dan bertemu” dengan kekasih Allah penghulu para Nabi, sedang ia sendiri belum berkesempatan.Kecintaannya kepada Rasulullah menumbuhkan kerinduan yang kuat untuk bertemu dengannya. Tetapi apakan daya ia tak punya bekal yang cukup untuk ke Madinah, dan yang lebih ia beratkan adalah ibunya yang jika dia pergi, tiada orang yang akan menjaganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di khabarkan, ketika terjadi perang Uhud Rasulullah SAW mendapat cedera dan giginya patah karena dilempari batu oleh musuh-musuhnya. Khabar ini akhirnya terdengar oleh Uwais. Ia segera memukul giginya dengan batu hingga patah. Hal tersebut dilakukan sebagai bukti kecintaannya kepada Rasulullah SAW, sekalipun ia belum pernah melihatnya. Hari berganti dan musim berlalu, dan kerinduan yang tak terbendung membuat hasrat untuk bertemu dengan Rasulullah tidak dapat dipendam lagi. Uwais merenungkan diri dan bertanya dalam hati, bilakah ia dapat menziarahi Nabinya dan memandang wajah baginda dari dekat ? Tetapi, bukankah ia mempunyai ibu yang sangat memerlukan penjagaannya dan tidak boleh ditinggal bersendirian. Hatinya selalu gelisah siang dan malam menahan kerinduan untuk berjumpa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, pada suatu hari Uwais mendekati ibunya, mengeluarkan isi hatinya dan memohon izin kepada ibunya agar diperkenankan pergi menziarahi Nabi SAW di Madinah. Si-ibu, walaupun telah uzur, merasa terharu ketika mendengar permohonan anaknya. Beliau memahami perasaan Uwais, lalu berkata : “Pergilah wahai anakku ! temuilah Nabi di rumahnya. Dan bila telah berjumpa, segeralah engkau kembali pulang”. Dengan rasa gembira ia berkemas untuk berangkat dan tidak lupa menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkan serta berpesan kepada jiran tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah berpeluk cium dengan ibunya, berangkatlah Uwais menuju Madinah yang jaraknya lebih kurang empat ratus kilometer dari Yaman. Laluan perjalanan yang begitu mencabar ditempuhinya, tidak peduli kepada perompak dan penyamun, bukit yang curam, padang pasir yang begitu panas, seluas dan sejauh mata memandang dan dapat menyesatkan, dan apabila malam ia menjadi begitu sejuk. Semua itu tiada menjadi hal baginya asalkan dapat bertemu dan dapat memandang sepuas-puasnya paras rupa baginda Nabi SAW yang selama ini dirindukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya tibalah Uwais al-Qarni di kota Madinah. Beliau segera menuju ke rumah Nabi SAW, diketuknya pintu rumah, sambil mengucapkan salam. Keluarlah Sayyidatina Aisyah RA sambil menjawab salam Uwais. Uwais bersegera menanyakan Nabi yang ingin ditemuinya. Namun ternyata baginda SAW tidak berada di rumah melainkan berada di medan perang. Betapa kecewa hati Uwais. Dari jauh ia datang untuk bertemu Rasulullah tetapi yang dirindukannya tidak berada di rumah. Dalam hatinya bergolak perasaan ingin menunggu kepulangan Nabi SAW dari medan perang. Tetapi, bilakah baginda akan pulang ? Sedangkan masih terngiang di telinga pesan ibunya yang sudah tua dan sakit, agar ia cepat pulang ke Yaman,” Engkau harus lekas pulang”. Kerana ketaatan kepada ibunya, pesanan ibunya tersebut telah mengalahkan suara hati dan kemahuannya untuk menunggu dan bertemu dengan Nabi SAW. Akhirnya, dia terpaksa memohon keizinan Sayyidatina Aisyah RA untuk segera pulang ke negerinya. Dia hanya mengirimkan salamnya untuk Nabi SAW dan melangkah pulang dengan perasaan terharu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekembalinya dari medan perang, Nabi SAW terus menanyakan tentang kedatangan orang yang mencarinya. Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahawa Uwais al-Qarni adalah anak yang taat kepada ibunya. Ia adalah penghuni langit (sangat terkenal di langit). Mendengar kata-kata Rasulullah SAW tersebut, Sayyidatina Aisyah RA. dan para sahabatnya tercengang. Menurut maklumat Sayyidatina Aisyah RA, memang benar ada orang yang mencari Nabi SAW dan segera pulang kembali ke Yaman, kerana ibunya sudah tua dan sakit-sakit sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama. Rasulullah SAW bersabda : “Kalau kalian ingin berjumpa dengannya (Uwais al-Qarni), perhatikanlah, ia mempunyai tanda putih di tengah-tengah tapak tangannya.” Sesudah itu baginda memandang kepada Sayyidina Ali dan Sayyidina Umar RA. dan bersabda : “Suatu hari nanti, apabila kamu bertemu dengannya, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari, minggu berganti bulan dan tahun terus berlalu. Tidak lama kemudian Nabi SAW wafat, sehingga ke zaman khalifah Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq RA. dan zaman Khalifah Umar RA. Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Nabi SAW. tentang Uwais al-Qarni, penghuni langit. Beliau segera mengingatkan sayyidina Ali untuk mencarinya bersama. Sejak itu, setiap kali jika ada kafilah yang datang dari Yaman, beliau berdua selalu bertanya tentang Uwais al-Qarni, apakah dia turut bersama mereka. Di antara kafilah-kafilah itu ada yang merasa hairan, apakah sebenarnya yang terjadi sehingga seorang khalifah begitu sibuk mencari-cari orang yang bernama Uwais ini. Rombongan kafilah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, Uwais al-Qarni turut bersama rombongan kafilah menuju ke kota Madinah. Melihat ada rombongan kafilah yang datang dari Yaman, lantas khalifah Umar dan Sayyidina Ali mendatangi mereka dan bertanya apakah Uwais turut bersama mereka. Rombongan itu mengatakan bahawa memang ada seorang yang bernama Uwais bersama mereka dan sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawapan itu, mereka berdua bergegas pergi menemui Uwais al-Qarni. Sesampainya di khemah tempat Uwais berada, Khalifah Umar dan Sayyidina Ali memberi salam. Namun rupa-rupanya Uwais sedang melaksanakan solat. Setelah mengakhiri solatnya, Uwais menjawab salam kedua tamu agung tersebut sambil bersalaman. Sewaktu berjabat, Khalifah Umar segera membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan kebenaran tanda putih yang berada ditapak tangannya sebagaimana pernah disabdakan oleh baginda Nabi SAW. Memang benar ! Dia penghuni langit. Lalu mereka bertanya kepadanya, "Siapakah nama saudara ? “Abdullah”, jawab Uwais. Mendengar jawaban itu, kedua sahabat itu pun tertawa dan mengatakan : “Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya ?” Uwais kemudian berkata: “Nama saya Uwais al-Qarni”. Dalam perbualan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang ketika itu. Akhirnya, Khalifah Umar dan Ali memohon agar Uwais berkenan mendoakan untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada khalifah, “Sayalah yang harus meminta doa dari kalian”. Mendengar perkataan Uwais, Khalifah berkata: “Kami datang ke sini untuk mohon doa dan istighfar dari anda”. Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais al-Qarni akhirnya mengangkat kedua tangannya, berdoa dan membacakan istighfar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Khalifah Umar berjanji untuk menyumbang wang negara dari Baitul Mal kepada Uwais, untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais menolak dengan lembut sambil berkata : “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian itu, nama Uwais kembali tenggelam tak terdengar lagi beritanya. Tetapi ada seorang lelaki pernah bertemu dan ditolong oleh Uwais. "Waktu itu kami sedang berada di atas kapal menuju tanah Arab bersama para pedagang, tanpa disangka-sangka angin taufan bertiup dengan kencang. Akibatnya hempasan ombak menghentam kapal kami sehingga air laut masuk ke dalam kapal dan menyebabkan kapal semakin berat. Pada saat itu, kami melihat seorang laki-laki yang mengenakan selimut berbulu di sudut kapal yang kami tumpangi, lalu kami memanggilnya. Lelaki itu keluar dari kapal dan melakukan solat di atas air. Betapa terkejutnya kami melihat kejadian itu." Ujar lelaki tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai waliyullah,” Tolonglah kami !” tetapi lelaki itu tidak menoleh. Lalu kami berseru lagi,” Demi Zat yang telah memberimu kekuatan beribadah, tolonglah kami!”Lelaki itu menoleh kepada kami dan berkata: “Apa yang terjadi ?” “Tidakkah engkau melihat bahawa kapal ini dibadai angin dan dihentam ombak ?”tanya kami. “Dekatkanlah diri kalian pada Allah !“katanya. “Kami telah melakukannya.” “Keluarlah kalian dari kapal dengan membaca bismillahirrahmaanirrahiim!” Kami pun keluar dari kapal satu persatu dan berkumpul di situ. Pada ketika itu jumlah kami lima ratus orang lebih. Sungguh ajaib, kami semua tidak tenggelam, sedangkan kapal dan segala muatannya tenggelam ke dasar laut. Lalu orang itu berkata pada kami ,”Tak mengapa harta kalian menjadi korban asalkan kalian semua selamat”. “Demi Allah, kami ingin tahu, siapakah nama Tuan ? “Tanya kami. “Uwais al-Qarni”. Jawabnya dengan singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kami berkata lagi kepadanya, “Sesungguhnya harta yang ada di atas kapal tersebut adalah milik orang-orang fakir di Madinah yang dikirim oleh orang Mesir.” “Jika Allah mengembalikan harta kalian. Apakah kalian akan membagi-bagikannya kepada orang-orang fakir di Madinah?” tanyanya.”Ya,”jawab kami. Orang itu pun melaksanakan solat dua rakaat di atas air, lalu berdo’a. Setelah Uwais al-Qarni mengucap salam, tiba-tiba kapal itu muncul ke permukaan air, lalu kami menumpanginya dan meneruskan perjalanan. Setibanya di Madinah, kami membahagi bahagikan seluruh harta kepada orang-orang fakir di Madinah, tiada seorangpun yang&lt;br /&gt;tertinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu kemudian, tersebarlah berita bahawa Uwais al-Qarni telah kembali ke rahmatullah. Anehnya, pada saat dia akan dimandikan tiba-tiba sudah ramai orang yang berebutan untuk memandikannya. Dan ketika dibawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana sudah ada orang-orang yang menunggu untuk mengkafaninya. Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburnya. Di sana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa menuju ke perkuburan, luar biasa ramainya orang yang berebut rebut untuk mengusungnya. Dan Syeikh Abdullah bin Salamah menjelaskan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika aku ikut serta mengurus jenazahnya sehingga aku pulang dari mengantar jenazahnya, lalu aku bermaksud untuk kembali ke tempat perkuburannya tetapi ternyata tanda pada kuburannya sudah hilang sehingga tak terlihat ada bekas kuburannya. (Syeikh Abdullah bin Salamah adalah orang yang pernah ikut berperang bersama Uwais al-Qarni pada masa pemerintahan Sayyidina Umar r.a.) Meninggalnya Uwais al-Qarni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat menghairankan. Begitu ramai orang yang tidak dikenali datang untuk mengurus jenazah dan pengkebumiannya, padahal Uwais adalah seorang fakir yang tidak dihiraukan orang. Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, di situ selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu. Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya : “Siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais al-Qarni ? Bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya hanyalah sebagai penggembala kambing dan unta ? Tapi, ketika hari kematianmu, engkau telah menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal. Mereka datang dalam jumlah yang sedemikian ramainya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang di turunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pengkebumiannya. Baru ketika itulah penduduk Yaman mengetahui siapa “Uwais al-Qarni” Memang ia tak dikenali di bumi tetapi seluruh isi langit mengenalinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-843462792187712352?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/843462792187712352/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/03/uwais-al-qarni.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/843462792187712352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/843462792187712352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/03/uwais-al-qarni.html' title='UWAIS AL-QARNI'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S6ctYnPa6GI/AAAAAAAAAUI/cRaroXUJ3q4/s72-c/ddd.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-3765224471357520969</id><published>2010-03-10T15:35:00.000-08:00</published><updated>2010-03-10T15:37:30.355-08:00</updated><title type='text'>Syeikh Al-Azhar, Syeikh Dr. Mohamed Sayed Tantawi meninggal Dunia..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S5gtLCvlIDI/AAAAAAAAAT4/XnTozVOsGrI/s1600-h/Al-Azhar+Grand+Imam+Sheikh+Mohamed+Sayyed+Tantawi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S5gtLCvlIDI/AAAAAAAAAT4/XnTozVOsGrI/s400/Al-Azhar+Grand+Imam+Sheikh+Mohamed+Sayyed+Tantawi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447153417042862130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KAHERAH - Syeikh Al-Azhar, Syeikh Dr. Mohamed Sayed Tantawi, seorang tokoh kontroversi di Mesir meninggal dunia semalam di Arab Saudi kerana diserang sakit jantung semasa menaiki sebuah pesawat, kata satu kenyataan akhbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut agensi berita Mena, Sheikh Dr. Mohamed yang merupakan ketua Universiti Al-Azhar di Mesir berada di Riyadh untuk menghadiri anugerah Raja Faisal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Dr. Mohamed yang berumur 81 tahun itu menaiki sebuah pesawat pada awal pagi apabila beliau diserang sakit dan jatuh di tangga pesawat, lapor sebuah stesen televisyen Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau kemudian dihantar ke Hospital Amir Sultan di Riyadh apabila doktor-doktor mengumumkan kematiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pegawai Mesir memberitahu agensi berita AFP bahawa Sheikh Dr. Mohamed meninggal dunia kerana serangan jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut seorang anak lelakinya, Amr tantawi, berita kematiannya itu merupakan satu kejutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pihak keluarga memutuskan bahawa selepas tuhan memilihnya untuk meninggal dunia di tanah Arab Saudi, beliau akan dikebumikan di kawasan perkuburan Al-Baqie di bandar suci kedua, Madinah," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sheilh Dr. Mohamed dilantik menjadi ketua Universiti Al-Azhar oleh Presiden Mesir, Hosni Mubarak pada 1996.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Universiti Al-Azhar ditubuhkan pada abad ke-10 Masihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dunia Islam dan Arab telah kehilangan seorang ahli cendiakawan yang telah mendedikasikan kerja-kerjanya dan kepada setiap perkara yang mempunyai kebaikan untuk Islam, " kata Universiti Al-Azhar dalam satu kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama yang bercakap dengan nada lembut itu dan mempunyai janggut yang dinipiskan kerap dilihat memakai serban tradisi Universiti Al-Azhar yang berwarna putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau merupakan tokoh yang kontroversi di Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatwa yang dikeluarkan melibatkan pelbagai topik seperti niqab, pengguguran bayi, serangan berani mati, wanita sebagai ketua solat dan berkhatan di kalangan wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, fatwa yang dikeluarkannya itu kerap mencetuskan perdebatan dalam dunia Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan pihak menganggap beliau sebagai seorang kakitangan pemerintah yang berpindah ke Universiti Al-Azhar dengan tugas untuk menyebarluaskan budaya dan agama Islam di seluruh dunia sejajar dengan dasar pemerintah mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beliau merupakan ketua Al-Azhar yang paling lemah kerana Sheikh Dr. Mohamed menganggap dirinya sebagai seorang kakitangan kerajaan," kata seorang penganalisis politik dan Islam, Kamal Habib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Oktober tahun lalu, satu perdebatan hangat berlaku selepas beliau melarang niqab iaitu pakaian yang menutup seluruh wajah perempuan di semua sekolah dan kediaman yang bersekutu dengan Universiti Al-Azhar kecuali di kelas yang mempunyai guru lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak fatwa yang dikeluarkannya turut menjadi kontroversi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2003, beliau menyatakan serangan berani mati ialah musuh kepada Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sheikh Dr. Mohamed turut menyatakan pelampau merupakan musuh kepada Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas serangan 11 September 2003, Sheikh Dr. Mohamed berkata: "tidak ada keberanian dalam apa jua cara untuk membunuh seorang individu yang tidak bersalah atau membunuh ribuan orang termasuk lelaki dan wanita serta kanak-kanak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau turut menolak desakan ketua rangkaian Al-Qaeda, Osama bin laden berhubung satu perang jihad menentang Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini, satu majlis yang diketuai oleh ulama-ulama Islam yang diarahkan oleh beliau pada Januari lalu menyokong pembinaan halangan bawah tanah di sempadan Gaza, Palestin bagi menghalang penyeludup membawa barangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembinaan sekatan bawah tanah itu mencetuskan kutukan daripada pemimpin-pemimpin Hamas yang menguasai Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekatan bawah tanah itu ialah bagi menghalang barang-barang seperti makanan dan minyak termasuk senjata diseludup masuk ke Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2008, beliau mencetuskan kontroversi kerana berjabat tangan dengan Presiden Israel, Shimon Peres pada satu persidangan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sheikh itu yang mempunyai tiga anak dilahirkan pada 1928 di kampung Salim di wilayah Sohag kira-kira 290 kilometer ke selatan bandar raya Kaherah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1966, beliau lulus dari Fakulti Teologi, Unievrsiti Al-Azhar. - AFP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-3765224471357520969?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/3765224471357520969/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/03/syeikh-al-azhar-syeikh-dr-mohamed-sayed.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/3765224471357520969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/3765224471357520969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/03/syeikh-al-azhar-syeikh-dr-mohamed-sayed.html' title='Syeikh Al-Azhar, Syeikh Dr. Mohamed Sayed Tantawi meninggal Dunia..'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S5gtLCvlIDI/AAAAAAAAAT4/XnTozVOsGrI/s72-c/Al-Azhar+Grand+Imam+Sheikh+Mohamed+Sayyed+Tantawi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-7937849960430438074</id><published>2010-03-09T11:04:00.000-08:00</published><updated>2010-03-09T11:06:03.526-08:00</updated><title type='text'>ISLAM LIBERAL...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S5acDQTG0wI/AAAAAAAAATo/7MVqhzCeLZs/s1600-h/terimakasih.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 386px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S5acDQTG0wI/AAAAAAAAATo/7MVqhzCeLZs/s400/terimakasih.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446712379079840514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam dunia yang penuh tipu muslihat ini, kesemua pihak adalah di bawah cengkaman dan pemerhatian Iblis Laknatullah dan kuncu-kuncunya dari kalangan syaitan jin dan syaitan manusia. Dendam Iblis terhadap anak cucu Adam tidak pernah terpadam selagi nafsu amarahnya masih berkobar-kobar mengenangkan dia dihalau dan dipecat dari jawatan Ketua Para Malaikat gara-gara Adam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia tidak kira dia Kristian, Yahudi, Buddha, Hindu ataupun Islam mahupun Ateis, mereka adalah sasaran-sasaran untuk dikelirukan untuk meramaikan lagi jumlah penghuni neraka. Musuh yang paling dikehendaki dan tinggi nilainya untuk dikelirukan sudah tentu para pengikut agama Tuhan, Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi bagaimanakah Iblis dan proksi-proksinya di Bumi mahu mengelirukan umat ini yang diberikan Allah s.w.t AlQuran yang mulia dan menurunkan pula manusia luarbiasa dan teragung, Muhammad s.a.w kepada mereka? Terlampau banyak pula kelebihan dan senjata serta pendinding yang dimiliki mereka sama ada mereka sedar atau tidak sedar yang amat menakutkan para syaitan dan jin hamba Iblis. Bagaimana Iblis mahu mengelirukan umat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita buat ujian setakat mana pemahaman dan pembacaan anda disini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah jigsclue #06 di bawah codename "Islam Liberal"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sila fahami baik-baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ISLAM LIBERAL"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah itu Islam Liberal? Siapakah Islam Liberal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam Liberal adalah satu fahaman sesat yang berpunca dari sifat tidak yakin diri, merasa rendah diri (inferiority complex) dan mengagung-agungkan gaya pemikiran Barat oleh segolongan orang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kamus Dewan (DBP. Kuala Lumpur 1994), perkataan Liberal didefinisikan sebagai:-&lt;br /&gt;“1. (bersifat) condong kepada kebebasan dan pemerintahan yang demokratik (misalnya menentang hak-hak keistimewaan kaum bangsawan), (fahaman) bebas.&lt;br /&gt;2. bersifat atau berpandangan bebas, berpandangan terbuka (tidak terkongkong kepada sesuatu aliran pemikiran dan sebagainya).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merujuk kepada definisi di atas, Islam sememangnya sebuah agama yang liberal. Ia membebaskan manusia daripada belenggu penyembahan sesama makhluk, bahkan juga membebaskan manusia daripada penindasan, kezaliman dan penghinaan sesama manusia. Islam juga memiliki dasar yang terbuka terhadap peradaban manusia selagi mana ia tidak melibatkan syirik yang menyekutukan Allah, perbuatan yang menyalahi syari‘at-Nya dan kepercayaan kurafat yang merendahkan kedudukan manusia sehingga ke taraf kebinatangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apakah yang dimaksudkan dengan Islam Liberal? Maksudnya penambahan kata 'Liberal' pada Islam yang sudah sememangnya liberal adalah sesuatu yang diada-adakan, bersifat tidak tulen dan meniru-niru pengaruh luar serta menunjukkan unsur² tidak memahami seluruh konsep dalam Islam itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang dimahukan oleh fahaman ini?&lt;br /&gt;Jawapannya dapat kita lihat sendiri pada penambahan perkataan “Liberal” kepada Islam yang sememangnya sudah liberal. Ertinya fahaman ini menkehendaki ciri keterbukaan dan kebebasan yang lebih daripada apa yang sedia ada dalam syari‘at Islam yang asli lagi tulen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah dan Asal-usul Islam Liberal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan ini muncul hasil dari jangkamasa penjajahan yang lama daripada pihak Barat ke atas umat Islam. Penjajahan yang lama ini telah mempengaruhi psikologi umat Islam amnya. Terdapat dua fenomena psikologi yang mempengaruhi umat Islam ketika jangkamasa kemunduran dan penjajahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama adalah fenomena ‘penjajahan’ oleh negara-negara Barat ke atas hampir seluruh negara umat Islam. Kedua adalah fenomena ‘ketinggalan’ dari sudut sains dan teknologi di belakang kebanyakan negara-negara Barat. Apabila berhadapan dengan dua fenomena di atas, sikap umat Islam boleh dibahagikan kepada empat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama adalah mereka yang merasa putus asa secara keseluruhan dan duduk diam menerimanya sebagai satu ketentuan yang sememangnya merendah dan memundurkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua adalah mereka berpendapat agama adalah faktor penghalang bagi mencapai kekuatan dan kemajuan. Justeru untuk menjadi umat yang berkuasa dan maju, Islam perlu dipisahkan daripada kehidupan harian. Formula pemisahan ini yang digelar sekularisme terbukti berkesan mengingatkan bahawa semua negara Barat yang berkuasa lagi maju mempraktikkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga adalah mereka yang juga berpendapat bahawa agama adalah faktor penghalang bagi mencapai kekuatan dan kemajuan. Namun untuk menyelesaikan faktor penghalang ini, mereka berpendapat caranya ialah membuka dan membebaskan agama daripada ajaran dan tafsirannya yang sekian lama telah menjadi pegangan umat. Kelemahan dan kemunduran umat Islam dianggap berpunca daripada belenggu kejumudan umat dalam menafsir dan mempraktikkan agama Islam. Kumpulan ketiga inilah yang digelar sebagai aliran Islam Liberal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok terakhir adalah mereka yang mengakui akan hakikat kelemahan dan kemunduran yang dialami umat. Namun hakikat ini tidak mereka persalahkan kepada agama atau selainnya kecuali terhadap diri mereka sendiri dan umat Islam seluruhnya yang telah leka daripada berpegang dan mempraktikkan ajaran Islam yang sebenar. Oleh itu untuk kembali kuat dan maju, umat Islam perlu mempelajari, memahami dan mempraktikkan semula secara sepenuhnya ajaran Islam yang asli lagi tulen. Formula ‘Islam Sekular’ atau ‘Islam Liberal’ tidak menjadi pilihan kelompok keempat ini kerana ia bukan cara untuk mencapai kekuatan dan kejayaan yang sebenarnya. Kekuatan dan kejayaan yang sebenar hendaklah diukur dengan necara wahyu Illahi yakni Islam yang berteraskan al-Qur’an dan al-Sunnah, bukan neraca peradaban Barat yang berteraskan materialisme dan hawa nafsu. Golongan keempat inilah yang benar. Insya-Allah dengan kesungguhan mereka, kekuatan dan kejayaan akan kembali ke tangan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling menjauhi kebenaran adalah kelompok ketiga, iaitu kelompok Islam Liberal. Secara lebih terperinci, kelompok Islam Liberal adalah aliran yang muncul kerana kesan psikologi kekerdilan diri (inferiority complex) yang dihadapi oleh sebahagian umat Islam hasil penjajahan dan kemunduran yang dihadapi oleh mereka. Kesan kekerdilan ini diburukkan lagi dengan sikap tergiur lagi menyembah kepada negara-negara Barat yang menjajah lagi maju sehingga menyebabkan mereka sendiri terasa hina, bodoh, diperbudak dan hilang kejatian serta kebanggaan diri. Semua ini menghasilkan satu rumusan bahawa untuk mencapai kekuatan dan kemajuan, caranya adalah meniru segala formula peradaban yang dipraktikkan oleh negara Barat. Rumusan ini tidak akan berjaya selagi mana tidak dibuka dan dibebaskan tafsiran Islam daripada kejumudan pegangan umat selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa golongan ini paling berbahaya? Berbanding kelompok kedua, golongan ini bagaikan parasit yang memusnahkan Islam dari dalam. Kelompok kedua iaitu golongan sekular tidak menyentuh ajaran agama sebaliknya cuba memisahkan pengaruh agama ke dalam politik ataupun urusan kehidupan dunia mereka. Apabila mereka memerlukan kehidupan ritual, spiritual mahupun pandangan agama barulah mereka merujuk kembali kepada agama itu tanpa mengganggu hukum-hakam apatah lagi mengubah syariat agama. Tetapi jika terdapat hukum agama yang mengganggu kehidupan sekular mereka, mereka akan tolak. Jadi golongan sekular akan mengambil mana-mana hukum agama yang sesuai dengan selera mereka dan membuang mana-mana yang tidak sesuai pada pandangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun golongan Islam Liberal yang rata-ratanya terdiri dari lulusan agama, pengamal undang² dan cendekiawan ini cuba mengubah konsep di dalam ajaran Islam itu sendiri. Mereka bagaikan 'mengedit' syariat Islam di sana-sini sesuka hati berdasarkan hujah² mereka yang terhasil dari gabungan fahaman sekular dan Darwinisme yang berdasarkan logik akal semata. Golongan ini akan berusaha menghapuskan unsur-unsur bersifat ritual (tawaf, solat, mencium batu Hajar Aswad) dan mistik (ghaib-seperti syurga dan neraka, azab kubur dll) dalam Islam malah mengatakan itu semua karut dan tahyul serta menjadi penyebab fikiran menjadi jumud dan mundur, padahal pada masa yang sama mereka menghormati unsur² ritual agama lain seperti Hindu dan Buddha. Mereka lama kelamaan seolah-olah bersikap Ateis apabila hanya mengambil bahagian² yang pada mereka sesuai dengan pandangan sekular Barat dan kehidupan moden hari ini. Unsur² mistik seperti Tuhan, syurga dan neraka, azab kubur, padang mahsyar, kiamat dan lain² akhirnya dikatakan sekadar simbolik sahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara ciri-ciri golongan Islam Liberal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuba Mengubah Syariat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan ini sesuka hati cuba mengubah syariat mengikut selera mereka. Selalunya mereka mempunyai autoriti dalam melakukan kerja kotor ini disebabkan kebanyakan mereka terdiri dari cerdik pandai Islam dan pengamal undang². Cerdik pandai Islam ini nampaknya telah tersesat dari apa yang mereka pelajari ataupun disesatkan oleh pihak² tertentu. Mereka terasa hebat dan ego mereka semakin menjadi-jadi sehingga hukum² agama pun mereka cuba mencabarnya. Para pengamal undang² pula (Islam Liberal) sebenarnya golongan yang teramat jumud dan sempit pemikiran mereka apabila menganggap syariat Islam boleh diubah dan dipinda sebagaimana undang-undang manusia. Mereka memandang agama mengikut tempurung akta, peraturan dan pindaan. Mereka tidak dapat membezakan yang mana satu hukum Tuhan, yang mana satu hukum manusia. Mereka tidak cuba memahami hikmah di setiap suruhan Tuhan tetapi cuba mencabarnya seolah-olah Tuhan itu manusia biasa yang terhad pengetahuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menolak dan Mengambil Ajaran Islam Sesuka Hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah ciri² yang terdapat dalam golongan Sekular. Golongan Islam Liberal juga gemar menolak dan menerima ajaran² Islam mengikut selera mereka. Pada mereka agama seperti pilihan makanan di bufet². Jika mereka setuju mereka akan mengekalkan ajaran Islam tersebut. Jika tidak menepati selera mereka, mereka akan menolak. Namun begitu keceluparan mereka naik satu tahap lagi berbanding golongan Sekular. Mereka tidak menolak begitu sahaja kerana seterusnya mereka cuba meminda dan mengubah ajaran itu sehingga menjadi ajaran baru yang di'rebranded'kan konsepnya dari ajaran asal. Sama ada mereka ini menolak AlQuran tetapi mengambil Hadis, ataupun menolak Hadis tetapi mengambil AlQuran. Ada juga yang menolak separuh isi AlQuran dan Hadis dan mengambil separuh yang selebihnya. Dalam hal ini pangkat mereka sama taraf dengan golongan Islam Sekular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menganggap Ritual Dalam Islam Adalah Tahyul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bersikap angkuh mengatakan ritual dalam Islam adalah karut dan tahyul, padahal perkara ritual merupakan fitrah manusia. Manusia memerlukan unsur² ritual dan spiritual dalam kehidupan mereka. Ini adalah kerana manusia bukanlah makhluk jasmani sahaja seperti haiwan tetapi manusia diciptakan sebaik-baik makhluk, gabungan jasmani dan rohani. Ini menjelaskan mengapa manusia mengada-ngadakan ritual yang beraneka ragam dalam usaha menyembah Tuhan mereka. Manusia bukanlah robot ataupun mesin². Mereka yang mengaku Ateis sekalipun akan spontan mengucap 'Ya Tuhan' apabila berada dalam keadaan yang teramat genting atau menghampiri maut sama ada di dalam hati mahupun kata². Apa perkataan terakhir Lenin manusia Atheis teragung dalam sejarah? Wasiat terakhirnya ketika nazak adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuhan, aku sakit"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan Islam Liberal ini bersikap talam dua muka (berpura-pura) dalam berhadapan soal ini. Apabila diajukan amalan ritual yang beraneka ragam dan pelik² dari agama penyembah berhala seperti Hindu dan Buddha contohnya, mereka cepat² bersikap optimis dan terbuka dengan berpendapat itu adalah normal dan kepercayaan masing². Apatah lagi jika berhadapan dengan golongan New Age yang mengamalkan penyembahan Iblis dan Syaitan dalam definisi moden dan komersil, golongan Islam Liberal yang bodoh sombong ini tiba² bersikap 'humble' merendah diri tak bertempat. Padahal agama merekalah yang benar dan diiktiraf Tuhan Pencipta Alam. Diri mereka penuh dengan perasaan 'inferior' yang tak berkesudahan terhadap agama mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula berpendapat ritual Islam tidak ubah seperti agama² lain mahupun pada amalan kaum² pribumi seperti Red Indian ataupun orang asli yang duduk di hutan² tebal dan gua². Perbuatan mereka seperti mahu menghina amalan ritual dalam Islam dan menyamakannya dengan amalan agama lain. Sama ada mereka ini malas untuk melakukan suruhan agama ataupun membesar dalam keadaan tidak diajar amalan ritual dalam Islam. Kita boleh lihat pola pemikiran jumud mereka ini sama seperti pola pemikiran golongan ajaran sesat. Apabila Islam tiada atau menghapuskan ritual karut-marut, manusia yang lemah dan bodoh ini mencari-cari atau mereka-reka ritual yang pelik² untuk memenuhi nafsu mereka. Apabila Islam sendiri lengkap dengan ritual sebagai tanda penyembahan kepada Allah Maha Pencipta, manusia yang bodoh sombong ini pula mengejek-ngejek amalan ritual tadi sambil berfikir merekalah lebih maju dan moden dari Tuhan yang menciptakan mereka sendiri. Manusia sebenarnya MENJADI MUSUH KEPADA APA YANG MEREKA TIDAK KETAHUI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak Ada Perasaan Kasihkan Agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sebenarnya tiada perasaan kasihkan agama mereka sendiri. Jika ada sudah semestinya mereka mengkaji dan mengkaji agama mereka sendiri dan cuba mempertahankan agama Islam yang mulia ini. Mereka juga tidak bangga beragamakan Islam. Mungkin mereka menyesal dilahirkan Islam. Alangkah baiknya mereka dilahirkan di Amerika beragamakan Kristian Sekular yang bebas dan melakukan segala-galanya bebas seperti seks bebas dan parti bogel beramai-ramai di tepi² jalan. Mereka juga berangan-rangan mahu maju dan canggih seperti Barat. Islam bagi mereka adalah takdir yang paling malang bagi mereka. Islam bagaikan kutu² yang menghisap darah mereka ataupun tahi ayam yang melekat di kedua lubang hidung mereka. JIKA BOLEH MEREKA MAHU MURTAD DENGAN SEGERA bagi sama² menghirup udara kemajuan dan pemodenan tajaan Barat dan sistem Dajal Laknatullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berfikir Berdasarkan Logik Semata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah warisan kepada golongan Darwinisme dan Materialisme. Mereka suka memandang agama berdasarkan logik akal mereka yang terhad. Bagi mereka agama haruslah dilihat seperti satu ilmu sains yang terdiri dari rumus² atau formula² tertentu. Mereka mencari-cari hukum sebab dan akibat dalam Islam. Apa² yang mereka tidak faham dalam Islam seperti persoalan ghaib (seksa kubur, kiamat, Isra' Mi'raj) bagi mereka hanyalah simbolik ataupun sengaja diada-adakan oleh ulama². Segala-galanya simbolik sahaja sehingga hukum-hakam pun simbolik sahaja. Hukum Hudud paling dibenci mereka dan sudah pasti, adalah paling simbolik dalam Islam dan tidak perlu dilaksanakan. Sehingga solat lima waktu pun simbolik apatah lagi soal bertudung yang wajib bagi wanita Islam. Maka keluarlah pelbagai hujah dan dalil dari ulama² senget Islam Liberal mereka mahupun dari sumber-sumber Islam yang mereka selewengkan maknanya. 'The Hidden Hand', pihak Orientalis Kristian dan para Missionari serta Yahudi pasti gembira bertepuk tangan menari-nari melihat kedunguan golongan Islam Liberal ini menghina agama sendiri. Padahal pada masa yang sama para elit mereka SECARA SENYAP² MEMBUAT KAJIAN TENTANG AGAMA ISLAM DAN SISTEM-SISTEMNYA SERTA MENGAMALKAN KESEMUA KEBAIKAN DAN HIKMAH DI DALAMNYA. Contohnya yang paling mudah adalah sistem ekonomi. Riba digalakkan kepada orang luar, tetapi bagi sesama mereka, riba adalah DIHARAMKAN. INGAT! MANUSIA MENJADI MUSUH KEPADA APA YANG MEREKA TIDAK KETAHUI. Lama-kelamaan mereka akan termalu sendiri apabila banyak persoalan yang disangka mereka ketinggalan zaman dan kolot contohnya AlQuran pada hari ini dibuktikan secara saintifik hari demi hari. Semakin ramai cendekiawan Barat memeluk Islam yang mulia tetapi pada masa yang sama golongan Islam Liberal ini makin jauh dari hidayah Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencikan Ulama dan Penegak Agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan Islam Liberal teramat bencikan ulama², para mufti, ustaz², para hafiz dan para pendukung Islam suci ini. Bagi mereka mereka adalah golongan jumud yang ketinggalan zaman. Kenapa mereka bencikan para pendukung agama ini? Ini kerana mereka sajalah yang dapat mengesan pembohongan para Islam Liberal ini kepada orang² kampung yang tidak nampak permainan kotor golongan Islam Liberal ini. Golongan Ulama lah yang berani bangkit mematahkan hujah² bodoh mereka. Apabila ulama menegur keterlanjuran mereka, mereka menuduh golongan ulama sebagai pengacau dan penghalang kemajuan padahal tiada kaitan pun teguran ulama tadi kepada kemunduran umat manusia. Mereka setiap hari penuh dengan kebencian kepada para ulama dan mufti sehingga menyamakan mereka sebagai paderi² zaman pertengahan di Era Kegelapan Eropah, padahal paderi² tersebut telah menyeleweng dari ajaran nabi Isa dan menuruti fikiran sempit mereka yang seterusnya menghalang kemajuan. Tetapi adakah dengan mengharamkan poligami, menolak kewajipan bertudung, menolak Hudud, menafsirkan semula AlQuran dan Hadis membuatkan mereka lebih maju dan brpendidikan? TIDAK SAMA SEKALI. Malah golongan elit 'The Hidden Hand' berserta Kristian dan Yahudi ketawa terkekeh-kekeh melihatkan sikap 'inferiority complex' yang di tahap pelik dalam dos yang berlebihan dipamerkan oleh Islam Liberal ini. Ini samalah seperti golongan kafir tadi terjun ke dalam lubang najis, maka golongan Islam Liberal tadi ikut serta terjun ke dalam lubang najis yang hitam berkeladak lagi busuk. Tetapi apabila si kafir naik semula dari lubang najis tadi dan membersihkan diri, si Islam Liberal ini pula masih bermain-main dengan tahi yang busuk sambil tersengih-sengih sendiri. Ini membuatkan si kafir tadi merasa pelik pula dengan perlakuan si Islam Liberal tadi. Lama-kelamaan si kafir tadi ketawa terbahak-bahak melihat kelakuan si Islam Liberal yang terpinga-pinga berlumuran najis busuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membesarkan Dalam Suasana Tidak Islamik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan ini dilahirkan atau membesar dalam suasana yang kurang atau tidak Islamik. Kemungkinan ibu-bapa mereka teramat sibuk sehingga mengabaikan pendidikan agama ke atas anak² mereka.Ada juga di antara mereka berpendidikan agama tetapi malangnya terlampau lurus bendul sehingga mengalami 'culture shock' (kejutan budaya) apabila berhadapan dengan dunia luar yang mengelirukan. Kadang² rakan² atau orang di sekeliling mereka berfahaman non-Islamik ataupun kebanyakan rakan mereka adalah dari golongan non-Islam. Apabila mengalami kejutan budaya, mereka secara aneh mengalami proses 'inferiority complex' yang teruk bagaikan mendapat jangkitan kuman. Mereka semakin tidak percaya kepada agama sendiri. Tetapi masih ada sedikit keyakinan mereka, selalunya terhadap Allah s.w.t tetapi bagaimana dengan perintah-Nya, larangan-nya atau sistem-Nya? Mereka pun segera bergegas bertungkus-lumus mencari-cari hujah dan dalil berdasarkan ilmu agama yang mereka pelajari di universiti untuk menidakkan perintah, larangan ataupun sistem Allah s.w.t tadi. Alasan mereka, Tuhan tidak pernah berkata begitu, hanya ULAMALAH YANG MENGADA-NGADAKANNYA. Inilah alasan klise yang sering diberikan mereka. Segala-galanya salah ulama. Mereka yang dihantar belajar oleh bangsa dan umat Islam sebagai harapan untuk menjadi ulama pendukung agama Allah sebaliknya menjadi parasit yang melemahkan umat Islam dan menghina Ulama pula. Sebahagian dari mereka berpendidikan Barat ataupun belajar falsafah Islam dari Orientalis Barat yang bagi mereka lebih mulia dan suci dari Ulama yang pada mereka adalah ustaz kampung yang hanya layak mengajar alif ba ta kepada budak-budak hingusan di pondok-pondok buruk di hujung kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak Ada Sensitiviti Kepada Agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan Islam Liberal tidak mempunyai sensitiviti terhadap agama mereka sendiri. Roh Islam itu tidak ada pada mereka. Mereka sebenarnya hanya bertopengkan Islam atau Islam pada namanya sahaja. Tetapi anehnya apabila digelar tidak Islamik, mereka teramat marah pula dan cuba menunjukkan 'keIslaman' mereka. Mereka mahu digelar sebagai orang Islam tetapi menghuru-harakan pemikiran umat Islam. Jika orang-orang kafir menghina Islam, mereka akan senyap tidak berkutik sedikit pun apatah lagi mahu bangkit bersama para ulama mempertahankan maruah Islam. Tetapi apabila terdapat orang kafir yang tidak bersetuju dengan hukum-hakam ataupun ajaran Islam, mereka tanpa segan silu bersama-sama berdemonstrasi, berseminar ataupun menulis artikel² di media² cetak bagi berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan golongan modenis kafir yang amat dihormati mereka. Tiada perjuangan Islam tulen dalam kamus hidup mereka. Yang ada hanya sekular, materialisme, modenisasi, pembaharuan, liberal, demokrasi, kebebasan dan hak asasi individu yang menjadi 'hukum agama' paling tertinggi bagi ajaran sesat mereka itu. Sama ada Islam dihina, dicerca ataupun diinjak-injak oleh golongan Kafir, mereka dengan sinis hanya memandang sambil mengatakan ini adalah salah orang Islam kerana terlalu mengikut AlQuran dan Hadis. Malah mereka bersama-sama pula berganding bahu bersama-sama para Modenis kafir memaki hamun Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persamaaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah topeng yang selalu dipakai oleh Islam Liberal. Bagi mereka manusia sepatutnya diberikan hak² sama rata sebagai manusia. Kemudian persoalan ini meleret-leret sehingga kepada agama. Golongan Islam Liberal mempercayai agama di dunia semuanya sama. Mereka amat menghormati agama lain. Perasaan menghormati dan merendah diri melebih-lebih sehingga sanggup melacurkan agama sendiri demi mengikut selera penganut agama lain. Bersikap tegas dalam beragama menjadi pantang bagi mereka dan terasa dirinya kolot dan jumud jika mempertahankan maruah Islam, agamanya sendiri. Mereka lebih rela membiarkan agama mereka dihina dan dipermainkan penganut agama lain dari digelar 'fundamentalist', 'religious' dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Kebebasan' adalah kata kunci bagi golongan Islam Liberal yang menerangkan sikap, ideologi dan halatuju perjuangan mereka. Bagi mereka ajaran Islam adalah terkongkong dan jumud. Terlampau banyak peraturan yang menyusahkan. Tidak boleh itu tidak boleh ini. Kalau boleh mereka mahu menulis semula AlQuran sebagaimana para paderi Kristian ataupun para rabbi Yahudi yang sesuka hati meminda Injil dan Taurat mengikut selera mereka. Sebab itu ada golongan yang mahu hadis nabi dinilai semula. Bagi mereka ajaran AlQuran dan Hadis tidak sesuai diamalkan di dalam dunia hari ini yang bebas berdemokrasi. Mereka mahu lepas bebas sebebasnya dari kongkongan Islam. Padahal mereka tidak menyedari setiap peraturan dalam Islam mempunyai hikmah dan kebaikannya. Adakah Tuhan membuat hukum-hakam sesuka hati-Nya? Adakah Tuhan menyusahkan manusia? TIDAK. Sebenarnya tanpa peraturan, manusia lama kelamaan akan hidup seperti haiwan. HAIWAN ADALAH HIDUPAN TANPA PERATURAN. Pernah dengar istilah HUKUM RIMBA?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi golongan Islam Liberal akan berusaha membebaskan diri dari ajaran dan peraturan Islam yang ingin membentuk insan kamil, ke arah HUKUM RIMBA yang bebas seperti seks bebas dan berbogel beramai-ramai secara berjemaah mempamerkan kemaluan masing-masing di jalanan. Kebebasan apakah yang ingin dibawa oleh golongan Islam Liberal? Manusia akan dibebaskan dari peraturan dan ajaran Islam yang sebenarnya berfungsi sebagai pendinding atau benteng dari tipu muslihat Iblis yang berkoloborasi dengan Dajal Al-Muntazhor a.k.a 'The Hidden Hand'. Pada akhir cerita nanti, manusia yang dungu ini akan diperangkap pula ke dalam sistem Dajal Laknatullah tadi. Selepas dibebaskan dari sistem hidup Islam, manusia² dungu ini akan disogokkan dengan gaya hidup Barat yang happy go lucky, menyeronokkan, moden, bebas dan 'cool'. Akhirnya mereka akan menjadi penyembah tegar nilai² Barat. Mereka tidak lagi dapat menggunakan fikiran mereka dengan sendiri. Jika ada nilai Barat yang menjijikkan ataupun mengelirukan, mereka tetap mendiamkan diri sambil menikmati gaya hidup Barat yang lain walaupun telah nampak kebenaran Islam itu sendiri meskipun dari mulut orang² Barat yang insaf dan nampak apa yang terjadi. Jadi di mana kebebasan? Semuanya menjadi satu kaedah mindcontrol yang ganas dan kejam. Manusia tadi akhirnya tidak bebas dan terkongkong daalm ertikata yang sebenarnya. Tiada kebebasan sebenarnya dalam sistem Dajal-Kristian-Yahudi. Manusia akan dihalang dari menemui kebenaran Pencipta mereka sendiri. Mereka akan dikhayalkan secara berterusan sehingga mati dalam keadaan hina-dina walaupun dikuburkan di kawasan perkuburan mewah dalam keranda emas sekalipun. MATI DALAM KEADAAN KELIRU lebih menyedihkan dari mati dilenyek lori 16 tayar di jalanraya seterusnya tercampak ke dalam parit busuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengetahui sebahagian ciri² yang terdapat di dalam golongan Islam Liberal, kita boleh mengagak siapakah dia Islam Liberal di sekeliling kita. Modus operandi tetap sama. Sebaik sahaja mereka beraksi, kita dapat mengetahui mereka adalah golongan Islam Liberal berdasarkan tindak-tanduk mereka dan kata² mereka. Jadi siapakah golongan Islam Liberal ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara golongan Islam Liberal adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan AntiHadis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah golongan yang berpura-pura menyokong AlQuran tetapi pada masa yang sama menolak Hadis malah beria-ria mahu hadis nabi dinilai semula ("Hadis:Satu Penilaian Semula"). Golongan ini amat bencikan hadis nabi kalau tak pun berpandangan skeptikal dengan hadis nabi. Golongan antihadis ini akhirnya akan meleret-leret menyerang peribadi Rasullullah s.a.w bagaikan mendapat sakit demam yang melarat. Sama ada mereka menyimpan hasad dengki dengan nabi ataupun terikut-ikut rentak dan gendang para orientalis sebagaimana mentor mereka Salman Rusydi Laknatullah. Akhirnya keluarlah golongan seterusnya, golongan bencikan nabi. Mereka tidak tahu setiap hikmah di dalam setiap hadis Nabi. Bagaimana mereka mahu menunaikan solat, kerana rukun solat dan cara mengerjakannya tidak disebut dalam AlQuran. Malah rukun Islam, Iman dan Ihsan tidak disebutkan secara terperinci dalam AlQuran tetapi dijelaskan dalam hadis Nabi. Terdapat di antara mereka yang sesat kerana beramal dengan Islam dari penafsiran yang diambil dari AlQuran semata seperti jumlah solat dikatakan tiga seperti diambil bulat² dalam AlQuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan lakukanlah solat pada dua tepi siang, dan awal malam." (11:114)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sesuka hati mereka mengatakan solat ada tiga iaitu Subuh, Asar dan Maghrib. Padahal Rasullullah s.a.w bersabda mengarahkan umatnya melakukan solat lima waktu sehari. Sama ada mereka adalah pemalas mengerjakan solat ataupun malas membaca hadis Nabi. Golongan ini gemar mengelirukan diri sendiri dengan merendah-rendahkan hadis dan mendakwa AlQuran adalah hadis yang sebenar dan terbaik. Golongan ini mempertahankan diri dengan mengatakan jangan bertengkar pasal kaedah solat dan mereka bebas memberikan pandangan. Walhal kaedah solat sudah ditetapkan oleh Rasullullah s.a.w dan sememangnya tidak perlu dipersoalkan lagi. Tambahan pula hukum agama tidak boleh berdasarkan pandangan sendiri kerana ia adalah hukum Allah! Mereka juga mempertahankan diri dengan menidakkan Rasullullah dengan mengatakan Allah adalah Guru sebenar dan jangan bertaklid buta dengan tok guru (Rasullullah). Sampai ke tahap ini mereka setaraf dengan Salman Rushdi Laknatullah yang amat bencikan Nabi Muhammad s.a.w. Golongan ini sudah bersaudara dengan golongan ajaran sesat dan layak duduk semeja dengan Ayah Pin dari 'Kerajaan Langit'. Apa perlunya Allah s.w.t menurunkan Rasul-Nya jika sudah cukup AlQuran dapat difahami oleh segenap manusia? Bagaimana pula Allah s.w.t menjadi guru mereka? Melalui kata-kata di dalam hati? Jika manusia sudah cukup pandai memahami AlQuran, tak perlulah Allah s.w.t menurunkan Nabi Muhammad. Sebenarnya golongan Antihadis ini teringin untuk menafsirkan AlQuran menurut akal nafsu sendiri dengan bertopengkan tagline "kembalilah kepada AlQuran". Adakah kata² Nabi itu menyimpang dari AlQuran? Sungguh pelik pemikiran mereka. Mula² mereka menimbulkan keraguan dalam persoalan hadis dengan mengatakan ulama mereka-reka Hadis (malah mereka menuduh para Sahabat yang mencipta hadis). Selepas itu jika orang ramai percaya, mereka akan mencucukkan jarum kedua dengan mengatakan banyak terdapat hadis yang palsu (Tugas sebenar kita adalah untuk menyekat hadis-hadis palsu bukan mengatakan semua hadis palsu, takkanlah disebabkan seekor nyamuk kelambu pun dibakar). Selepas itu mereka akan mengatakan "Hadis tak boleh pakai". Selepas itu hadis² pun diharamkan, dari segi fizikal, mungkin ada acara pembakaran buku² hadis di tengah² padang. Kemudian tibalah masa yang dinanti-nantikan, mereka akan mula menafsirkan agama mengikut hawa nafsu sendiri. Mereka bukan kembali kepada AlQuran, itu cuma pembohongan semata, tetapi mereka akan menafsirkan AlQuran mengikut akal logik dan selera mereka sendiri (disebabkan panduan dari sabda nabi sudah tiada untuk menjelaskan firman Allah s.w.t). ALLAH MENURUNKAN NABI MUHAMMAD ADALAH UNTUK MENJELASKAN AJARAN ALQURAN. Mana yang lebih baik, berguru dengan kitab-kitab atau berguru dengan guru bertauliah yang mengajarkan pelajaran dari kitab itu? Sampai tahap ini akhirnya mereka akan berhukum dengan akal dan nafsu sendiri dan tidak mustahil selepas itu AlQuran pun akan dicampak ke dalam timbunan bara dan arang dari kitab² hadis tadi. Jadi modus operandi mereka sama seperti ajaran sesat dalam agama iaitu TIMBULKAN KERAGUAN DALAM AGAMA, KEMUDIAN BILA MASYARAKAT RAGU, RUANG KERAGUAN ITU AKAN DIISI DENGAN PANDANGAN MEREKA. Akhirnya golongan ini menjadi hamba nafsu sendiri dan mencorakkan agama mengikut akal sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan Bencikan Nabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah golongan yang berasal dari golongan antihadis. Golongan yang bencikan nabi adalah automatik bencikan hadis iaitu sabdanya. Golongan ini pada awalnya menyatakan provokasi terhadap peribadi nabi seperti mempersoalkan jumlah isteri nabi, amalan seharian dan sebagainya. Mereka akan bertungkus-lumus memunggah buku² di perpustakaan mencari fakta sejarah yang mahu diselewengkan. Maka keluarlah kenyataan² pelik yang bertujuan merendah-rendahkan Nabi seperti Nabi Muhammad gila seks, Nabi hanyalah ketua kabilah, janggut Nabi umpama janggut kambing, Nabi sukakan peperangan dan 1001 penghinaan ke atas Nabi Muhammad yang DIAKUI Manusia Teragung yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah oleh seorang Profesor Amerika. Golongan ini akan berfikir siang dan malam, ketika makan, ketika bermain, ketika bekerja atau sebelum tidur apakah lagi hujah untuk merendah-rendahkan Kekasih Allah ini. Sama ada mereka menyimpan perasaan dengki kepada Nabi Muhammad ataupun terikut-ikut rentak Yahudi yang membenci Nabi² mereka malah membunuhnya. Mungkin, sekiranya Rasullullah s.a.w masih hidup di kalangan kita hari ini, merekalah yang gigih siang dan malam berfikir bagaimana mahu membunuh Rasullullah s.a.w. Kebencian mereka kepada Nabi Muhammad membuak-buak dan amat tidak tertahan lagi. Tidak tahu apa sebabnya walaupun nama-nama mereka melambangkan keIslaman mereka. Manusia yang disanjung mereka sudah tentulah Salman Rushdi Laknatullah dan yang sewaktu dengannya. Kalau boleh Salman Rushdilah yang sesuai dilantik menjadi Rasullullah mereka menggantikan Nabi Muhammad yang gila seks dan berjanggut seperti kambing. Begitu hina Nabi Muhammad di mata mereka padahal bagindalah Kekasih Allah yang dipuji-puji segenap penduduk DILANGIT DAN DIBUMI . Tanpa Baginda, tidaklah Allah Azza Wa Jalla menjadikan segenap makhluk dan semesta. Apabila sudah tua nanti di mana maut melambai-lambai dan segala kekuatan telah lenyap barulah tersedar bahawa aksi² mereka semasa muda memburuk-burukkan Rasullullah Kekasih Allah adalah perlakuan yang teramat bodoh dan dungu sekali melebihi tahap cipan di hutan².&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan Emansipasi Wanita (Pembebasan Wanita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini satu lagi golongan yang kerap terkeliru (biasalah perempuan). Sama ada mereka terkeliru ataupun rela dikelirukan. Golongan ini selalunya cuba mencari-cari fakta² agama berkaitan hak² wanita untuk dikelirukan. Jika ada fakta yang membela wanita mereka diamkan tetapi jika ada fakta yang mengongkong wanita padahal ada hikmah di sebaliknya, mereka akan cepat² mengkajinya supaya dapat diseleweng secara halus. Isu agama yang paling popular untuk diKELIRUkan adalah poligami. Padahal poligami adalah penyelesaian kepada isu sosial manusia. Jika sudah terlampau ramai wanita dan sedikit lelaki di dalam populasi sesebuah tempat maka apakah penyelesaiannya? Golongan ini agaknya lebih rela berlesbian sesama sendiri dari dijadikan 'mangsa' poligami. Sebenarnya kaum wanita penganut Islam Liberal ini tidak faham masalah mereka sebenarnya. HUKUM AGAMA TIDAK BOLEH DIUBAH tetapi sikap manusia boleh diubah. Sesungguhnya segala hukum Islam berkenaan wanita adalah untuk memuliakannya, bukan untuk mengongkongnya. Menyelamatkannya bukan untuk memenjarakannya. Bukankah Islam menggariskan boleh berpoligami jika MAMPU dan hendaklah bersikap ADIL. Jika tidak mampu bersikap adil ataupun kurang mampu dari segi kewangan, jangan mimpilah nak berpoligami. Tetapi nampaknya mereka juga telah dikelirukan dan dicucuk-cucuk oleh orientalis Barat supaya menghentam hukum agama bukannya sikap sesetengah lelaki yang sengaja menggatal tanpa alasan yang kukuh. Seterusnya mereka meleret-leret seperti terkena jangkitan demam campak dengan menyalahkan Nabi Muhammad s.a.w sebagai model terbaik mengamalkan poligami yang berlebihan. Padahal mereka tidak mengkaji bilakah ayat yang menghukumkan poligami turun, tujuan Nabi dan siasah Nabi ketika itu dalam berpoligami. Mereka tidak cuba mempertahankan Nabi Muhammad s.a.w malah memburuk-burukkan Nabi Muhammad sebagai gila seks dan pantang melihat dahi licin. Begitu hina Nabi Muhammad s.a.w di mata wanita Islam Liberal ini padahal Nabi Muhammad lah manusia yang amat menghormati wanita. Tahukah kamu wanita Islam Liberal bahawa sebelum kedatangan Islam, wanita dilayan bagai haiwan dan hanyalah berstatus sebagai hamba seks sahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi perempuan dibunuh dan dianggap sial. Wanita berstatus kelas rendah setaraf hamba². Wanita sama ada dilayan baik atau dipijak-pijak adalah mengikut selera kaum lelaki yang mendominasi seluruh kehidupan wanita. Tetapi Nabilah yang berjuang siang dan malam membebaskan wanita dari pandangan negatif masyarakat. Nabi dilontar batu sehingga berdarah seluruh tubuhnya. Nabi terjatuh ke dalam lubang sehingga patah dua batang giginya. Nabi berdakwah, turun berperang dan berhijrah beratus batu dalam panas terik semata-mata untuk mengucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik dan berlemah lembutlah terhadap mereka kerana sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia..." (Khutbah Terakhir Rasullullah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang benar² ada iman di dadanya pasti sedih dan mengalir airmata mengingat betapa beratnya penghinaan terhadap Nabi Muahammad s.a.w dari sesetengah wanita yang tidak diketahui mengapa begitu bencikan Nabi yang berjuang membebaskan wanita dari perhambaan seks oleh kaum lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa? Mengapa ini terjadi? Jawablah wahai wanita Islam Liberal. Apa salah Nabi Muhammad sehingga kamu membencinya. Ayat² di atas di petik dari khutbahnya yang terakhir sebelum kewafatannya. Inilah kata² agung dari seorang yang teramat Mulia di sisi Allah. Betapa mulianya wanita di mata Rasullullah s.a.w sehingga soal wanita menjadi perkara penting sebelum baginda pergi meninggalkan dunia ini selama-lamanya. Baginda tidak memperkatakan jumlah unta dan kambing, pembangunan kota Mekah dan Madinah, persiapan peperangan, soal logistik mahupun bekalan makanan untuk tahun itu tetapi WANITA, setaraf dengan persoalan solat lima waktu, zakat dan haji di dalam Khutbah Terakhir baginda. Sehingga baginda menggeliat-geliat kesakitan akibat sakarat maut, baginda masih lagi memikirkan umatnya melebihi diri sendiri apabila berbisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ummati...ummati...ummati..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari bibirnya yang kebiruan dan wajahnya yang telah ditutup oleh anaknya Fatimah yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan Modenisasi dan Demokrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan ini biasanya berpendidikan dan bijak pandai. Pergerakan mereka sistematik dan tersusun. Percakapan mereka bernas dan banyak memukau pendengar. Perwatakan mereka menarik dan kemas. Mereka pandai mengkomersilkan diri mereka. Ada di antara mereka bergerak di bawah pergerakan Islam dan ini adalah seseuatu yang normal dan menjadi kemestian bagi golongan Islam Liberal mencucukkan jarum mereka. Mereka akhirnya akan terlibat dalam politik yang menjadi tujuan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berfikiran terbuka. Mereka amat menghormati agama² lain dan bersetuju dengan dialog antara agama (interfaith dialogue) yang sebenarnya menghentam Islam semata. Mereka gemar berkawan dengan rakan² dari luar negara yang menaburkan pujian dan harta benda ke tubuh mereka. Yahudi Zionis pun dianggap saudara sendiri bukan seperti para mufti yang asyik menghentam (menegur sebenarnya) keterlanjuran mereka menghuru-harakan umat Islam. Golongan ini terdiri daripada ahli politik, pemimpin² dan ahli korporat. Mereka amat menghormati hak² individu dan kebebasan bersuara. Bagi mereka sesetengah hukum Islam terutamanya Hukum Hudud melanggar hak asasi manusia. Tidak ada cita² untuk melaksanaka sepicing pun hukum Jinayah Islam dalam pemerintahan dan undang² negara. Sebut sahaja "Hudud" mata mereka seakan terbelalak dan tiba² tubuh terasa panas seperti mahu demam. Begitu bencinya mereka terhadap hukum Allah Maha Pencipta yang menciptakan mereka dari air mani yang hina, tetapi bila sudah terasa gagah mahu mencabar pula hukum Allah. Sebut "Hudud" tergambar tangan yang terpotong, padahal tidak semudah itu hukum Islam menjatuhkan hukuman ke tahap potong tangan. Ada saksinya, ada perbicaraannya, ada budi bicaranya. Jika tidak cukup saksi, pesalah akan dihukum cara lain seperti dipenjarakan atau denda. Belajarlah bab Jinayah (kenegaraan) iaitu bab pentadbiran negara dan undang² dalam Islam. Ini tidak belum apa² lagi sudah menghentam hukum Islam dan semua bab berkaitan peraturan dalam Islam diperlekehkan. Mungkin bab mandi wajib sahaja yang digemari oleh golongan Islam Liberal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak berasa yakin dengan Islam walaupun mereka ada yang dilabel sebagai pemimpin Islam, modenis Islam, pejuang pembaharuan Islam dan sebagainya. Perasaan 'inferiority complex' terlampau menebal dalam diri mereka sehingga sanggup mencium tangan Yahudi, Illuminati-Dajal dan Kristian demi sesuap nasi, sekelumit sanjungan dan sedikit rasuah berbentuk pangkat dan jawatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah di antara jenis² golongan Islam Liberal yang menjadi parasit dalam umat Islam. Golongan ini amnya memiliki ketidakyakinan diri (lacking in self-confidence) terhadap agama sendiri dan cenderung menafsirkan agama berdasarkan akal. Mereka juga sering membandingkan agama sendiri dengan agama² lain berdasarkan PENGANUT ISLAM BUKAN KEBENARAN DAN KEINDAHAN ISLAM ITU SENDIRI. Sebab itu Yusof Islam (Cat Steven) pernah berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku bersyukur kerana mengenali Islam terlebih dahulu sebelum mengenali orang-orang Islam"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka selagi mengaku Allah s.w.t adalah Tuhan dan Nabi Muhammad s.a.w sebagai Rasul-Nya perlulah bertaubat dan insaf. Mereka perlu disedarkan. Mereka sebenarnya telah menempuh jalan yang sesat lagi menyesatkan. Sama ada mereka sedar atau tidak, mereka telah menjadi sebahagian dari barisan hamba² Dajal Laknatullah untuk mengelirukan umat manusia khasnya umat Islam yang paling dibenci mereka dari satu-satunya agama yang diredhai Allah s.w.t. Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhati-hati dengan golongan ini. PERHATIKAN KE MANA ARAH TINDAKAN MEREKA DAN SETIAP PERCAKAPAN MEREKA. Rujuk Jigsclue ini selalu.Insya Allah anda tidak akan terperangkap dalam permainan kotor mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesedaran keduniaan adalah tangga ke dunia.&lt;br /&gt;Kesedaran keagamaan adalah tangga ke syurga.&lt;br /&gt;Allah memberkati anda dengan Kemanisan KasihNya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-7937849960430438074?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/7937849960430438074/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/03/islam-liberal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/7937849960430438074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/7937849960430438074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/03/islam-liberal.html' title='ISLAM LIBERAL...'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S5acDQTG0wI/AAAAAAAAATo/7MVqhzCeLZs/s72-c/terimakasih.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-7115777367430425533</id><published>2010-03-02T10:07:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T10:11:17.824-08:00</updated><title type='text'>JAGA HATI..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S41Use4Cu4I/AAAAAAAAATA/ypxeJx207uY/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 71px; height: 90px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S41Use4Cu4I/AAAAAAAAATA/ypxeJx207uY/s400/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444100647739898754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“DENGAN MENYEBUT NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA MENGASIHANI”&lt;br /&gt;Syukur kehadrat Allah subhanahuwataala, kerna dengan berkat iman dan islam ini aku dapat lagi terus istiqomah di atas jalan dakwah, tangan yang digerak dengan izinnya ini membolehkan aku mencoret peringatan buat kita semua..selawat dan salam pada junjungan besar Nabi Muhammad s.a.w, juga tidak dilupakan pada keluarga dan sehabat-sahabat baginda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertamanya ana nk bgth yang ana  ni xsuka untuk menulis luahan hati dalam blog ni sebgaimana org lain yang ghairah menceritakan setiap gerak kerja yang telah dilakukan. Bagi ana cukup Allah sebagai penilai atas perbuatan kabaikan, dan ianya juga dapat selamatkan hati dari terus ditipu oleh syaitan yang sentiasa mencari peluang untuk memrangkap kita ke suatu jurang penuh nikmat di mata kita tetapi amat hina disisi Allah. Cukuplah sekadar untuk kita berkongsi ilmu dari apa yang kita perolehi dari program-program yang telah dilaksanakan sebagai ibrah bersama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat kata-kata sahabat, ketika dalam ruangan YM, “ana xminat lawat blog-blog yang menceritakan perihal diri sendiri., yang ana nk dari blog2 adalah perkongsian ilmu yg diperolehi” terfikir di benak fikiran ana yang kata-kata sahabat ana ini ada betulnya kerana jika kita sentiasa menceritakan perihal diri kita, pasti kita akan menulis apa yang telah kita laksanakan..tidakkah itu menjadi ruang untuk iblis laknatullah mepermainkan hati-hati kita. Ayuh sahabat-sahabat seperjuanganku, jaga hati dari ditipu oleh maklukh yang paling licik ini..sama-sama kita tutupi hati-hati kita dari ruang untuk dimasukki iblis dengan bermuhasabah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keikhlasan akan lahir bilamana segala kebaikan itu disorok, dan sebaliknya, ruang untuk hancurnya keikhlasan bertambah besar apabila kita menzahirkan setiap kebaikan yang telah kita laksankan. Walaubagaimanapun ianya tidak salah  secara mutlak jika kita menzahirkan, tetapi ianya akan menjadikan persoalan, adakah kita mampu menjaga hati kita??? Persoalan ini mampu untuk dijawab oleh jiwa-jiwa yg ghairah menonjolkan setiap  kebaikan yang telah dilakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana berpesan pada diri ana dan antum semua agar kita sentiasa memperhalusi gerak kerja dakwah kita agar tidak tertipu dek kerana keghairahan kita untuk menyampaikan meseg2 berguna dalam masa yang sama kita terjerumus dalam pintu-pintu iblis..nauzubillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyucian hati amat sukar dilaksanakan, tetapi mudah untuk mempelajarinya....renung2kanlah..moga ianya bermanfaat untuk kita semua...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-7115777367430425533?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/7115777367430425533/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/03/jaga-hati.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/7115777367430425533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/7115777367430425533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/03/jaga-hati.html' title='JAGA HATI..'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S41Use4Cu4I/AAAAAAAAATA/ypxeJx207uY/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-3530027325275755887</id><published>2010-02-25T23:54:00.000-08:00</published><updated>2010-02-26T02:06:19.715-08:00</updated><title type='text'>KEAGUNGAN NABI MUHAMMAD S.A.W</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S4d-kTQilDI/AAAAAAAAASw/jmK4EkEE4N4/s1600-h/maulidurrasul.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 393px; height: 314px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S4d-kTQilDI/AAAAAAAAASw/jmK4EkEE4N4/s400/maulidurrasul.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442457836810572850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”&lt;br /&gt;Tidak ada tempat meminta pertolongan kecuali kepadaNya. Segala puji bagi Allah, tiada ada pujian kecuali padaNya. Aku memuji-mujiMU wahai Tuhanku, sebagaimana Engkau ajarkan kami cara memujiMU. Selawat dan salam semoga selalu disampaikan pada makhlukNya yang terbaik, sayyidina Muhammad s.a.w.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keagungan Muhammad SAW&lt;br /&gt;Apakah Kita Telah Mengenal Nabi Kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Kita benar-benar kenal Nabi Kita? Yaitu kenal secara lahir dan batinnya, jasmani, maknawi dan rohaninya Atau Kita hanya kenal secara lahir sahaja, tidak lebih daripada itu?! Atau Kita kenal secara biasa sahaja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kalau Kita kenal secara lahir dan batin, jasmani, rohaniahnya pribadi Nabi Kita Pasti Kita jatuh hati kepadanya, Kita akan cinta, Kita akan menyebut selalu namanya&lt;br /&gt;Melalui selawat dan ingatan terhadapnya, Kita akan terasa terhutang budi kepadanya&lt;br /&gt;Karena kedatangannya dan jasanya kepada dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad SAW Nabi Kita...&lt;br /&gt;Nabi Kita, Dia seorang manusia istimewa,&lt;br /&gt;Luar biasa yang tiada taranya&lt;br /&gt;Dia adalah manusia yang paling mulia di sisi Allah Taala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita bercerita tentangnya secara ringkas agar Kita kenal&lt;br /&gt;Nabi Kita sendiri...&lt;br /&gt;Siapa dia yang sebenarnya?&lt;br /&gt;Dia adalah Muhammad anak Abdullah, ibunya Aminah&lt;br /&gt;Bangsa Quraisy dari Bani Hasyim&lt;br /&gt;Nasabnya hingga ke Nabi Ibrahim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah anak yatim piatu..&lt;br /&gt;Seorang anak yang tidak pernah dapat bermanja dengan ibu bapanya seperti orang lain&lt;br /&gt;Dia lahir dari keluarga yang miskin dan dipelihara pula oleh keluarga yang miskin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah makhluk yang pertama dan utama yang paling dicintai oleh Allah&lt;br /&gt;Yaitu yang diberi nama Nur Muhammad&lt;br /&gt;Dari Nur Muhammadlah seluruh yang ada dicipta dan diwujudkan&lt;br /&gt;Syurga, Neraka, dunia, Akhirat, para malaikat, Arasy, Kursi, Sirat,&lt;br /&gt;manusia, jin, haiwan, langit, bumi dan lain-lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ertinya kalau bukan kerana Nabi Muhammad SAW,&lt;br /&gt;Yang lain tidak akan diwujudkan&lt;br /&gt;Kerananya itu Nabi kita membawa rahmat zahir dan batin&lt;br /&gt;Kepada seluruh makhluk Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah makhluk yang awal dari ruh diwujudkan,&lt;br /&gt;sebagai Jasad akhir keturunan para Nabi&lt;br /&gt;Dia adalah satu-satunya Nabi yang diisra’kan dan dimi’rajkan&lt;br /&gt;Mukanya laksana bulan purnama kerana cahayanya yang terang&lt;br /&gt;Dia hamba Allah yang paling bertaqwa dan paling takut dengan Tuhan&lt;br /&gt;Kerana itulah dia dipanggil Habibullah oleh Allah&lt;br /&gt;Ketua seluruh para Rasul dan para Nabi&lt;br /&gt;Penghulu seluruh orang yang bertaqwa&lt;br /&gt;Imam seluruh manusia&lt;br /&gt;Syariatnya untuk seluruh jin dan manusia dan penutup seluruh syariat&lt;br /&gt;Orang yang memberi syafa’atul kubra di Akhirat dan orang yang pertama&lt;br /&gt;masuk Syurga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Quran kitab yang diturunkan kepadanya paling lengkap&lt;br /&gt;Merupakan mukjizatnya yang kekal dan paling agung&lt;br /&gt;Tiada siappuna yang dapat menirunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia memiliki ilmu dunia dan Akhirat&lt;br /&gt;Sekalipun dia tidak menulis dan membaca&lt;br /&gt;Nabi kita mempunyai akhlak yang paling mulia dan tiada taranya&lt;br /&gt;Bahkan lebih mulia dari para malaikat&lt;br /&gt;Terutama kasih sayangnya kepada manusia begitu terasa&lt;br /&gt;Tawadhu’nya ( rendah diri ) adalah pakaian pribadinya&lt;br /&gt;Karena itulah dia sanggup duduk, makan, minum, tidur, baring dengan&lt;br /&gt;fakir miskin, Menziarahi orang sakit, mengiringi jenazah&lt;br /&gt;Tiada seorang pun yang melihat mukanya melainkan jatuh cinta kepadanya&lt;br /&gt;Bahkan seperti orang mabuk tidak dapat melupakannya&lt;br /&gt;Sangat kasih dan simpati dengan fakir miskin, anak-anak yatim dan&lt;br /&gt;janda-janda&lt;br /&gt;Pemurahnya laksana angin kencang yang sangat laju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mampu bergaul dengannya berbagai macam strata&lt;br /&gt;Adakalanya laksana ibu dan ayah&lt;br /&gt;Adakalanya seperti kawan yang membela dan setia&lt;br /&gt;Adakalanya terasakan bagai guru&lt;br /&gt;Adakalanya sebagai pemimpin&lt;br /&gt;Adakalanya bagaikan Panglima&lt;br /&gt;Setiap orang yang satu majelis dengannya merasakan dapat layanan yang&lt;br /&gt;memuaskan darinya&lt;br /&gt;Akhlaknya yang tinggi membuat Allah memuji&lt;br /&gt;Keberaniannya luar biasa&lt;br /&gt;Dia berjalan seorang diri di hadapan musuh-musuhnya&lt;br /&gt;Tidak sedikit pun takut dengan raja-raja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang meminta tidak pernah dikecewakan, sekalipun&lt;br /&gt;terpaksa berhutang dengan manusia&lt;br /&gt;Ibadahnya banyak&lt;br /&gt;Sembahyangnya hingga bengkak-bengkak kakinya kerana terlalu&lt;br /&gt;lama berdiri di hadapan Tuhannya&lt;br /&gt;Tidak pernah mendoakan musuh-musuhnya dengan kejahatan&lt;br /&gt;Sangat suka meminta maaf dan memberi maaf kepada siapa saja&lt;br /&gt;Dia membalas kejahatan orang dengan kebaikan&lt;br /&gt;Satu perbuatan yang luar biasa&lt;br /&gt;Tidak pernah menghina, mencaci dan merendah-rendahkan orang lain&lt;br /&gt;Sangat pemalu dan merendah diri&lt;br /&gt;Sangat menerima alasan seseorang&lt;br /&gt;Sangat tahan menerima ujian dalam berbagai bentuk dan keadaan&lt;br /&gt;Karena itulah dia dapat menjadi ketua Ulul Azmi para Rasul alaihimussolatuwassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia suka kepada seseorang kerana Allah dan murka juga kerana Allah&lt;br /&gt;Hatinya selalu terjaga, matanya saja yang tidur tapi hatinya tidak tidur&lt;br /&gt;Kerana itulah dia tidur tidak membatalkan wudhunya&lt;br /&gt;Di dalam hidupnya 74 kali terjadi peperangan, 27 kali dia ikut serta&lt;br /&gt;tetapi tidak pernah membunuh musuh-musuhnya walaupun seorang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerana menegakkan kebenaran, pernah dilempar dengan&lt;br /&gt;najis, dilempar dengan batu hingga berdarah, diboikot selama&lt;br /&gt;tiga tahun, dikepung, hendak dibunuh, berhijrah meninggalkan tanah&lt;br /&gt;air dan mendapat berbagai kesusahan dan penderitaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemuliannya di sisi Allah Ta’ala begitu ketara dan terasa&lt;br /&gt;Hingg namanya disandingkan dengan nama Tuhannya&lt;br /&gt;di dalam dua kalimah syahadah sebagai bukti syahnya Islam dengan mengucap namanya bersama dengan nama Tuhannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa yang hendak dikabulkan, awal dan akhir ditutup dengan sholawat kepadanya&lt;br /&gt;Doanya sangat terkabul, bahkan siapa yang berdoa bertawasul dengannya&lt;br /&gt;lebih diterima doanya&lt;br /&gt;Siapa yang banyak berselawat dengannya diberi syafaat di Akhirat&lt;br /&gt;Siapa yang selalu menyebut namanya diturunkan rahmat dan berkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukjizat-mukjizatnya yang banyak menunjukkan kebenarannya&lt;br /&gt;Tertulis khatamun nubuwwah di belikatnya&lt;br /&gt;Peluhnya bak mutiara, wanginya lebih wangi daripada kasturi&lt;br /&gt;Orang tidak dapat menentang matanya karena kehebatan yang terpancar&lt;br /&gt;di wajahnya, musuh-musuhnya pasti menundukkan pandangannya bila&lt;br /&gt;menatapnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak perkara-perkara ghaib yang dibuka Allah Taala kepadanya&lt;br /&gt;Sehingga sebagian perkara-perkara yang belum terjadi Seperti peristiwa akhir zaman dapat diceritakannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu kuat tawakalnya kepada Allah Ta’ala&lt;br /&gt;Hingga makanan yang berlebih tidak disimpan untuk malamnya&lt;br /&gt;Bahkan diberikan kepada yang berhak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dia buang air, tidak ada kesan membuangnya&lt;br /&gt;Lalat tidak pernah hinggap pada badannya&lt;br /&gt;Kalau dia berpaling, dia berpaling dengan seluruh badannya&lt;br /&gt;Tidak pernah makan seorang diri melainkan berkawan&lt;br /&gt;Tidak pernah mencerca makanan&lt;br /&gt;Kalau dia tidak suka, dia tidak makan, makanan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat menghormati dan memuliakan tetamunya&lt;br /&gt;Terlalu menjaga hak-hak sekalipun kepada orang kafir&lt;br /&gt;Terlalu mengutamakan orang lain daripada dirinya sendiri&lt;br /&gt;Tidak pernah melaknat sekalipun binatang&lt;br /&gt;Apa yang dikatakannya ibarat mutiara&lt;br /&gt;hingga sangat mempengaruhi orang yang mendengarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat menyatupadukan manusia yang berbagai-bagai etnik, kaum,&lt;br /&gt;bangsa dan yang berlainan warna kulit, bahasa dan budaya&lt;br /&gt;Bahkan dapat menanamkan kasih sayang satu sama lain di kalangan&lt;br /&gt;manusia&lt;br /&gt;Melahirkan manusia yang begitu taat dan patuh kepada syariat Tuhannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat unggul dalam melahirkan manusia yang tinggi akhlak dan moralnya&lt;br /&gt;Mampu menjadikan dunia bersih daripada noda dan dosa&lt;br /&gt;Berjaya menjadikan setiap orang rasa berpuas hati di bawah naungan&lt;br /&gt;pimpinannya sekalipun yang bukan Islam&lt;br /&gt;Mereka merasakan dia adalah pelindung dan penyelamat kepada seluruh&lt;br /&gt;makhluk sekalipun binatang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah dia Muhammad Rasulullah SAW&lt;br /&gt;Itulah dia nabi kita, manusia luar biasa,&lt;br /&gt;Yang istimewa kejadian dan akhlaknya paling sempurna, tiada&lt;br /&gt;tandingannya&lt;br /&gt;Baru sedikit saja kita ceritakan tentangnya, sudah mengagumkan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah pribadi yang seperti ini kita tidak jatuh hati kepadanya?&lt;br /&gt;Apakah manusia ini kita bisa melupakan begitu saja?&lt;br /&gt;Apakah kita tidak terasa terhutang budi kepadanya?&lt;br /&gt;Bahkan patut bersyukur kepadanya sepanjang masa&lt;br /&gt;Dapatkah kita samakan dia dengan pemimpin-pemimpin yang lain di&lt;br /&gt;dunia?&lt;br /&gt;Jauh panggang dari api, bagai langit dengan bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam ’alaika Ya Rasulullah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-3530027325275755887?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/3530027325275755887/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/02/keagungan-nabi-muhammad-saw.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/3530027325275755887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/3530027325275755887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/02/keagungan-nabi-muhammad-saw.html' title='KEAGUNGAN NABI MUHAMMAD S.A.W'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S4d-kTQilDI/AAAAAAAAASw/jmK4EkEE4N4/s72-c/maulidurrasul.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-9177578571124212191</id><published>2010-02-24T15:53:00.000-08:00</published><updated>2010-02-24T15:56:42.459-08:00</updated><title type='text'>SEJARAH SAMBUTAN MAULIDUR RASUL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S4W8fSOR1xI/AAAAAAAAASM/2t_vTmfmqTw/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 213px; height: 181px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S4W8fSOR1xI/AAAAAAAAASM/2t_vTmfmqTw/s400/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441962970400806674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:navy;"  &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;Perayaan Maulidur rasul telah diasaskan oleh kerajaan Fatimiah di Mesir. Kerajaan Fatimah telah merayakan perayaan ini secara besar-besaran. Bukan hanya hari jadi Rasulullah saw sahaja yang dirayakan, tetapi juga ahli keluarga Nabi saw seperti Zainab, Hassan, Hussain (r.a.). juga dirayakan. Bahkan mereka juga merayakan kelahiran Nabi Isa as. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;Walaubagaimanapun, semua perayaan ini telah dihentikan pada tahun 488 atas perintah Perdana Menteri al-Afdal Shahindah pada ketika itu yang berpegang kuat pada sunnah seperti tercatit di dalam buku Al-Kamel, karangan Ibnu Al-Atheer. Masyarakat berhenti merayakannya sehingga Al-Ma’moon Al-Bataa’ni memegang kuasa kerajaan. Beliau telah yang memulakan kembali perayaan yang telah dihentikan sebelum itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;Apabila Kerajaan al-Ayubbiah merampas kuasa, semua perayaan telah dihentikan. Namun begitu, masyarakat tetap merayakannya dikalangan keluarga mereka di dalam rumah. Pada Abad ke 7, Putera Muzafar Al-Deen Abi Sa’d Kawakbri Ibn Zein Ed-Deen `Ali- Ibn Tabakatikin telah mewartakan perayaan Maulid Nabi di Bandar Irbil. Beliau merupakan seorang sunni. Muzafar mengambil berat akan perayaan ini sehingga memerintahkan agar persediaan seperti mendirikan khemah, menghias khemah dan pelbagai lagi dilaksanakan seawal dan sebaik mungkin. Setiap kali selepas solat Asar, Muzafar akan menyaksikan perayaan ini di dalam khemah yang telah didirikan itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  &gt;Perayaan diadakan pada 8 Rabiulawal dan kadang-kadang 12 Rabiulawal. Sambutannya diisikan dengan pelbagai acara antaranya membaca sejarah Nabi (s.a.w.) sehinggalah kepada menghias binatang ternakan untuk disembelih kemudian diadakan jamuan besar-besaran. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  &gt;Berkata Ibnu Haajj Abu Abdullah Al-Abdari, perayaan tersebut tersebar luas di seluruh Mesir pada zaman pemerintahan Putera Muzafar ini. Beliau menentang akan perayaan yang diadakan. Banyak buku telah ditulis mengenai perayan Maulidur Rasul ini antara penulisnya ialah Ibn Dahya, meniggal dunia pada 633, Muhy Ed-Deen Ibn Al-`Arabi, meniggal di Damascus pada 683, Ibn Taghrabik, meniggal di Mesir pada 670, dan Ahmad Al-`Azli dan anaknya Muhammad, meniggal di Sebata pada 670. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;Oleh kerana amalan bid’ah yang banyak ketika perayaan itu, ulama’ telah berbeza pendapat akan kebolehan merayakan Maulid Nabi ini. Pendapat pertama membolehkan perayaan ini manakala pendapat yang kedua mengatakan sebaliknya. Antara yang membolehkan ialah As-Siyooti, Ibn Hajar Al-`Asqalaani dan Ibn Hajar Al-Haythmi. Walaupun mereka bersetuju dengan perayaan ini, mereka tetap membangkang aturcara ketika Maulid itu(pada zamannya). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;color:navy;"   lang="SV" &gt;HUKUM MAULID &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;Seperti yang telah diketahui, perayaan Maulidur Rasul ini merupakan satu perayaan yang kontroversi. Para ulama’ berbeza pendapat akan kebolehan perayaan ini. Kita sebagai masyarakat awam tersepit antara dua pendapat. Yang mana perlu kita turuti. Sedangkan kedua-dua belah pihak terdiri daripada ulama’-ulama’ yang hebat dan tidak boleh ditolak lagi akan kewibawaan mereka. Di dalam artikel ini, akan dilampirkan kedua-dua belah hujah setakat mana yang mampu dikumpulkan. Melalui cara ini, kita dapat menilai sendiri yang manakah mempunyai hujah yang kuat. Dan insya Allah, kita akan berada di jalan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;color:navy;"   lang="SV" &gt;HUJAH MEMBOLEHKAN MAULIDUR RASUL &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;Antara ulama’ yang menyokong akan Maulidur Rasul ialah Imam Jalaluddin Sayuti dan Sayid Ahmad bin Zaini Dahlan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;Telah berkata Imam Jalaluddin Sayuti: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;"Ibadat macam itu adalah bid'ah Hasanah (bid'ah baik) yang diberi pahala mengerjakannya kerana dalam amal ibadat itu terdapat suasana membesarkan Nabi, melahirkan kesukaan dan kegembiraan atas lahirnya Nabi Muhammad SAW yang mulia". &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;Dan berkata Sayid Ahmad bin Zaini Dahlan: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;”Telah berlaku kebiasaan bahawa orang apabila mendengar kisah Nabi dilahirkan, maka ketika Nabi lahir itu mereka berdiri bersama-sama untuk meghormati dan membesarkan Nabi Muhammad saw. Berdiri itu adalah hal yang mustahsan (bai) kerana dasarnya ialah membesarkan Nabi Muhammad saw dan sesungguhnya telah mengerjakan hal serupa itu banyak dari ulama-ulama ikutan umat.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;Berkata pula Syeikh Atiah Saqr: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;”Saya berpendapat tidak menjadi kesalahan untuk menyambut maulid. Apatah lagi di zaman ini pemuda pemudi Islam semakin lupa dengan agama dan kemuliannya. Perlu juga diingat sambutan tersebut janganlah dicemari oleh perkara-perkara haram dan bid’ah. Seperti pergaulan antara lelaki dan wanita tanpa batas. Kita juga tidak sewajarnya menjadikan sambutan ini sebagai satu tradisi yang khusus, sehingga timbul dalam kefahaman masyarakat jika sesuatu acara tidak dilansungkan maka seseorang itu dikira telah berdosa dan melanggar syariat.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;Syeikh Yusuf Qardawi juga telah memberi komen mengenai maulid ini. Beliau berkata(ringkasan): &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;”Semua telah sedia maklum bahawa sahabat-sahabat Rasulullah saw tidak merayakan hari kelahiran Rasulullah saw. Ini adalah kerana mereka telah menyaksikan secara langsung setiap gerak-geri Rasulullah saw dan seterusnya ingatan terhadap Rasulullah saw itu kekal di dalam hati dan juga ingatan. Sa’ad Abi Waqas mengatakan bahawa beliau begitu ghairah untuk menceritakan mengenai Rasulullah saw kepada kanak-kanak sama sepertiman keghairahan mereka mendidik anak-anak itu Al-Quran. Oleh kerana mereka sering menceritakan sejarah perjuangan Rasulullah saw, maka tidak perlulah mereka merayakan sepertimana dirayakan Maulid ar-Rasul kini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;Walaubagaimanapun, generasi terkemudian telah mula melupakan kegemilangan sejarah Islam dan kesannya. Dengan itu, perayaan Maulid Rasul ini diadakan bertujuan untuk mengingati sejarah Islam ketika Rasulullah saw masih hidup. Tetapi malangnya, Maulid Rasul ini telah bercampur dengan amalan bid€ ¦’²ah yang ditentang oleh Islam. Sebenarnya, meraikan hari kelahiran nabi bermakna meraikan hari kelahiran Islam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;Maka dibolehkan meraikan Maulid nabi ini dengan syarat tidak dicampur-adukkan dengan perkara-perkara bid’ah. Tetapi sebaliknya diisi dengan ceramah yang menceritakan akan sejarah Islam.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;Berikut adalah antara dalil-dalil yang menjadi hujah bagi yang membolehkan Maulid ini: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;1) &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Allah berfirman: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;”Maka orang yang beriman kepadanya (Muhammad saw) memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Quran) mereka itulah yang beruntung.” – &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Al-Araf: 157 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;Keterangan: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;Tujuan maulud diadakan adalah untuk memuliakan Nabi Muhammad saw. Maka perayaan maulud masuk dalam umum ayat tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;2) &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Firman Allah: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;”Dan ingatkanlah mereka dengan hari-hari Allah.” – Ibrahim: Ayat 5 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;Keterangan: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;Al-Baihaqi di dalam ”Syakbu al-Iman” daripada Ubai bin Kaab daripada Nabi saw, sesungguhnya baginda menafsirkan ”hari-hari Allah” ialah hari-hari nikmat dan kurniaan Allah. Al-Alusi dalam Ruh al-Ma’ani menjelaskan lagi dengan katanya ”kelahiran Nabi saw merupakan nikmat yang paling besar.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;3) &lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Bahawasanya Nabi Muhammad saw datang ke Madinah maka beliau mendapati orang-orang yahudi berpuasa pada hari Asyura iaitu hari 10 Muharram, maka Nabi bertanya kepada orang yahudi itu: &lt;i style=""&gt;“Kenapa kamu berpuasa pada hari Asyura?” &lt;/i&gt;Jawab mereka: &lt;i style=""&gt;“Ini adalah hari peringatan, pada hari serupa itu dikaramkan Firaun dan pada hari serupa itu Musa dibebaskan, kami berpuasa kerana bersyukur kepada Tuhan.”&lt;/i&gt;Maka Nabi berkata: &lt;i style=""&gt;“Kami lebih patut menghormati Musa berbanding kamu.”&lt;/i&gt; [Riwayat Bukhari dan Muslim.] &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;Ibnu Hajar Al-Asqalani pengarang Syarah Bukhari yang bernama Fathul Bari berkata bahawa dari hadis ini dapat dipetik hukum: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;-&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7pt;"  &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;Umat Islam dibolehkan bahkan dianjurkan memperingati hari-hari bersejarah, hari-hari yang dianggap besar umpamanya hari-hari maulud, mi’raj dan lain-lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;-&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7pt;"  &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;Nabi pun memperingati hari karamnya Firaun dan bebasnya Musa dengan melakukan puasa Asyura sebagai bersyukur atas hapusnya yang batil dan tegaknya yang hak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;4)&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Dalam sahih Muslim daripada Abi Qatadah al-Ansari berkata: Nabi (s.a.w.) telah ditanya tentang puasa pada hari Isnin lalu baginda bersabda: &lt;i style=""&gt;“Di hari tersebutlah aku dilahirkan dan di hari tersebut jugalah aku diutuskan.”&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;Keterangan: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;Rasul saw menegaskan kelebihan hari kelahirannya berbanding hari-hari lain. Oleh itu setiap mukmin sewajarnya berlumba-lumba beramal dan bersyukur dengan kelahiran baginda saw yang membawa rahmat kepada seluruh alam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;color:navy;"   lang="SV" &gt;HUJAH MENENTANG MAULIDUR RASUL &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;Berikut antara pendapat yang menentang bersertakan hujah mereka: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;1)&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Nabi Muhammad saw tidak pernah merayakan atau menyuruh umatnya untuk merayakan hari kelahirannya. Nabi saw telah menekankan agar jangan memperbesarkannya sepertimana orang kristian memperbesarkan Nabi Isa as. Ini dijelaskan di dalam hadis riwayat Bukhari: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;Baginda bersabda, &lt;i style=""&gt;“Jangan memperbesarkan mengenai aku seperti Kristian memperbesarkan mengenai anak Maryam. Aku hanyalah hamba, jadi katakanlah, hamba Allah dan pesuruh-Nya.” &lt;/i&gt;(Au kama Qal) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;Apa yang telah disuruh Rasulullah saw hanyalah menyuruh umatnya menjadikan hari kelahirannya satu hari untuk beribadat yang mana berbeza dengan perayaan. Bertepatanlah dengan hadis di bawah: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;Dalam sahih Muslim daripada Abi Qatadah al-Ansari berkata: Nabi (s.a.w.) telah ditanya tentang puasa pada hari Isnin lalu baginda bersabda: &lt;i style=""&gt;“Di hari tersebutlah aku dilahirkan dan di hari tersebut jugalah aku diutuskan.”&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;“Dan hendaklah kamu menjauhi perkara-perkara yang diada-adakan , kerana setiap yang diada-adakan itu adalah bid’ah , dan setiap bid’ah itu adalah sesat “.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt; [Diriwayatkan oleh Imam Abu Daud] &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;2)&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Para sahabat Rasulullah dan juga umat Rasulullah saw pada 3 abad kemudian tidak pernah merayakannya walaupun merekalah orang yang lebih mencintai Rasulullah saw lebih dari umat terkemudian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;Hadis Imran bin Husain r.a: Rasulullah s.a.w bersabda: ”&lt;i style=""&gt;Sesungguhnya yang terbaik dari kalangan kamu ialah sezaman denganku, kemudian orang yang hidup selepas zaman aku, setelah itu orang yang hidup selepas mereka.” &lt;/i&gt;Imran berkata: Aku tidak mengetahui kenapakah Rasulullah s.a.w menyebut selepas kurunnya sebanyak dua atau tiga kali. Selepas itu datang satu kaum yang di minta memberi penyaksian tetapi tidak di beri penyaksian, yang berkhianat sehingga tidak boleh dipercayai, yang suka bernazar tetapi tidak melaksanakannya dan sukakan kemewahan. Perayaan Maulid Nabi datang beberapa abad kemudian yang mana ciri-ciri Agama Islam yang sebenar sudah hilang dan bid’ah berleluasa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;3)&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Allah berfirman di dalam Al-Quran: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;Katakanlah, "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu,Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. " &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;Katakanlah, "Taatilah Allah dan Rasul-Nya; Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir". (QS. 3:31-32) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;Ayat di atas menerangkan cara menunjukkan kasih sayang yang sebenar yang patut dilakukan kepada Rasulullah saw. Ayat yang pertama di atas menjelaskan bahawa cinta itu hanyalah pengakuan, tetapi buktinya ialah menuruti apa yang Rasulullah saw bawakan. Manakla ayat kedua menekankan kepentingan dalam menuruti kehendak Allah dan Rasul Nya. Allah menyudahi ayat di atas dengan ancaman yang keras bahawa sesiapa yang tidak mahu mentaati adalah kafir dan Allah tidak mencintai orang kafir. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;”Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu.” (QS. 5:3) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (iaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. 33:21) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;4)&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kata-kata sahabat Rasulullah saw: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;Huzaifah Ibnu Al-Yamaan ra berkata: &lt;i style=""&gt;"Setiap ibadah yg tidak dilakukan oleh sahabat Rasulullah saw, maka janganlah melakukannya"&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;Dan berkata Ibnu Mas'ud :&lt;i style=""&gt;"Ikutlah (sunnah) dan jangan menambah, dan telah cukup bagi kamu - perbuatan yg lama (kekal dengan cara lama)"&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11pt;color:red;"   lang="SV" &gt;(Dipetik dari laman web &lt;a href="http://www.e-ulama.org/" rel="nofollow"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color:#004080;"&gt;Suara Ulama’ – Persatuan Ulama’ Malaysia (PUM)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-9177578571124212191?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/9177578571124212191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/02/sejarah-sambutan-maulidur-rasul.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/9177578571124212191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/9177578571124212191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/02/sejarah-sambutan-maulidur-rasul.html' title='SEJARAH SAMBUTAN MAULIDUR RASUL'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S4W8fSOR1xI/AAAAAAAAASM/2t_vTmfmqTw/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-7302758608747412653</id><published>2010-02-24T00:37:00.000-08:00</published><updated>2010-02-24T00:40:54.361-08:00</updated><title type='text'>KEHENDAK..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S4Tl6ilGRTI/AAAAAAAAASE/ANx7Hsr1Igw/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 239px; height: 174px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S4Tl6ilGRTI/AAAAAAAAASE/ANx7Hsr1Igw/s400/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441727043647980850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5Cowner%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5Cowner%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5Cowner%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-MY&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;“&lt;i style=""&gt;Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Tidak ada tempat meminta pertolongan kecuali kepadaNya. Segala puji bagi Allah, tiada ada pujian kecuali padaNya. Aku memuji-mujiMU wahai Tuhanku, sebagaimana Engkau ajarkan kami cara memujiMU. Selawat dan salam semoga selalu disampaikan pada makhlukNya yang terbaik, sayyidina Muhammad s.a.w.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Firman Allah S.W.T&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;“jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang kamu dilarang mengerjakannya, nescaya Kami hapuskan kesalahan-kesalahanmu(dosa-dosa kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (syurga)”&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;An-nisaa’:31&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Ayat diatas menjadi pangkal kebaikan bagi setiap Muslim sepanjang hari-hari yang dilalui, kerana ayat tersebut memberikan batasan-batasan dan ranjau-ranjau yang harus diperhatikan bagi setiap muslim pada saat ia melakukan pilihan bagi hayunan langkah sehingga ia tidak terjerumus ke dalam pilihan yang membinasakan yang tidak berpedoman pada manhaj Allah. Seandainya manusia diciptakan sebagai makhluk”makanik” tanpa dibekali dengan kemampuan untuk memilih nescaya manusia akan bebas dari beban untuk menentukan pilihan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Beban manusia timbul dari sikap angkuhnya kerana memiliki kemampuan lebih dari makhluk Allah yang lain. Kelebihan manusia terletak pada potensi akalnya yang memberi kemampuan untuk menentukan pilihan terhadap altenatif-altenatif yang tersedia di dihadapan. Sementara makhluk-makhluk lain yang diciptakan oleh Allah terbentuk sebagai makhluk yang telah terprogram secara keseluruhan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Firman Allah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;“sesungguhnya, Kami telah mengemukakn amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khuatir akan mengkhianati dan dipikullah oleh manusia. Sesungguhnya, manusia itu amat zalim dan amat bodoh”&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Al-ahzab:72&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Manusia telah menzalimi dirinya ketika ia memilih untuk memegang kendali pilihan bebas dirinya saat menghadapi godaan syahwat atau saat menhadapi kehendak manhaj Allah S.W.T. sementara makhluk2 lain yang menundukkan dirinya kepada pilihan Allah, tidak akan menhadapi masalah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Pilihan yang menusia buat terkadang tersasar dari syariat sedangkan ianya merasakan pilihan tersebut tepat dari segi perkiraan akalnya. Tanpa panduan yang telah ditetapkan oleh Pencipta mana mungkin manusia itu akan selamat untuk menentukan pilihan kerna Allah adalah makanik kepada manusia, yang mengetahui setiap natijah perbuatan manusia sebelum manusia melakukan tindakan, yang mengetahui setiap perkara yang akan berlaku sedang manusia tidak mengetahui perkara yang akan berlaku,dan yang mengetahui apa yang berada diantara langit dan bumi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Kuasa memilih dan membuat pilihan dibekalkan pada diri setiap manusia pada masa yang sama Allah juga telah menetapkan batasan- batasan dan dan larangan dalam kehidupan. Pertembungan antara kehendak manusia dengan kehendak Maha Pencipta selalu berlaku kerna terdapatnya unsur yang ketiga iaitu syaitan sedang manusia sudah dibekalkan nafsu yang sentiasa mempengaruhi kearah kebinasaan. Pertembungan ini memjadikan beban pada manusia yang tidak mempunyai keyakinan terhadap ayat-ayat Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Beban yang terjadi disebabkan keangkuhan yang terdapat pada diri manusia yang tidak bisa tunduk pada maha Pencipta, walaupun mengetahui pilihannya itu tidak selari dengan kehendak Allah. Keadaan ini menjadi manusia itu berada dalam keadaan yang resah, gelisah dan sebagainya. Dalam konteks yang lebih besar jika dapat dikaitkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Sesebuah Negara akan bertambahnya gejala social sehari demi sehari seiring dengan akta, enakmen-enakmen yang sentasa digubal bagi membendung masalah tersebut. Persoalan yang timbul..bila akan berlaku pengurangan masalah ini?? Sukar untuk diramal oleh pakar-pakar cerdik pandai bilakah akan berlaku penguranagn, kempen demi kempen, tindakan demi tindakan diambil tetapi tetap masalah ini bertambah dari masa ke semasa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Disini dapat dilihat pertembungan kehendak antara kehendak Allah dengan kehendak manusia..Allah mewajibkan untuk meletakkan Al-Quran sebagai rujukan teratas manakala manusia pula meletakkan selain quran sebagai rujukan teratas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Setiap kebebasan yang diberikan oleh Allah pada manusia pasti ada batasannya, seumpamaya dalam hiburan. Manusia dibenarkan untuk berhibur, tp batasan dalam hiburan mesti diikuti. Dalam pemakanan juga ada batasannya, jika terlampau banyak makan pasti akan berlaku kesan yang kurang baik pada diri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Kebebasan itu bukan membuat sesuatu dengan mengikut hawa nafsu semata-mata, bahkan ia mestilah selari dengan kehendak Allah sebagai makenik manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Sama-samalah kita mengambil pengajaran, apa yang kurang ana mohon maaf, dan apa yang salah tolong perbetulkan, semoga ianya bermanfaat kepada semua&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Wassalam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-7302758608747412653?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/7302758608747412653/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/02/kehendak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/7302758608747412653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/7302758608747412653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/02/kehendak.html' title='KEHENDAK..'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S4Tl6ilGRTI/AAAAAAAAASE/ANx7Hsr1Igw/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-8706492347906845804</id><published>2010-02-12T04:20:00.000-08:00</published><updated>2010-02-12T04:23:57.087-08:00</updated><title type='text'>TUAN GURU NIK ABDUL AZIZ ANTARA 50 TOKOH ISLAM TERBAIK DI DUNIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S3VIQHL4NSI/AAAAAAAAAR8/dAuPCt2_ZmA/s1600-h/nik-nov19.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 350px; height: 231px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S3VIQHL4NSI/AAAAAAAAAR8/dAuPCt2_ZmA/s400/nik-nov19.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437331566763717922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;&lt;br /&gt;KUALA LUMPUR, Nov 21 — Mursyidul Am PAS Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat yang menerajui Kelantan sejak 1990 sebagai Menteri Besar Kelantan disenaraikan sebagai antara pemimpin Islam berpengaruh di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada senarai 50 personaliti yang dinamakan, Nik Aziz menduduki tempat yang ke-42.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama 50 personaliti ini disenaraikan dalam buku berjudul “The 500 Most Influential Muslims”. Edisi pertama dikeluarkan baru-baru ini oleh The Royal Islamic Strategic Studies Centre.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita cuba untuk mengetengahkan mereka yang berpengaruh sebagai Muslim, pengaruh mereka digerakkan hasil amalan ajaran Islam ataupun pada hakikatnya mereka adalah seorang Muslim,” kata bahagian pengenalan buku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetuai senarai itu ialah Raja Arab Saudi Raja Abdullah Abdul Aziz dan disusuli pemimpin agung Iran Ali Khamenei dan Raja Maghribi Raja Mohamed VI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya, nama tokoh dan personaliti dalam buku itu disenaraikan dalam 15 kategori iaitu ulama, politik, pentadbiran, pengkhutbah, wanita, kedermawanan, pembangunan sains dan teknologi, kebudayaan, media dan radikal serta rangkaian Islam antarabangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kategori itu menyenaraikan kira-kira 450 nama keseluruhannya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-8706492347906845804?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/8706492347906845804/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/02/tuan-guru-nik-abdul-aziz-antara-50.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/8706492347906845804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/8706492347906845804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/02/tuan-guru-nik-abdul-aziz-antara-50.html' title='TUAN GURU NIK ABDUL AZIZ ANTARA 50 TOKOH ISLAM TERBAIK DI DUNIA'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S3VIQHL4NSI/AAAAAAAAAR8/dAuPCt2_ZmA/s72-c/nik-nov19.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-7661519069401223827</id><published>2010-02-10T00:00:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T00:06:09.827-08:00</updated><title type='text'>JANGAN TERTIPU DENGAN KEDUNIAAN..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S3Jolrwu90I/AAAAAAAAARs/5OO3RJAtSiE/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 335px; height: 241px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S3Jolrwu90I/AAAAAAAAARs/5OO3RJAtSiE/s400/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436522696801187650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Surah Luqman, 33; Fathir, 5; Ali ‘Imran 185; al-Hadid, 20…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahawa perumpa-maan penduduk dunia ini dalam hal ghaflah dan kelalaian mereka bagaikan suatu kaum yang sedang menaiki bahtera. Bahtera malintasi suatu pulau. Nakhoda menyuruh para penumpang turun dari kapal untuk menunaikan hajat keperluan masing-masing, sambil mengingatkan bahawa jangan singgah terlalu lama, kerana masa singgah hanya sebentar. Masa keberangkatan kapal semula sangat dekat. Para penumpang bertebaran di seluruh penjuru pulau nan indah memikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kumpulan di kalangan mereka menunaikan hajat keperluan dengan bijkak dan segera, kemudian mereka bergegas menaiki kapal semula. Mereka dengan mudah memilih tempat di dalam kapal, duduk di first-class, tempat yang paling selesa dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekumpulan lain agak lama transit di pulau tersebut. Mereka terpesona menyaksikan gemerlapan cahaya lampunya yang berwarna warni. Taman-taman bunga nan indah. Pepohonan nan rindang menyejukkan. Kicauan burung-burung yang merdu, lirik lagu-laguan yang teratur dan memukau. Mereka mengamati tanah dataran pulau yang terdapat padanya batu-batu, permata, mutiara yang beraneka warna dan corak yang indah dan memikat mata memandang beserta seni ukirnya yang unik memikat dengan permata zamrud dan corak bentuk yang sangat ajaib. Kemudian mereka teringat jadual keberangkatan bahtera yang sangat suntuk, lantas mereka bergegas menaiki kapal. Ternyata tempat yang mereka dapati sangat sempit menyusahkan. Merekapun duduklah di tempat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpulan ketiga sibuk menga-ut batu-batu pualam dan permata yang memikat hati mereka. Mereka tertarik dan terus membawa bersama ke dalam bahtera yang telah pun penuh sesak. Barangan yang mereka bawa menyusahkan diri mereka sendiri. Akhirnya mereka dibalut penyesalan kerana membawa bersama batu permata tersebut. Mereka tak berupaya membuang dan meninggal-kannya, sedang di dalam bahtera tak tersedia tempat untuk meletakkan barangan. Akhirnya mereka terpaksa memikulnya sendiri di atas pundak masing-masing. Mereka sungguh menyesal mengambil barangan tersebut, suatu sesalan yang tak membawa sebarang erti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan keempat sibuk menjelajahi pulau nan kelihatan indah sehingga mereka terlupa menaiki bahtara. Mereka pergi cukup jauh menjelajahi pelbagai taman-taman rekreasi sehingga tak terdengar seruan nakhoda kerana terlalu sibuk menikmati pelbagai jenis buah-buahan, menyaksikan gemerlapan lampu hiasan warna-warni, melihat pepohonan nan indah. Dalam masa yang sama mereka khawatir terhadap diri mereka diserang oleh binatang buas, bimbang terjatuh ke dalam lubang dan jurang yang dalam. Cemas melihat duri-duri yang mengait pakaian mereka, duri dahan-dahan kayu yang melukai badan, duri-duri berbisa yang menusuk telapak kaki, suara seram menakutkan, pelbagai pengait yang mengoyakkan pakaian menyebabkan aurat mereka terdedah yang akan menghalangi mereka meneruskan perjalanan seandainya mereka menginginya. Akhirnya setelah mereka terdengar suara panggilan nakhoda, barangan yang mereka bawa bersama sungat menyusahkan mereka. Ternyata bahtera sudah penuh, akhiranya mereka terdampar di pantai serta mati kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara golongan kelima mereka juga tidak mendengar panggilan nakhoda, bahtera telahpun meneruskan perjalanan. Di kalangan mereka ada yang jadi mangsa binatang buas yang ganas, ada yang sesat kebingungan sehingga mati dalam perjalanan, ada yang mati tenggelam dalam timbunan lumpur, ada yang dirantap ular. Mereka akhirnya hancur berkecai bagaikan bangkai-bangkai kering yang busuk. Terdapat di kalangan mereka yang sempat menaiki bahtera, namun mereka mengalami kesusahan beban banyak yang mereka bawa bersama dari pelbagai jenis bunga-bungaan, batu, dan mutiara. Kesibukan mengurus barangan mereka menye-babkan mereka diliputi kegundahan, kerana susah menjaganya bimbang akan kehilangannya, dan barangan tersebut pula menyempiti tempat duduk mereka di dalam bahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pada itu, ternyata bunga-bungaan yang mereka bawa dalam masa yang singkat sahaja telahpun layu dan reput, warnanya pudar, batu dan permata perhiasan juga memudar, bahkan semuanya mendatangkan bau busuk. Di samping harta benda tersebut membuat suasana sesak dan sempit, bau busuknya pula menyakiti dan menyayat hidung, bentuk rupanya menyakiti mata memandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada pilihan lain selain barangan tersebut terpaksa di buang ke dalam laut. Buah-buahan yang mereka makan di pulau, menjejaskan kesihatan mereka. Sebaik tiba di destinasi mereka mengalami pelbagai penyakit akibat bau busuk, demiki-anlah para pemilik barangan tersebut tiba dalam keadaan menderita sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah kisah mereka sesiapa yang agak terlambat masuk bahtera, ia hanya memiliki tempat yang tidak selesa dalam bahtera mereka terpaksa bersempit-sempit seketika. Sebaik tiba di negeri tujuan mereka baru merasa keselesaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang penumpang yang awal menaiki bahtera mendapati tempat yang cukup lapang, mereka tiba di destinasi dengan selamat dan selesa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah perumpamaan penghuni bumi dalam hal kesibukan mereka mengurus habuan keduniaan yang bersipat sementara, dan perihal mereka lupa akan asal kejadian mereka, alpa terhadap kehidupan di hari esok. Betapa kejinya golongan yang menduga mereka bijak bestari dan berakal sedang mereka terperdaya oleh permata dan batu pualam, yakni emas dan perak, terpukau dengan rumput mati yang kering kontang, yakni segala perhiasan dunia. Sedangkan sedikit-pun tidak akan dibawanya di saat panggilan ajal telah tiba. Malahan harta benda dunia akan mendatang-kan beban dan bencana ke atas pemi-liknya. Sementara ia dalam kehidupan sekarang ini sibuk dengannya, sedih dan bimbang memikirkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah perihal umat manusia, kecuali segelintir hamba yang dikasihi dan dipelihara oleh Allah swt. (Ihya’ulumuddin, ms 1193). &lt;div id="TixyyLink" style="border: medium none ; overflow: hidden; color: rgb(0, 0, 0); background-color: transparent; text-align: left; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-7661519069401223827?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/7661519069401223827/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/02/jangan-tertipu-dengan-keduniaan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/7661519069401223827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/7661519069401223827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/02/jangan-tertipu-dengan-keduniaan.html' title='JANGAN TERTIPU DENGAN KEDUNIAAN..'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S3Jolrwu90I/AAAAAAAAARs/5OO3RJAtSiE/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-4104629449196724490</id><published>2010-02-02T23:22:00.000-08:00</published><updated>2010-02-02T23:29:13.881-08:00</updated><title type='text'>GARIS PANDUAN HIBURAN DALAM ISLAM</title><content type='html'>1. TUJUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis Panduan Hiburan Dalam Islam ini disediakan untuk memberi panduan kepada pihak yang terlibat dalam industri hiburan merangkumi nyanyian, muzik, tarian dan lain-lain. Garis Panduan ini juga akan dijadikan rujukan dan panduan kepada masyarakat awam yang menyertai persembahan rancangan hiburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1. Pada dasarnya Islam mengharuskan hiburan kerana ia menjadi sebahagian daripada fitrah kehidupan manusia. Ini berdasarkan kepada hadis Rasulullah s.a.w. yang diriwayatkan daripada Aisyah r.a yang bermaksud:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 204, 0);"&gt;“Sesungguhnya Abu Bakar masuk kepadaku, sedang di sampingku ada dua gadis hamba daripada orang Ansar sedang menyanyi dengan nyanyian yang dinyanyikan oleh orang Ansar pada hari peperangan Bu’ath. Aku berkata, kedua-dua orang ini bukanlah penyanyi. Abu Bakar berkata, adakah di rumah nabi ini terdapat serunai syaitan? Sedangkan pada hari ini adalah hari raya idul fitri. Rasulullah bersabda, wahai Abu Bakar, sesungguhnya setiap kamu ada hari rayanya dan ini adalah hari raya kita.”&lt;/span&gt; (Riwayat Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Hadis tersebut, nyatalah bahawa hiburan yang menghiburkan jiwa serta menenangkan hati diharuskan oleh Islam. Ini dinyatakan oleh al-Syeikh Yusuf al-Qardhawi bahawa antara hiburan yang dapat menghibur jiwa, menenangkan hati serta menyedapkan telinga adalah nyanyian. Hiburan nyanyian ini diharuskan oleh Islam dengan syarat ia tidak dicampuri kata-kata kotor, keji atau yang boleh memberangsangkan kepada perbuatan dosa. (al-Halal wa al-Haram fi al-Islam, hal. 273).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2 Dalam membincang isu ini, Muzakarah Jawatankuasa Fatwa Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Agama Islam Malaysia dalam persidangan kali ke-2 pada 12 – 13 Mei 1981 telah membuat keputusan seperti berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Nyanyian yang senikatanya baik, tidak lucah, tidak biadap dan tidak mendorong kepada maksiat[1], tidak bercampur gaul antara lelaki dengan perempuan dan tidak membawa kepada fitnah[2] adalah harus;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Jika nyanyian senikatanya tidak baik, lucah, biadap, mendorong kepada maksiat, bercampur gaul lelaki dengan perempuan dan membawa kepada fitnah maka nyanyian itu adalah haram;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Pancaragam yang melalaikan[3] hukumnya haram;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) Mendengar nyanyian dan pancaragam adalah harus dengan syarat senikatanya baik, tidak lucah, tidak biadap, tidak bercampur lelaki dengan perempuan dalam keadaan yang tidak menimbulkan fitnah; dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) Menyanyi untuk menimbulkan semangat jihad adalah harus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. KANDUNGAN GARIS PANDUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1 Garis panduan ini mengandungi perkara-perkara berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1.1 Takrif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1.2 Program Hiburan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1.3 Persembahan Muzik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1.4 Lirik Lagu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1.5 Persembahan Artis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1.6 Persembahan Tarian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1.7 Tanggungjawab Penganjur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1.8 Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2 Takrif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2.1 Hiburan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud hiburan ialah sesuatu (perbuatan, benda dll) untuk menghiburkan (menyenangkan, mententeramkan) hati. (Kamus Dewan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2.2 Nyanyian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud nyanyian ialah gubahan muzik yang dilagukan dengan suara. (Kamus Dewan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2.3 Muzik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud muzik ialah gubahan bunyi untuk memperoleh keindahan bentuk dan pernyataan perasaan. (Kamus Dewan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2.4 Tarian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud tarian ialah gerakan badan serta tangan dan kaki berirama mengikut rentak muzik. (Kamus Dewan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. GARIS PANDUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis panduan yang memisahkan sama ada hiburan itu boleh atau sebaliknya menurut Islam adalah sejauh mana hiburan tersebut mencapai maksud dan prinsip Islam yang menekankan ke arah kesejahteraan umat manusia. Antara garis panduan tersebut adalah seperti berikut;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Program Hiburan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Bermatlamatkan kebaikan dan kesejahteraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ii. Diadakan di tempat yang bersesuaian supaya tidak mengganggu ketenteraman awam dan orang ramai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iii. Mengambilkira masa yang bersesuaian dengan sensitiviti masyarakat dan ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iv. Tidak disertai oleh perbuatan-perbuatan haram atau maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v. Tidak mengandungi acara yang bersifat provokasi yang boleh menimbulkan sikap prejudis atau permusuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;vi. Tidak mengandungi unsur-unsur pemujaan atau penyembahan yang bertentangan dengan ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Persembahan Muzik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Tidak menimbulkan gerakgeri liar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ii. Tidak mendorong kepada perbuatan maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iii. Tidak melalaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Lirik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Kalimah syahadah dalam bahasa Arab hendaklah disempurnakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ii. Tidak mengandungi sebutan yang boleh membangkitkan nafsu syahwat, perkataan lucah, menggambarkan arak, dan memberi perangsang melakukan dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iii. Tidak mengandungi unsur-unsur pemujaan kepada makhluk dan peribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iv. Tidak mengandungi ungkapan-ungkapan yang melanggar adab kesopanan dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v. Tidak mengandungi ungkapan yang melanggar akidah dan syariat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;vi. Tidak mengandungi unsur mengutuk nasib dan lucah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;vii. Tidak mengandungi unsur menghina, mengaib, mencaci, memfitnah dan seumpamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;viii. Tidak boleh menjadikan teks al-Quran sebagai lirik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) Persembahan Artis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Berinteraksi dengan penonton secara sopan dan disertai kata-kata yang boleh membina nilai-nilai kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ii. Berpakaian kemas, sopan serta tidak memakai pakaian yang boleh mendedahkan diri kepada eksploitasi penonton dan tidak bercanggah dengan kehendak Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iii. Tidak melakukan gerak geri dan perkataan yang boleh menimbulkan perasaan yang mendorong kepada maksiat dan menghina Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iv. Tidak mengucapkan kata-kata yang menggalakkan perbuatan maksiat atau menghina agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) Persembahan Tarian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Berpakaian kemas, sopan serta tidak memakai pakaian yang boleh mendedahkan diri kepada eksploitasi penonton dan tidak bercanggah dengan kehendak Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ii. Gerak tari yang dipersembahkan tidak menimbulkan fitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iii. Tidak berlaku percampuran antara lelaki dengan perempuan yang boleh menimbulkan fitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iv. Tidak bertujuan pemujaan atau penyembahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v. Tidak dipersembahkan dengan gaya yang memberahikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f) Tanggungjawab Penganjur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penganjur hendaklah mempastikan acara hiburan yang dianjurkan menepati garis panduan yang telah disediakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis Panduan ini diharap memberikan panduan kepada pihak yang terlibat dalam industri hiburan. Ia juga dijadikan usaha untuk mewujudkan masyarakat yang dapat mengamal dan menikmati hiburan berteraskan nilai-nilai akhlak dan syariat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUJUKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;1. Mausu’ah al-Fiqhiyyah, Wizaratul Auqaf Wa al- Syu’un al-Islamiah,Cetakan Pertama, 1995, Kuwait.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt; 2. Tafsir Pimpinan al-Rahman Kepada Pengertian al-Quran, Syeikh Abdullah bin Mohamad Basmeih, Jabatan Kemajuan Islam Malaysia.&lt;/span&gt;   &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Al-Halal wa al- Haram fi al-Islam, Syeikh Yusuf al-Qardhawi, al-Maktab al-Islami, Cetakan ke-15, Beirut 1994.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;4. Kamus Dewan, Edisi Baru, Dewan Bahasa dan Pustaka, Kuala Lumpur, 1991.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;5. Garis Panduan Muzik, Nyanyian dan Seni Menurut Pandangan Islam, Bahagian Penyelidikan, JAKIM.&lt;/span&gt;   &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Muzakarah Jawatankuasa Fatwa Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Agama Islam Malaysia kali ke-2 pada 12 – 13 Mei 1981.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;7. Garis Panduan Penyiaran, Suruhanjaya Komunikasi dan Multimedia Malaysia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[1] Sesuatu perbuatan yang haram (Mausu’ah al-Fiqhiyyah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;[2] Cubaan, gangguan, hasutan dan kekacauan (Tafsir Pimpinan al-Rahman Kepada Pengertian al-Quran)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;[3] Perkataan dan sebagainya yang tidak mendatangkan hasil serta tidak memberi faedah dan manfaat . (Mausu’ah al-Fiqhiyyah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S2klHaiUymI/AAAAAAAAARk/49VFVouiQCY/s1600-h/1111.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 267px; height: 192px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S2klHaiUymI/AAAAAAAAARk/49VFVouiQCY/s400/1111.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433915234711816802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="TixyyLink" style="border: medium none ; overflow: hidden; color: rgb(0, 0, 0); background-color: transparent; text-align: left; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-4104629449196724490?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/4104629449196724490/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/02/garis-panduan-hiburan-dalam-islam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/4104629449196724490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/4104629449196724490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/02/garis-panduan-hiburan-dalam-islam.html' title='GARIS PANDUAN HIBURAN DALAM ISLAM'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S2klHaiUymI/AAAAAAAAARk/49VFVouiQCY/s72-c/1111.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-2288511509377223402</id><published>2010-01-30T00:32:00.000-08:00</published><updated>2010-01-30T00:43:04.907-08:00</updated><title type='text'>WANITA SOLEHAH..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S2PvQ7qSoqI/AAAAAAAAARc/mnLNM1d0oYc/s1600-h/wanita.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 308px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S2PvQ7qSoqI/AAAAAAAAARc/mnLNM1d0oYc/s400/wanita.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432448649710969506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penyeri Taman Syurga&lt;br /&gt;Wanita ibarat bunga... cantik indahnya pada pandangan mata hanya sementara...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kekal menjadi pujaan manusia, hanyalah wanita yang mulia akhlaknya...&lt;br /&gt;kerana akhlak itu umpama bunga diri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada guna berwajah cantik tetapi akhlak buruk.. tiada guna juga berwajah cantik tetapi hati kosong dari ilmu... Ibarat bunga.. ada yang cantik bila&lt;br /&gt;dipandang tetapi busuk baunya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula yang kurang menarik dan baunya juga kurang menyenangkan...&lt;br /&gt;Ada juga bunga yang tidak menarik pada pandangan mata kasar.. tetapi bila dihalusi dengan mata hati, ternyata amat tinggi nilainya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita adalah makhluk Allah yang amat istimewa. Kemuliaan dan keruntuhan&lt;br /&gt;sesuatu bangsa terletak di tangan wanita. Oleh yang demikian, Allah&lt;br /&gt;telah menetapkan hukumnya ke atas mereka; walaupun berat di pandangan&lt;br /&gt;mata si jahil dan ingkar tetapi ia adalah kemanisan iman yang dicicip&lt;br /&gt;oleh wanita solehah. Kerana itulah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anak, dia menjadi anak yang solehah... Sebagai remaja dia akan menjadi remaja yang berhemah.. sebagai isteri, dia menjadi isteri yang menyenangkan dan menenangkan hati suaminya.. sebagai ibu, dia akan mendidik anaknya dengan penuh kasih sayang... dan pastinya sebagai hamba Allah, dia akan menjadi hamba&lt;br /&gt;yang tunduk dan menyerah diri hanya kepada-Nya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam tidak membezakan kedudukan atau darjat seseorang samaada mereka wanita atau lelaki melainkan berdasarkan ketaqwaan mereka kepada Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Subhanahu wta'ala dalam kitab-Nya yang amat mulia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An-Nisa', ayat 124 yang bermaksud...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Dan sesiapa yang mengerjakan amal soleh, dari lelaki atau perempuan, sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk Syurga dan mereka pula tidak akan dianiaya (atau dikurangkan balasannya) sedikitpun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah S.A.W pernah bersabda yang maksudnya : &lt;span style="color: rgb(51, 255, 51); font-style: italic;"&gt;"Harta yang paling&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51); font-style: italic;"&gt;berharga di dunia adalah wanita yang solehah."&lt;/span&gt; HR Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:::::&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Wanita Menurut Perspektif Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam wanita amat dihormati dan dihargai peranannya. Sebagaimana eratnya hubungan siang dan malam yang saling melengkapi, begitu juga&lt;br /&gt;lelaki dan wanita diciptakan untuk saling melengkapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap lelaki dan wanita memiliki tugas-tugas dan kewajipan-kewajipan yang berlainan, sesuai dengan fitrah masing-masing. Namun, matlamat hidup setiap lelaki&lt;br /&gt;dan wanita adalah sama, iaitu mencari redha Allah (Mardhatillah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wata'ala telah berfirman, maksudnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"Barangsiapa yang mengerjakan amalan yang soleh baik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;lelaki mahupun wanita sedang ia seorang yang beriman maka mereka itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;masuk ke dalam syurga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;An-Nisaa : 124&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Salallahu'laihi wassalam (S.A.W) juga turut menyuruh umatnya supaya&lt;br /&gt;memperlakukan wanita sebaik-baiknya sebagaimana sabda baginda yang&lt;br /&gt;bermaksud :&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51); font-style: italic;"&gt;"Mereka yang paling sempurna dikalangan mereka yang ikhlas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51); font-style: italic;"&gt;adalah mereka yang mempunyai akhlak yang terbaik dan yang terbaik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51); font-style: italic;"&gt;dikalangan kamu adalah yang paling baik terhadap isterinya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;HR At-Tirmidzi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah (S.A.W) telah memerintahkan supaya kaum wanita diperlakukan&lt;br /&gt;menurut fitrah ia dijadikan sebagaimana dalam sabdanya yang&lt;br /&gt;bermaksud....&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51); font-style: italic;"&gt;"Berlaku baiklah terhadap kaum wanita lantaran mereka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51); font-style: italic;"&gt;diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok adalah bahagian yang teratas,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51); font-style: italic;"&gt;jika kamu cuba untuk meluruskannya kamu akan mematahkannya dan jika kamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51); font-style: italic;"&gt;membiarkannya ia akan tetap bengkok, maka berlaku baiklah terhadap kaum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51); font-style: italic;"&gt;wanita kamu."&lt;/span&gt;Al-Bukhary dan Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat perbezaan diantara pembawaan lelaki dan wanita yang tidak boleh&lt;br /&gt;dinafikan.&lt;br /&gt;Wanita secara fizikalnya lebih lemah dari kamu lelaki, oleh itu mereka tidak dapat melindungi diri mereka dengan kekuatan mereka sendiri. Fitrah telah mengurniakan kepada wanita dua ciri iaitu kedegilan dan rasa malu yang merupakan dua senjata ampuh yang digunakan untuk memelihara diri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai sebenar wanita dalam Islam amat bertentangan dengan apa yang diperjuangkan oleh wanita Barat. Nilai wanita bukan terletak pada fesyen pakaiannya yang menonjol, berhias diri untuk memperlihatkan kecantikannya, tetapi hakikatnya ialah pada kesopanan, rasa malu dan keterbatasan dalam pergaulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;insya-Allah sama kita baiki, baik Muslimin atau khususnya pada Muslimat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahu'alam&lt;div id="TixyyLink" style="border: medium none ; overflow: hidden; color: rgb(0, 0, 0); background-color: transparent; text-align: left; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-2288511509377223402?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/2288511509377223402/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/01/wanita-solehah.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/2288511509377223402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/2288511509377223402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/01/wanita-solehah.html' title='WANITA SOLEHAH..'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S2PvQ7qSoqI/AAAAAAAAARc/mnLNM1d0oYc/s72-c/wanita.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-1337642545193318571</id><published>2010-01-27T09:38:00.000-08:00</published><updated>2010-01-29T21:38:08.759-08:00</updated><title type='text'>DEMI SEBUAH JANJI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5Cowner%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5Cowner%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5Cowner%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-MY&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US;} p.MsoNoSpacing, li.MsoNoSpacing, div.MsoNoSpacing 	{mso-style-priority:1; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 180.0pt 72.0pt 180.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="1026"&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;            Unjuran waktu kian berdetik,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNoSpacingCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;Walau sesaat tidak berhenti,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNoSpacingCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;Tatkala pertemuan menjalinkan kasih,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNoSpacingCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;Datang perpisahan membuka duka,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNoSpacingCxSpLast" style="text-indent: 36pt; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;Ibarat balutan terurai ikatan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpFirst" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;Dulu bahagia kini sengsara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;Sekejapku rasa bersama dikau,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;Bagai semalam baru bersua,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;Tatkala hening datang menempa,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;Khabar berita meruntuhkan air mata,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;Kau pergi tanpa diduga,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;Tinggallah aku seorang saja,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;Memaut memori suka dan duka,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;Meratapi rindu yang tersemat di dada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;Akanku terus perjuangan kita,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;Biar mati tidak berbaka,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;Asal matlamat dapat dijulang,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;Tanpa kemenangan takkanku pulang,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;Titisan darah sebagai bukti,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;Ibu pertiwi menjadi saksi,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;Jujur dan ikhlas nakhoda dihati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;Biar memori terus bersemadi,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;Sumpah kita akan terpatri,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;Walau strategi sekadar mimpi,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;Ke lubang cacing tetapku perangi,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-US" &gt;Demi janji yang kita akui,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(0, 153, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   lang="EN-US" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Ke nokhtah terakhir akanku gali.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" face="webdings" style="text-indent: 36pt; line-height: normal; color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S2B78js1zgI/AAAAAAAAARU/T3BWlG2JIx4/s1600-h/24102008006.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 253px; height: 324px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S2B78js1zgI/AAAAAAAAARU/T3BWlG2JIx4/s400/24102008006.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431477430914502146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S2B7uXfck2I/AAAAAAAAARM/yPM73SRSKyE/s1600-h/arwah+fadiri.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 221px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S2B7uXfck2I/AAAAAAAAARM/yPM73SRSKyE/s400/arwah+fadiri.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431477187118928738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic; font-family: webdings; text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: normal; color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic; font-family: webdings; text-align: center;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-1337642545193318571?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/1337642545193318571/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/01/demi-sebuah-janji.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/1337642545193318571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/1337642545193318571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/01/demi-sebuah-janji.html' title='DEMI SEBUAH JANJI'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S2B78js1zgI/AAAAAAAAARU/T3BWlG2JIx4/s72-c/24102008006.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-6235376149755418086</id><published>2010-01-17T16:15:00.003-08:00</published><updated>2010-01-17T16:44:11.213-08:00</updated><title type='text'>MAJLIS TAHLIL MALAM KE7 ARWAH FADHIRI DAN FAIZOL DI DEWN KUO, UPSI</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5Cowner%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5Cowner%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5Cowner%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-MY&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;“&lt;i style=""&gt;Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah Lagi Maha Mengasihani”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Alhamdulillah semalam telah selesai majlis tahlil malam ke7 untuk arwah faizol dan fadhiri, ana ucapkan berbanyak terima kasih kepada semua sahabat dan sahabiah yang telah meluangkan masa ke majlis tersebut. Masa terlalu pantas, sudah 7hari arwah meninggalkan kita semua..Berehatlah duhai sahabatku, moga Rahmat Allah mengiringi antum..kepada sahabat/iah teruskan berdoa memohon pada Allah supaya Assyahid Ust faizol dan Ust Fadhiri ditempatkan dalam kelangan orang-orang yang soleh.insyaAllah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Suasana semasa majlis tahlil&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S1OuiB2YJBI/AAAAAAAAARE/L0HSmODVnUU/s1600-h/P1100088.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S1OuiB2YJBI/AAAAAAAAARE/L0HSmODVnUU/s400/P1100088.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427873875546874898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S1Ot06LGdJI/AAAAAAAAAQ8/nchsopqVTR0/s1600-h/P1100088.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S1Ot06LGdJI/AAAAAAAAAQ8/nchsopqVTR0/s400/P1100088.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427873100392199314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S1OrOUlP8hI/AAAAAAAAAP8/DBL1X4dRu_s/s1600-h/P1170011.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S1OrOUlP8hI/AAAAAAAAAP8/DBL1X4dRu_s/s400/P1170011.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427870238443041298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S1Oo1_eK_TI/AAAAAAAAAPU/XLQlRyiPWTI/s1600-h/P1100085.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S1Oo1_eK_TI/AAAAAAAAAPU/XLQlRyiPWTI/s400/P1100085.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427867621436095794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S1Ooq_NhPCI/AAAAAAAAAPM/olNN4ZxLfq8/s1600-h/P1100084.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S1Ooq_NhPCI/AAAAAAAAAPM/olNN4ZxLfq8/s400/P1100084.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427867432387689506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S1OrtRdHbhI/AAAAAAAAAQc/gIcUi9k0r4A/s1600-h/P1100096.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S1OrtRdHbhI/AAAAAAAAAQc/gIcUi9k0r4A/s400/P1100096.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427870770179567122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S1OrlNb0gXI/AAAAAAAAAQU/4ycjeBm2eWg/s1600-h/P1100095.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S1OrlNb0gXI/AAAAAAAAAQU/4ycjeBm2eWg/s400/P1100095.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427870631661437298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S1OrcvSX4MI/AAAAAAAAAQE/7A5DBYTfPzw/s1600-h/P1100094.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S1OrcvSX4MI/AAAAAAAAAQE/7A5DBYTfPzw/s400/P1100094.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427870486129795266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S1Oq6tL3BHI/AAAAAAAAAP0/M5OxAqvSfik/s1600-h/P1170014.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S1Oq6tL3BHI/AAAAAAAAAP0/M5OxAqvSfik/s400/P1170014.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427869901450052722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S1OtNByWL2I/AAAAAAAAAQs/C3eVG4o1UFw/s1600-h/P1170014.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S1OtNByWL2I/AAAAAAAAAQs/C3eVG4o1UFw/s400/P1170014.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427872415241088866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S1OtX4McxkI/AAAAAAAAAQ0/7aIGZLLi-oE/s1600-h/P1100083.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S1OtX4McxkI/AAAAAAAAAQ0/7aIGZLLi-oE/s400/P1100083.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427872601644779074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-6235376149755418086?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/6235376149755418086/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/01/majlis-tahlil-malam-ke7-arwah-fadhiri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/6235376149755418086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/6235376149755418086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/01/majlis-tahlil-malam-ke7-arwah-fadhiri.html' title='MAJLIS TAHLIL MALAM KE7 ARWAH FADHIRI DAN FAIZOL DI DEWN KUO, UPSI'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S1OuiB2YJBI/AAAAAAAAARE/L0HSmODVnUU/s72-c/P1100088.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-2816920234371189426</id><published>2010-01-12T15:44:00.000-08:00</published><updated>2010-01-12T15:50:50.707-08:00</updated><title type='text'>BERITA KEMATIAN PENUH KEMATIAN UST FAIZOL DAN UST FADHIRI..</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S00Kj15HH-I/AAAAAAAAAOk/YpGOuyko7SM/s1600-h/P9130078.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S00Kj15HH-I/AAAAAAAAAOk/YpGOuyko7SM/s400/P9130078.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426004736929636322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ARWAH UST FAIZOL&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S00J-dMEfhI/AAAAAAAAAOU/jM0yQsVvjMU/s1600-h/Fadhiri_New1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 228px; height: 314px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S00J-dMEfhI/AAAAAAAAAOU/jM0yQsVvjMU/s400/Fadhiri_New1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426004094643109394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ARWAH UST FADHIRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanah Merah, 13 Jan- Pro Kebajikan UPSI hari ini merakamkan ucapan takziah kepada keluarga dua mangsa yang maut dalam kemalangan jalan raya, Mohd Fadhiri bin Mohd Ariffin dan Mohd Faizol bin Abdul Sukor.&lt;/div&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Menurut saksi , kedua-dua mangsa maut dalam kemalangan yang melibatkan sebuah motosikal Kriss dan sebuah lori penghantar barangan ekspress di simpang empat berdekatan kuil. Mangsa Mohd Faizol meninggal ditempat kejadian kerana mengalami kecederaan teruk di kepala manakala Mohd Fadhiri meninggal jam 10.30 pagi hari kejadian di Hospital Teluk Intan selepas mengalami kecederaan dalaman.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Wakil Pro Kebajikan ke rumah mangsa di Tanah Merah dan Pasir Mas , Akmal Bin Madzir merakamkan takziah kepada keluarga mangsa dan berharap ahli keluarganya tabah dalam menghadapi ujian Allah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;“Saya mewakili Pro Kebajikan merakamkan ucapan takziah kepada keluarga kedua-dua mangsa. Alhamdulillah, pengkebumian kedua-dua mangsa berjalan dengan lancar pada jam 11 dan 2.30 pagi tadi . Kami senantiasa berdoa, semoga Allah memberikan kesabaran kepada keluarga mereka. " &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;“Di kesempatan ini saya juga ingin merakamkan terima kasih kepada semua pihak terutama pihak HEP UPSI yang membantu urusan sahabat kami yang dikebumikan di Tanah Merah dan Pasir Mas, Kelantan,”katanya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Beliau yang juga saksi utama ditempat kejadian turut menyatakan rasa penghargaan kepada kedua-dua mangsa yang banyak memberikan sumbangan terhadap masyarakat kampus.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;“Allah telah memberikan kerehatan kepada sahabat saya, saudara Fadhiri dan faizol.semoga sahabat berdua boleh berehat dengan tenang. sahabat telah menunaikan janji-janji yang sahabat nyatakan depan Allah dan insyaAllah, saya dan sahabat-sahabat yang lain akan menuruti juga kalian berdua,” tambahnya lagi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kelmarin, dua pelajar UPSI terlibat dalam kemalangan maut dan telah selamat dikebumikan di tanah perkuburan kampung halaman masing-masing. Arwah Fadhiri selamat dikebumikan pada jam 2.30 pagi di Tanah Perkuburan Tanah Merah manakala arwah Faizol selamat dikebumikan pada jam 11.00 malam di Pasir Mas.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;petikan diambil dari blog upsikini..&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7253418475265421515-2816920234371189426?l=pelayaranhamba.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/feeds/2816920234371189426/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/01/berita-kematian-penuh-kematian-ust.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/2816920234371189426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7253418475265421515/posts/default/2816920234371189426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayaranhamba.blogspot.com/2010/01/berita-kematian-penuh-kematian-ust.html' title='BERITA KEMATIAN PENUH KEMATIAN UST FAIZOL DAN UST FADHIRI..'/><author><name>Muhammad Redhuwan Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04846787089662928944</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S02AhspmNZI/AAAAAAAAAOs/EthgnQEVHE0/S220/pasport+ukuran.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S00Kj15HH-I/AAAAAAAAAOk/YpGOuyko7SM/s72-c/P9130078.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7253418475265421515.post-3551241720149937080</id><published>2010-01-12T09:21:00.000-08:00</published><updated>2010-01-12T09:36:23.109-08:00</updated><title type='text'>KAU TEMAN KAU SAHABAT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S0ywDQdrB-I/AAAAAAAAAOE/V2m1z9BaS48/s1600-h/Fadhiri_New1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 228px; height: 314px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kcHYnJ1t9BA/S0ywDQdrB-I/AAAAAAAAAOE/V2m1z9BaS48/s400/Fadhiri_New1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425905221080123362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;USTAZ FADHIRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-MY&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexcep
