Friday, October 14, 2011

Adakah Al Quran Dalam Hatimu?

Rutin pekerjaan dan kesibukan dunia yang tiada habisnya, sering menjadi penyebab dari hati yang kering dan gersang dari sumber mata air iman yang menyejukkan. Ibarat kafilah yang melintas di padang pasir dengan muatan harta yang berlimpah, ia menjadi tidak bernilai tatkala kehausan (dehidrasi) memenuhi sekujur raganya. Setitis air, yang tatkala harganya tiada seberapa, menjadi bernilai dalam keadaan jiwa yang dirundung kegersangan dan kehausan yang tiada tara.

Itulah fitrah dari orang-orang beriman, yang sentiasa mengharap nilai-nilai yang mampu menyuburkan keimanannya. . Di tengah pekerjaan dan status karier yang dimilikinya, hati mereka sebenarnya tidak sepenuhnya mencukupi keperluannya. Jiwa mereka dahaga. Mereka mengharapkan keluasan hati laksana samudera, kesejukan jiwa laksana embun di pagi hari, dan kedamaian laksana bunyi deruan ombak yang menenteramkan jiwa.

Sebagai Muslim dan Muslimah sudah tentu mereka mengharapkan sntuhan rohani tentunya perkara yang bersangkutan dengan informasi keislaman dan keimanan, baik berupa taujih, tausiyah, renungan, tafakkur, atau kisah-kisah singkat yang sarat dengan pesanan dan inspirasi tentang bagaimana seharusnya mengelola kehidupan menuju ridha-Nya. Namun semua itu rasanya tiada cukup manakala mereka belum berinteraksi dan bersentuhan langsung dengan sumber penawar dahaga keimanan, iaitu Al-Quran.
Sudah masyhur di tengah perbincangan mereka bahawa bagi yang membaca Al-quran, maka satu huruf yang dibacanya berbalas dengan sepuluh kebaikan. Dan bukanlah “Alif Lam Mim” itu satu huruf, akan tetapi “Alif” satu huruf, “Lam” satu huruf, dan “Mim” satu huruf. Luar biasa, dengan membaca “Alif Lam Mim” saja, pembaca Al-quran sudah mendapatkan tiga puluh kebaikan. Subhanallah! Ketakjuban terasa memenuhi relung jiwa mereka. Ini baru membaca saja. Apatah lagi jika memahami isinya dan apatah lagi jika ayat-ayat itu diamalkan dalam kehidupan nyata. Tentu, peribadi-peribadi yang dihiasi dengan nilai Al-quran akan memancarkan kedamaian dan kesejukan yang luar biasa. Jiwanya penuh kebaikan. Dan kebaikan itu tidak melahirkan apapun selain kebaikan yang berlipat kali ganda.

Sungguh indah gambaran seorang pembaca Al-quran, pohonnya bagus dan buahnya wangi. Itu adalah balasan Allah di dunia. Dan di akhirat Al-quran akan memberikan syafaat bagi pembacanya sehingga ia terhindar dari jilatan api neraka yang menyala-nyala. Kita pastinya jelas tersentuh mendengar khabar gembira ini, dan motivasi untuk segera mewujudkannya semakin membesar dan menggelora di dada.
Sebagian besar ummat Islam ketika ini, tidak dinafikan memiliki tingkat kedekatan yang rendah dengan Al-quran. Jangankan berbicara masalah penerapan nilai-nilai Al-quran dalam kehidupan, pemahaman akan isi dan kandungan Al-quran sebahagian besar ummat Islam pun masih terasa sangat kurang. Terbukti makin merebaknya aliran-aliran sesat yang menyusup di tengah-tengah kehidupan masyarakat.
Terlepas apakah merebaknya aliran sesat itu adalah wujud konspirasi atau bukan, seharusnya fenomena-fenomena itu menyedarkan seorang Muslim untuk lebih dekat kepada sumber agamanya. Salah satunya dengan belajar dan berlatih berinteraksi lebih dekat dengan Al-quran, yang dimulai dengan interaksi dengan cara belajar membacanya.
Betapa banyak orang mengaku tidak boleh membaca Al-quran, tetapi tidak banyak yang mempelajarinya dengan membentuk kelas. Betapa ramai orang yang mengaku dahaga dan jiwanya kering, tetapi mereka malah hanyut dengan lagu-lagu “ruhani”, bukan berinteraksi sedekat-dekatnya dengan Al-quran penyubur jiwa.
Tidak semua orang peduli dengan Al-quran, padahal Al-quran adalah salah satu pusaka (selain Al-Hadits) yang mampu menyelamatkan kehidupan manusia, baik di dunia ini mahupun sesudahnya, dari malapetaka dan mara bahaya. Tidak semua orang dapat menghadirkan nilai-nilai Al-quran di relung jiwa. Hanya mereka yang berhati bersih dan ikhlas sajalah yang mampu melakukannya.
Ada baiknya setiap hamba bertanya kepada diri masing-masing “sudah adakah Al-quran dalam hatiku?”. Ya, sebab jika bukan Al-quran yang ada dalam hati, berarti ada nilai-nilai bukan Al Quran yang bersarang dan mendominasi jiwa, yang boleh jadi bukan memimpin akan tetapi menyesatkan sang hamba dari jalan kebenaran.
Waalahuaklam..

Thursday, October 13, 2011

Persoalan Syirik

Ketika hak manusia diperlekehkan, seperti kes anak diperkosa ayah kandungnya sendiri, sudah dicabul kehormatannya dibunuh pula, hampir semua kita tidak menerimanya. “SADIS…..!!!” kata sebahagian orang. Tetapi giliran hak Allah diperlekehkan, dengan berbagai kemungkaran, tidak menunjukkan ibadah kepadaNYA saja (padahal dia mengaku Islam), kuburan disembah dan disiapkan berbagai upacara atau ritual, kotoran binatang dijadikan rebutan untuk mendapatkan barakah, menemui makhluk halus penjaga gunung untuk meminta informasi mengenai keadaan gunung tersebut, dan banyak lagi…. HATI SIAPA YANG TAK TERGURIS ? Lantas, kejahatan apalagi yang lebih besar daripada berbuat jahat kepada Allah ?.

Masalahnya terletak pada ketidakfahaman umat tentang asas agamanya iaitu Tauhid. Perkara yang dasar ini wajib dipelajari oleh semua insan, tanpa terkecuali. Kitab Allah diturunkan demi menjelaskan tauhid. Para Rasul diutus demi mendakwahkan tauhid. Segala sesuatu yang diciptakan demi merealisasikan tauhid. Sungguh perintah Allah yang terbesar adalah TAUHID, dan larangan yang terkeras adalah syirik. Maka pelajarilah tauhid dan lawannya.

Masalah yang lain kebanyakan kita sepakat harus bertauhid dan tidak berbuat syirik. Namun pada umumnya kita tidak mengetahui hakikat kesyirikan. Tidak diragukan lagi bahwa syirik adalah dosa nombor satu seluruh alam, dosa besar. Allah tidak mengampuni dosa yang satu ini, kecuali bertaubat. Tetapi tahukah kita, kesyirikan bermula dari sikap yang berlebihan kepada orang-orang yang Shalih? Mendatangi dukun atau bomoh. Bertanya hal-hal yang ghaib dengan membenarkannya ataupun tidak termasuk dalam perincian syirik? Bahkan lebih parah lagi, mendatangkan dukun-dukun ke rumah-rumah melalui media, filem atau majalah (media cetak) serta juga media Internet, baik secara sedar atau tidak sedar.

Jika kita mahu berfikir, adakah orang yang masuk syurga tanpa Tauhid? atau adakah orang yang masuk syurga dengan membawa dosa syirik. Mustahil!!
Tokoh-tokoh yang bersih tauhidnya saja masih takut terhadap bahaya syirik. Tentunya kita semua yang miskin Ilmu dan Iman harusnya tidak merasa aman dari bahaya syirik. Sangat memungkinkan bagi kita terjerumus ke dalam syirik akbar apalagi syirik ashghar.

Akhirnya betapapun kecilnya dosa, hal itu dikhuatirkan akan menjadi langkah awal dari sebuah jalan menuju kesyirikan. Oleh kerana itu segeralah bagi kita bertaubat, sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Jangan kira syirik itu tidak akan pernah kita lakukan kalau kita tidak mahu mempelajari dan memahaminya. Mampukah kita mencari jejak semut hitam di batu hitam dalam kegelapan malam ? Ada jenis syirik yang lebih samar dari perumpamaan itu. Bagaimana cara mengatasinya ? hanya satu jalan iaitu mempelajarinya.
Harapan kita, semoga penjelasan ini mampu memberikan kita apa yang kita perlukan terutama masalah Tauhid. Wallahu A’lam.

Tuesday, October 11, 2011

Ya Allah! Sesungguhnya Aku Telah Banyak Menzalimi Diriku!

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada penutup para rasul, kepada para keluarga dan sahabat beliau.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr ibnul ‘Ash radhiallahu ‘anhuma, dia mengatakan:
“Abu Bakr radhiallahu ‘anhu pernah berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ya Rasulullah, ajarilah aku sebuah doa yang boleh kupanjatkan dalam solatku.” Nabi menjawab: “Katakanlah:
“Allahumma inni zhalamtu nafsi zhulman katsira wa laa yaghfirudz dzunuba illa anta faghfirli min ‘indika maghfiratan innaka antal ghafurur rahim “
(Ya Allah, sesungguhnya aku telah banyak menzhalimi diriku sendiri dan tidak ada yang mampu mengampuni dosa melainkan Engkau, maka berilah ampunan kepadaku dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau maha pengampun dan maha penyayang.”[HR BUKHARI]

Saudaraku, yang dimuliakan Allah. Cubalah Anda memerhatikan dan merenungkan hadits yang agung ini. Bagaimana Ash Shiddiqul Akbar, Abu Bakr radhiallahu ‘anhu meminta kepada Nabi agar mengajarkan sebuah do’a untuk dipanjatkan dalam shalatnya, dan nabi pun memerintahkan beliau untuk mengucapkan do’a di atas. Padahal kita semua tahu kedudukan Abu Bakar. Menurut anda, bagaimana dengan diri kita, yang sentiasa melampaui batas terhadap diri kita sendiri, apa yang layak kita ucapkan?!
Mengenai keutamaan Abu Bakr disebutkan dalam hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada sahabatnya:

“Siapakah diantara kamu yang memasuki waktu pagi dalam keadaan berpuasa di hari ini? Abu Bakar menjawab: “Aku.” Rasulullah bertanya lagi, “Siapakah diantara kamu yang mengiringi jenazah pada hari ini?” “Aku”, jawab Abu Bakr. “Rasulullah bertanya: “Siapakah diantara kamu yang memberi makan kepada orang miskin pada hari ini?” Abu Bakr kembali menjawab: “Aku.” Rasulullah kembali bertanya; “Siapakah diantara kamu yang menziarahi orang sakit pada hari ini?” Abu Bakr menjawab, “Aku.” Maka nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda: “Tidaklah seluruh perkara tersebut terkumpul pada diri seseorang melainkan dia akan masuk syurga.”[HR MUSLIM]

Benar, dialah Abu Bakar, wahai saudaraku, peribadi terbaik umat ini setelah nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sesuai kesepakatan ahli sunnah, tanpa ada khilaf. Barangsiapa yang mengingkari status sahabat beliau, sungguh dia telah mendustakan firman Allah:

“Dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” (At Taubah: 40).


Dan barangsiapa yang mendustakan Allah, sungguh dia telah terjerumus ke dalam kekafiran!
Abu Bakr radhiallahu ‘anhu adalah sahabat nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahkan sahabat yang paling utama dan telah dipastikan akan masuk syurga, meski demikian nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajar beliau untuk sentiasa mengucapkan,”Ya Allah sesungguhnya aku telah banyak menzhalimi diri.”

Saudaraku, bukankah diri kitalah yang lebih layak mengucapkan do’a di atas? Bukankah kita sentiasa berbuat dosa sepanjang siang dan malam? Apabila memasuki waktu pagi, kita tidak sedar akan dosa dan kesalahan yang telah diperbuat kecuali hanya sedikit saja, kita sangat jarang mengetahui betapa sedikitnya usaha kita dalam menjalankan berbagai kewajiban? Bukankah kita sentiasa merasa bahwa tidak ada seorang pun yang lebih baik dari diri kita, bukankah kita sentiasa memandang kitalah yang paling baik dalam beragama? Demi Allah, wahai saudaraku, sesungguhnya seluruh hal tersebut adalah penyakit yang akut.
Oleh kerana itu, aku mengajak diriku dan Anda sekalian untuk rehat dan muhasabah diri di setiap saat. Mari kita memperbanyak istighfar dan taubat serta sentiasa kembali kepada-Nya.
Ketahuilah saudaraku, semoga Allah memberikan taufik-Nya kepadaku dan dirimu, mengakui dosa merupakan jalan menuju taubat dan sebab turunnya maghfirah. Anda tentu tahu hadits Sayyidul Istighfar yang masyhur, bukankah di dalam hadits tersebut tercantum lafadz do’a berikut,
Aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang kuasa mengampuni melainkan Engkau semata.[HR BUKHARI]

Perhatikan, wahai Saudaraku, mengakui dosa merupakan awal perjalanan taubat.
Oleh kerana itu, marilah kita menyesali segala dosa dan tindakan melampaui batas yang telah diperbuat, begitu pula berbagai kewajiban yang telah dikerjakan dengan penuh kekurangan. Dengan demikian, wahai saudaraku, seorang yang berakal, jika melihat orang yang lebih tua akan berujar di dalam hati: “Beliau telah terlebih dahulu beribadah kepada Allah daripada diriku”; jika melihat orang yang lebih muda, dia berujar: “Aku telah mendahuluinya dalam hal dosa”; jika melihat da’i-da’i pemberi petunjuk, dia mencintai dan berusaha meneladani mereka. Dan apabila melihat mereka yang tersesat dan tenggelam dalam kemaksiatan, dirinya memuji Allah dan tidak mencela mereka. Bahkan dia memanjatkan pujian kepada-Nya kerana telah melindungi dari kesesatan yang menimpa mereka, dia memuji Allah kerana telah mengutamakan dirinya dengan petunjuk-Nya dari sekian banyak makhluk-Nya.
Seandainya Allah ingin, tentulah dia akan seperti mereka. Dengan demikian, dia tidak akan merasa tinggi hati, bahkan kepada pelaku maksiat dan mereka yang tersesat. Dia akan merasa kasihan dan merasa sayang serta berusaha untuk memperbaiki mereka, di samping dia berkewajiban untuk membenci tindakan mereka yang telah menyelisihi perintah Allah dan rasul-Nya. Perkara inilah yang patut diteliti dan diperhatikan.
Akhir kata, aku memohon kepada Allah agar memberi ampunan dari sisi-Nya dan mencurahkan rahmat-Nya kepada kita dan segenap kaum muslimin. Walhamdu lillahi rabbil ‘alamin.



SEMOGA ALLAH AMPUNI DOSA-DOSAKU..INSAN FAKIR.
~...HANYA HAMBA....~

Sunday, January 2, 2011

TAHUN BARU 2011


TAHUN 2011 AKAN ‘DIMERIAHKAN’ DENGAN KENAIKAN HARGA BARANG

Prof Madya Dr Mohd Asri Zainul Abidin

Jika rakyat tidak memprotes dari awal, kita akan melihat tahun baru ini menyaksikan kenaikan harga barang yang membimbangkan. Kesannya akan dirasai oleh rakyat bawahan terutama mereka yang berpendapatan rendah. Para peniaga di pelbagai peringkat akan mengambil kesempatan dalam hal ini. Maka beberapa perkara berikut perlu saya katakan;

1. Pihak kerajaan; jika mereka tidak mengambil langkah yang berkesan dalam mengawal kenaikan harga barang bererti slogan 1Malaysia: ‘rakyat didahulu’ bermaksud rakyat yang didahulukan dalam menanggung beban hidup, sedangkan golongan pembesar negara dan istana terus kemewahan dan pelbagai peruntukan, mereka dikemudiankan.

2. Golongan agama; jangan menyempitkan Islam dalam batasan yang terhad. Jangan hanya ceramah agama di media elektronik dan cetak sekadar menekan orang bawahan semata, tetapi melupai ‘kerakusan’ sesetengah golongan atasan. Ceramah dalam isu yang remeh temeh tetapi membiarkan rakyat hidup dalam ‘social justice’ yang tidak seimbang. Para penceramah jangan sekadar ‘guna agama untuk cari makan’, tetapi hendaklah agama berfungsi dalam menegakkan hak dan keadilan.

3. Golongan peniaga; mereka wajib beretika dalam perniagaan mereka. Kerakusan peniagaan akan merosakkan negara dalam jangka masa panjang dan akhirnya tiada pihak yang dapat hidup senang. Bagi yang muslim, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dalam urusan perniagaan mereka.

4. Media massa; hendak pro-aktif menentang usaha kenaikan harga barang ini. Golongan yang menindas rakyat bawahan ini hendaklah dikecam dan didedahkan bahaya mereka kepada masyarakat.

5. Rakyat; Pastikan anda menjadi pembeli yang bijak dalam memilih kedai atau pasaraya. Di samping itu, anda juga mesti menjadi pengundi yang bijak yang bersedia menghukum pihak yang membiarkan kenaikan harga barang dan ‘mengumpulkan’ kekayaan negeri atau negara dalam kalangan mereka sahaja.

Selamat Tahun Baru

Wednesday, December 22, 2010

“ Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani”

Alhamdulillah lafaz syukur dipanjatkat kepada Penguasa Seluruh Alam, yang telah mengatur perjalanan kehidupan dengan teratur dan penuh bijaksana. Dan Yang telah mengurniakan kita semua hidup didalam Islam dan Iman yang sempurna. Tidak dilupakan kepada Insan yang agung, sayyiduna Muhammad Rasulullah s.a.w, serta para sahabat baginda ridwanullahiajmain yang telah mengorbankan jiwa raga, harta benda demi untuk memperjuangkan agama Allah, Yakni Islam sehingga kini kita dapat merasakan nikmat berada didalam Islam dan Iman..

Alhamdulillah, tergerak juga hati untuk memulakan penulisan yang telah lama ditinggalkan dek kerana kesibukan dan kekurangan idea untuk dikongsikan didalam catatan pelayar ni. Syukran diucapkan kepada sahabat-sahabat yang telah member semangat untuk ana teruskan menulis walaupun ana ni tak ada bakat menulis, tp insyaAllah ana akan cuba sedaya untuk menyampaikan meseg2 berguna dalam bahasa yang mudah difahami..

Sahabat-sehabat yang dikasihi, sebelum ana menulis ingin untuk ana ucapakan bahawa diri yang menulis ini juga tak lari dari kesilapan dan kelalain, sabda Rasulullah s.a.w "Tiap-tiap Bani Adam itu berbuat banyak kesalahan, tetapi sebaik baik orang yang berbuat banyak kesalahan ialah orang-orang yang banyak bertaubat." (Tarmidhi, Ibnu Majah), selaku manusia kita mesti akui yang kita sebernarnya tidak lepas dari kesalahan. Oleh yang demikian selalulah kita muhasabah diri semoga segala kesilapan dan kesalahan yang telah kita lakukan dapat diperbetulkan dan ditinggalkn pada masa yang akan datang..insyaAllah..

Sebut je perihal taubat, terasa diri ni banyak sangat melakukan dosa..moga Allah memberi pengampunan kepada kita semua diatas segala dosa yang telah dibuat secara sedar atau tidak.. disini ana cuba untuk menarik kita semua untuk bermuhasabah diri, merenung kedalam diri agar kita dapat menghitung gelap dosa yang telah dilakukan. Hari demi hari, jam demi jam, minit demi minit, detik demi detik umur kita berkurang sedang dosa yang tak terampun semakin bertimbun.

Sedarkah kita bahawa semua anggota badan merupakan alat, umpama roda sebuah basikal yang dikayuh, mengikut kehendak tuannya, jika mahu kearah kiri, maka ia akan berputar menuju kearah kiri begitulah sebaliknya.. perumpamaan ini menggambarkan bahawa tangan,kaki, mulut, mata, dan telinga berbuat dosa atau pahala diatas perintah raja. Raja yang telah menitahkan anggota berkenaan samada untuk melakukan mungkar atau ma’ruf..raja yang dimaksudkan adalah HATI..

Sabda Rasulullah s.a.w “Dalam diri anak Adam itu ada seketul daging. Kalau baik daging itu maka baiklah manusia. Kalau ia rosak, maka rosaklah manusia. Ketahuilah itulah hati (roh).” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Hati merupakan nokhoda bagi sebuah kapal, raja bagi sebuah Negara, dan ketua bagi sebuah kumpulan, menggambarkan kepada kita bahawa peranan hati dapat mempengaruhi kehidupan manusia secara total. Tetapi kita sekarang mudah menghukum tanpa melihat kepada dalaman diri, yakni bermuhasabah. Mata melihat perkara yang jahat kita mengatakan mata jahat, kaki melangkah ke tempat maksiat kita mengatakan kaki yang jahat, mulut bercakap perkara tidak baik kita mengatakan mulut jahat, kita terlupa bahawa semua itu datangnya dari punca yang satu iaitu HATI..

Hati ibarat cermin yang bening, dosa pula umpama debu..dosa yang dilakukan akan melekat pada hati sehingga kita sukar untuk menilai baik atau buruk perkara yang hendak dilakukan. Seringkali kita berbuat kesalahan terlebih dahulu sebelum kita sedar bahawa perkara yng kita lakukan sebenarnya satu kemurkaan Allah. Tetapi Allah itu bersifat Maha pengampun, sifat pengampunan Allah melebihi
Kemurkaannya…subhanallah..

Allah mengurniakan Akal buat kita untuk berfikir, berfikir tentang kekuasaan Allah, kehebatan Allah, dengan berfikir sedemikian membuatkan kita akan terhindar dari melakukan perkara-perkara maksiat.

Kadang kala kita terfikir, kenapa dan kenapa Allah member ujian yang sangat berat untuk ditanggung, kenapa tidak org lain, kenapa sekarang, kenapa begini dan kenapa begitu??? Persoalan-persoalan ini tak kan terjawab jika kita tidak bermuhasabah, merenung disebalik ujian tersebut, usah kita cepat melatah mengatakan perkara ini tidak patut berlaku pada aku, sedang Allah memberikan ujian itu untuk menguji kita

Firman Allah:
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta (Al-Ankabut [29]: 2-3).”

Allah memberi ujian buat hambaNya semata-mata untuk memilih siapakah yang paling bertaqwa kepadaNya..kata Dr Fadhilah kamsah “ tidak akan bernilai pokok jati sekiranya tidak kuat untuk menahan hujan, panas mentari dan rebut..” bernilainya sesuatu benda itu adalah kerna kekuatan dan ketahanannya..begitu juga manusia..tidakkan dikatakan kuat sekiranya tidak diuji..kata ust ana, dunia ni tempat binasa, kita sebagai manusia dicampakkan ke dunia yang penuh dengan perkara-perkara yang membawa kepada kebinasaan, kehebatan manusia adalah apabila kita kelua dari dunia dengan pegangn yang tetap dan tidak mengikut rentak dunia yang penuh dengan kepura-puraan.. ibarat kita yang dicampakkan ke sekolah jahat, persekitaran yng penuh dengan perkara yg tidak baik, tetapi setelah kelua dari sekolah jahat itu kita tidak menjadi jahat..sebaliknya menjadi lebih baik..

Sama-samalah kita bermuhasabah, mencari kesilapan diri setelah itu bertaubatlah dengan taubat yang benar-benar dari hati.. ambillah masa dalam sehari untuk bermuhasabah… semoga kita semua diampunkan segala dosa… ingatlah kita hanya Hamba….. (^__^)

Wednesday, October 6, 2010

Sejarah Surau As-Salikin KUO



Adanya sesuatu gerak kerja pasti ada permulaannya, tujuan penulisan ini dikarang agar dapat memberikan sedikit gambaran dan input kepada pembaca khususnya kepada ahli jemaah Surau As-Salikin Kuo tentang serba sedikit sejarah penubuhan surau ini. Apa yang di karang sekadar apa yang diingat dan segala pengalaman yang dilalui oleh pengarang dan rakan-rakan. Nama yang tertera di dalam coretan ini sekadar perkongsian, tidak ada niat lain dihati pengarang selain ingin menyemarakkan semangat buat ahli jemaah surau agar bersatu hati bersama-sama mengimarahkan surau.


Menurut saudara Zaiful Nizam Bin Syafie yang merupakan bekas Imam surau KUO ,surau ini telah di bina dan siap digunakan pada sekitar awal tahun 2005. Saudara Zaiful dan beberapa sahabatnya memberitahu bahawa pada masa permulaan pembukaan surau, jemaah hanya beberapa orang sahaja. Pintu surau yang berada di bahagian tengah pada masa kini pada masa dahulu nya merupakan dinding dan pintu asal bagi muslimin adalah di bahagian tempat wuduk. Oleh itu, terdapat kesukaran kepada jemaah untuk melaluinya apabila imam telah memulakan solat. Jadi pintu di bahagian tengah surau di bina untuk kemudahan para jemaah. Pada zaman tersebut mikrofone dan system pembesar suara tidak seperti sekarang ini yang serba lengkap.

Pada masa itu, surau kita hanya menggunakan “portable mikrofone” iaitu alat pembesar suara yang hanya mampu untuk di dengari disekitar surau sahaja. Karpet surau, kipas angin semuanya masa itu belum ada lagi. Dalam pada masa yang sama satu gerak kerja surau telah diwujudkan oleh muslimin dan muslimat.


Selepas sem berikutnya beberapa asas surau mula hampir lengkap, adanya karpet, kipas dan pembesar suara dan seterusnya hingga kini yang lengkap dengan penghawa dingin. Untuk pengetahuan para jemaah sekalian, pada masa permulaan ahli jemaah yang ingin menjadi Ajk surau adalah sedikit khususnya muslimin. Berbekalkan semangat dan kegigihan seorang sahabat iaitu saudara Ismail bin Omar beliau telah dipilih untuk menjadi pengerusi surau. Beberapa sahabat muslimin hadir membantu beliau ketika itu saudara Zaiful Nizam,Ust Mahathir, Azman Shafai, Azman Hashim dipilih untuk menjadi Ajk surau muslimin bagi mengimarahkan surau. Bermula dengan 4 kini Alhamdulillah menjadi ramai di mana Allah menghantar saudara Rahman, fadhiri dan Faizul dan seterusnya…….Di bahagian muslimat ketika itu, sememangnya telah ramai dengan ajk. Pengarang memohon maaf kerana tidak dapat menceritakan kisah di bahagian muslimat, apa yang dikongsi hanya berkaitan pengalamaan pengarang yang berada dibahagian muslimin.


Semasa pimpinan saudara Ismail bin Omar, banyak acuan-acuan gerak kerja dimulakan dengan bantuan ahli ajk surau muslimin dan muslimat. Fyers berunsur bacaan dakwah terus tersebar bilik ke bilik. Kempen demi kempen dilaksanakan dan banyak kertas kerja yang terhasil dengan izin Allah S.W.T. Dengan acuan yang terbina semoga akan menjadi penyambung kepada pimpinan surau pada sem seterusnya. Alhamdulillah ahli jemaah semakin bertambah dan ramai. Surau yang dahulunya hanya di kenali dengan surau KUO di namakan Surau As-Salikin dan suatu majlis perasmian telah dilaksanakan.


Pimpinan seterusnya, di pikul oleh arwah sahabat kita iaitu Fadhiri. Kesinambungan di teruskan oleh saudara fadhiri yang merupakan seorang pemimpin yang baik dan mesra bersama ahli ajk dan jemaah. Walaupun sentiasa di dalam kesibukan menjadi Pengerusi surau, sahabat kita juga aktif di dalam JMK dan persatuan. Terlalu banyak kenangan yang di tainggalkan buat kita semua iaitu Penubuhan Rakan Surau, Blog surau assalikinkuo.blogspot, baju surau dan lain-lain.


Oleh kerana saudara Fadhiri yang terlalu sebuk, pimpinan di serahkan kepada arwah sahabat kita iaitu faizul. Kesinambungan di teruskan oleh sahabat kita ini, di mana dia sendiri sudi untuk memberi kuliah agama bagi mengisi masa sementara menunggu solat isyak. Kuliah yang di sampaikan ialah berkaitan sifat 20 dan merangkap menjadi imam surau.

Thursday, September 2, 2010

MUHASABAH AKHIR RAMADHAN



“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Pengasihani”

Alhamdulillah pertama dan selama-lamanya marilah kita mengatur syukur kita kepada Allah S.W.T yang telah memberikan kita semua nikmat Iman dan Islam. selawat dan salam keatas nabi junjungan besar, saiyiduna Muhammad al-mustofa dan keluarga baginda serta para sahabat-sahabat baginda ridwanullahiajmain..

Alhamdulillah masih lg diberi ruang masa untuk ana menulis walaupun penulisan ini agak lemah, insyaAllah ana cuba kongsikan apa yang ada dalam kepala ni untuk peringatan pada diri sendiri dan kepada sahabat-sahabat semua..moga ianya menjadi pemangkin untuk kita menjadi manusia yang bertaqwa.

Hari ini merupakan hari ke24 Ramadhan, dimana-mana dah kedengaran lagu-lagu raya, di TV, Radio, di pasar-pasar raya sibuk mengatakan jualan murah sempena raya..kita lupa bahawa kita sedang dalam bulan yang keberkatannya melebihi segalanya. Hati diulit dengan lagu-lagu raya sehingga ramai yang terpesona, sibuk dengan kuih raya, baju raya, kemas umah untuk raya dalam masa yang sama hari-hari dalam Ramadhan terus berlalu tanpa dimanfaatkan sepenuhnya, padahal pada 10 malam terakhir merupakan malam kemuncak ramadhan yang mana berlakunya malam Al-Qodar.

Firman Allah
1.Sesungguhnya kami telah turunkannya (al Qur’an) pada malam al qadr.
2.Dan apa jalannya engkau dapat mengetahui apa dia kebesaran Malam Lailatul-Qadar itu?
3.Malam al qadr itu lebih baik daripada seribu bulan
4.Turun malaikat2 dan malaikat Jibril padanya(malam al qadr) dengan izin Tuhan mereka membawa segala urusan.
5.Selamat sejahteralah ia(malam al qadr) sehinggalah terbit fajar (Subuh).


Ana teringat kata-kata ust zulfikar “ kita sibuk nak sambut encik sywal, sedangkan encik ramadhan yang dah berada disisi selama 24hari kita wat xlayan je”
Disaat semua makhluk lain selian jin dan manusia menitiskan air mata kerana ramadhan hampir berlalu kita yang diberi akal yang waras bergelak ketawa, kalau boleh nak ramadhan pergi cepat-cepat kerna nak behari raya...berapa ramai manusia yang dapat menitiskan air mata, membasahkan pipi dengan air yang besar nilainya disisi Allah?? Betapa ramai manusia yang dapat sujud dikala org lain sedang sibuk menyiapkan persiapan 1 syawal?? Pernahkah kita semua pikir apa yang hendak dilahirkan daripada madrasah Ramdhan yang telah berlangsung selama satu bulan...malangnya sekiranya kita tidak dapat menjadikan Ramadhan ini sebagai bulan untuk menyucikan diri dan keluar dari tarbiah Ramadhan dengan sesuci kain putih...

Ramadhan yang berlalu tidak dapat dikembalikan semula, berapa banyak amalan kita yang telah dilakukan, berapa banyak masa yang dipergunakan dalam bulan yang mana setiap detik masanya diberkati, dan berapa banyak dosa yang masih belum terampun....persoalan-persoalan ini akan timbul sekiranya kita duduk merenung bermuhasabah....Ya Allah betapa lemahya hamabaMU ini....Allah telah membuka ruang dan peluang bagi kita semua dengan menyediakan satu bulan daripada 12bulan dalam 1tahun untuk kita semua menyucikan diri, memohon Taubat...alangkah malang jika dipersia2kan ruang ini..barangsiapa yang kelua dari bulan ramadhan sedang dosanya msih belum terampun maka celakalah dia..

Ramadhan yang tersisa beberapa hari lagi ni, marilah kita sama-sama tingkatkan amalan kita agar kita beroleh keampunan......titiskanlah air mata di dikala manusia sedang lena di alam mimpi, bermunajatlah, berdialoglah dengan Allah dengan hati yng penuh kyusyuk...moga Lailatul Qodar menjadi milik kita InsyaAllah..
Wassalam
-Redhuwan-

Saturday, July 31, 2010

SUATU REALITI...


“Dengan menyebut nama Allah yang Maha pemurah lagi Maha Pengasihani”

Alhamdulillah lafaz syukur dipanjatkan pada empunya dunia yang telah memberi peluang untuk terus bernafas, dan diberi kekuatan untuk terus berada diatas jalan dakwah. Selawat dan salam diunagkapkan kepada junjunagan besar Nabi Muhammad s.a.w. yang telah menyampaikan suara ketauhidan kepada umat sekalian alam...

Alhamdulillah, dah lama tak menulis, rasa kekok pulak .. tapi insyaAllah ana usahakan apa yang termampu untuk sampaikan apa yang ada dalam fikiran ni, supaya kita sama-sama dapat mengambil pengajaran..

Hari ini kita semua berada pada 15 akhir pada bulan syaaban dan insyaAllah tidak lm lagi kita akan sama-sama menyambut kehadiran ramadhan, bulan yang dijanjikan keberkatan yang berganda-ganda...

Pada hari ini, cuba kita perhatikan disekeliling, betapa ramai manusia yang tidak sedar yang mereka sdg berada dalam satu bulan yang penuh dengan keberkatan, kalau pelajar sibuk dengan tugasannya, kalau pekerja sibuk dengan kerjanya. Kita berada dalam kesibukan yang sentiasa, tidak ada masa untuk kita berfikir, merenung sejenak tentang diri kita...betapa ruginya kita, jika kesempatan yang diberikan disia-siakan dek kerana kelalaian yang berpunca dari diri sendiri..hampir kesemua tahu bahawa bulan syaaban merupakan bulan yang berkat, tetapi keberkatan itu tidak dipandang kerana habuan dunia yang berada di depan mata.

Kalau ditanya mengapa enta tidak solat? Jawapannya sibuk, mengapa enta tidak ke surau? Jawapannya byk kerja. Mengapa enta tidak mahu mendengar kuliah? Jawapanya muda lagi...berbagai-bagai jawapan yang keluar ...yang pastinya alasan atau jawapan itu tidak dipandang pun oleh Allah..mgkin ada ruang untuk mengelak dari hukuman didunia, tapi di akhirat pasti balasan merupakann jawapan yang paling terbaik untuk manusia begitu..

Ana teringat ketika menjalani Rancangan Orientasi sekolah(ROS), ana ditugaskan untuk ganti guru yang tidak hadir pada hari berkenaan..ana tiba dikelas tersebut, Alhamdulillah ana disambut dengan salam dan bacaan doa..setelah itu, ana perhatikan keadaan sekeliling, melihat wajah-wajah remaja yang sedang meningkat dewasa..lalu ana bertanya satu soalan kepada mereka..siapa pagi tadi solat subuh?? Semua diam..ana tya sekali lagi dengan pertanyaan yang sama.terkejut ana ,bila hampir semua diantara meraka mengaku tidak solat subuh..dalam hati ana, inikah yang akan menjadi pewaris Negara suatu hari kelak...mmg benar apa yang telah dikaji oleh Dr Fadhilah Kamsah, di Malaysia hanya 20% sahaja yang solat 5waktu..kita sekarang hadapai reality itu, reality dimana ramaja, bahkan golongan tua pun tidak mempedulikan hal-hal agama..

Di university, golongan yang berada disini merupakan golongan yang terpilih dan mempunyai daya intelek yang kuat..golongan terpelajar, mempunyai ilmu..tetapi sungguh malang apabila diperhalusi ramai diantara mahasiswa yang tidak menghayati agama dengan baik, ana katakan tidak menghayati...mgkin ramai yang ada elemen ugama, bahkan ada yang sudah mantap dari segi ilmu agama, tetapi mereka tidak menghayati..maka rosaklah binasalah diri...bukti yang paling nyata dan jelas dapat kita lihat, cuba perhatikan masjid-masjid atau surau-surau yang berada di kwasan university berapa ramai mahasiswa yang ada, cuba dinisbahkan dengan jumlah keseluruhan mahasiswa...jawapannya jelas...

Jika nak diperkatakan diaspek lain mmg cukup banyak, ledakan system teknologi maklumat menjadikan dunia kini berada dihujung jari kini kadang memberi banyak kemudahan pada kita semua tetapi ianya juga menjadi pembunuh kepada jiwa-jiwa yang bernyawa...

Oleh yang demikian, sama2 kita duduk sejenak, muhasabah diri..dan sama2 kita berubah kearah yang lebih baik...sempena bulan yang penuh keberkatan ini, letakkan azam baru, set kan dalam minda akan berubah..syaaban merupakan bulan ibadah, bulan melatih diri untuk berada dalam bulan ramadhan, yakni bulan penyucuian diri...

Ya allah daku bermohon padaMu, Tuhan yang menguasai langit dan bumi, Tuhan yang menghidup dan mematikan makhluk yang benyawa. Pada saat ini, pada ketika ini, aku tunduk patuh padaMu, betapa kerdilnya aku, betapa jahilnya aku, betapa byknya dosaku, betapa hinanya aku...Ya Allah, Engkau panjangkanlah umurku, sampaikanlah aku pada bulan ramadhan, kuatkanlah aku untuk beribadah padaMu, Ya Allah, hanya engkau tempat aku memohon pertolongan..

Amiinn


· Redhuwan *

Sunday, July 25, 2010

ISLAM TIDAK TERTEGAK DENGAN KATA-KATA


Masyarakat di setiap darsawarsa adalah reflaksi kepada keperibadian kumpulan
yang memimpin manusia dalam period tersebut, melebihi reflaksi undang-undang yang
digubal untuk menyusun kehidupan dalam aspek-aspek politik, ekonomi dan
kemasyarakatan.
Fenomena ini disebabkan oleh dua perkara:
1. Kefahaman, akhlak, dan tabiat memberi kesan-kesan spritual yang lebih mendalam
daripada arahan yang dipaksa agar dilaksananakan melalui kekuatan seperti
penguatkuasaan undang-undang. Ia juga menanamkan pengertian tauladan yang tidak
boleh digarap oleh kekuasaan.
2. Falsafah, kesusasteraan, dailog dan hujah fuqaha’ mengetuk pasak akal, perasaan dan
roh, lalu meninggalkannya dalam pendirian menerima atau menolak. Ketegasan yang
kaku tidak pernah berupaya untuk menakluk hati, dan juga tidak ada tempat untuk rasa
kasih dan cita.
Dari sini dapat diketahui bahawa seutuh-utuh undang-undang atau syariat ialah
undang-undang atau syariat yang disokong dibelakangnya oleh kepercayaan pemimpin
yang melaksanakannya. Kerana helah, putar belit atau pencabulan adalah pendekatan
yang digunakan oleh pemimpin ketika mana ia tidak mendapat sokongan.
Oleh kerana itu tidak berlaku, Islam tanpa muslimin atau iman tanpa mukminin.
Kehidupan Islam tidak akan terbina oleh nas syarak semata-mata, tetapi tiang-tiang Islam
ditegakkan oleh kepimpinan daripada kalangan orang-orang yang beriman yang
mempunyai kesan yang sepadu, dari kalangan tokoh pengurusan, politikus, ekonomis,
industri, fuqaha’, hakim-hakim, sasterawan dan intelektual. Yang mengetuai mereka ialah
seorang lelaki yang mengumpul semua kelebihan dan memiliki kepekaan yang syumul.
Tidak ada peluang bagi undang-undang Islam untuk melakukan perubahan, tanpa ada
memiliki hati yang tersengat dan menganggap perlaksanaan undang-undang Islam satu
ibadat.
Kefahaman ini bukanlah suatu yang baru. Tetapi ia adalah konsep lama yang telah
diperjelaskan oleh para fuqaha’ salaf. Kerana mereka memahami bahawa para wali Allah
yang menolong dan membantu agama-Nya terdapat di kalangan seluruh golongan umat
Muhammad (s.a.w.), selagi mereka tidak tergolong daripada kalangan orang yang
melakukan bid’ah dan kefasikan yang nyata. Jadi mereka terdapat di kalangan ahli al-
Quran dan ahli ilmu. Mereka terdapat di kalangan ahli jihad dan peperangan. Mereka
juga terdapat dari kalangan para peniaga, ahli pertukangan dan peladang.
Imam Ahmad Merasa Pelik
Ketika Imam Ahmad bin Hanbal melihat dengan pandangan hatinya, beliau
melihat berlaku penyisihan kepada orang yang thiqah (adil) sedangkan golongan yang
tidak disenangi, ditabalkan. Memberi kedudukan kepada ahli bid’ah dan penyerahan
tugas kepada orang yang tidak layak, beliau berkata: “Pada hari ini, jika kamu melihat
sesuatu yang lurus betul, maka kamu hendaklah merasa hairan dan takjub kepadanya.”
http://www.geocities.com/bahantarbiyyah
Kehairanan ini ada rasional kebenarannya . Apabila hawa nafsu telah mengatasi
iman dalam recommendation yang dilakukan terhadap seseorang untuk satu satu jawatan
sehingga seseorang dipuji; “alangkah berakalnya dia” , “alangkah pintarnya dia” dan
“alangkah penyabarnya dia” , sedangkan di dalam hatinya tiada keimanan sekali pun
sebesar biji sawi. Sehingga terjadi orang-orang zalim dilantik memegang kementerian
dan berada di pusat kuasa, serta orang-orang jahil memimpin dan mengetuai majlis-majlis
ilmu. Sehingga para ahli sejarah bersepakat bahawa punca segala fenomena kelemahan
umat Islam adalah pada kecacatan sifat para perlaksana.
Iktibar Daripada Tragedi
Tragedi keruntuhan Daulah Abbasiyyah tidak berlaku melainkan sebagai natijah
semulajadi daripada keadaan penyelewengan yang telah mencapai kemuncaknya. Tiada
siapa yang dapat memberikan peringatan dan amaran sebagaimana peringatan dan
amaran yang telah diberikan oleh tragedi tersebut. Walaupun demikian, tragedi tersebut
tetap menutup pintu hati orang-orang yang terselamat daripada keganasan Tatar untuk
mengambil iktibar, seperti muslimin di Syam dan di Mesir. Oleh sebab itulah Syam dan
Mesir menyaksikan berbagai-bagai jenis kelemahan dan kekurangan yang amat
memeritkan.
Ibnu al-Qayyim telah mengucapkan satu ungkapan yang bersejarah. Ia
menggambarkan keadaan yang berlaku pada masa itu. Beliau menyimpulkan bahawa
punca kebatilan yang dilakukan golongan batil adalah kerana tipu daya syaitan yang
merupakan musuh manusia dan selaras dengan analisis Islam terhadap pertarungan yang
berlaku di antara kebaikan dan keburukan, serta bersesuaian dengan akidah Islam.
Pertembungan Islam Dan Jahiliah
Beliau menyebut bagaimana syaitan menemui satu kumpulan pengikutnya. “Lalu
syaitan itu membentuk daripada mereka satu kumpulan (hizb) yang menyokongnya dan
berwala’kan kepadanya dengan membelakangi Tuhan mereka yang sebenar (Allah).
Mereka telah menjadi musuh kepada Tuhan mereka yang sebenar bersama dengan
syaitan yang memangpun sudah menjadi musuh kepada Tuhannya. Mereka menyeru
kepada kemurkaan-Nya. Mencacat cederakan rububiyyah, uluhiyyah dan keesaan-Nya.
Mereka mencela dan mendustakan-Nya. Mereka memfitnah dan menyusahkan para wali-
Nya dengan berbagai-bagai jenis kesusahan. Mereka berusaha untuk menghapuskan para
wali-Nya daripada kewujudan ini. Mereka juga berusaha keras untuk mendirikan satu
negara buat mereka.”
Apa yang menarik di dalam petikan di atas ialah beberapa perkataan dan istilah
yang digunakan oleh Ibn al-Qayyim, seolah-olah beliau menyifatkan tabiat pertarungan
yang sedang berlaku di antara gerakan-gerakan Islam dengan kem jahiliyyah. Beliau
menyebut perkataan kumpulan (hizb), fitnah, kesusahan, penghapusan dan penegakan
negara batil. Perkataan-perkataan ini menawan keprihatinan anda, agar anda memberikan
perhatian atau tertarik kepada persamaan bentuk peperangan dan pertarungan yang
sedang anda hadapi, sebagaimana yang telah dihadapi oleh generasi Ibn al-Qayyim dan
sebagaimana yang telah dialami oleh kumpulan yang bersama dengan Imam Ahmad ibnu
Hanbal (r.a.)
http://www.geocities.com/bahantarbiyyah
Pertarungan yang kita lihat, bukanlah suatu yang baru,
Ia adalah pelampauan, tetapi dengan nama-nama yang baru.
Pertarungan di antara beberapa kumpulan yang saling bercakaran,
Tetapi apabila untuk menentang agama, mereka bersatu.
Pertarungan yang berlaku hari ini adalah pertarungan politik kepartian yang
tersusun bagi mendirikan negara jahiliyyah. Mereka sebenarnya telah mendirikannya.
Pertarungan mereka berterusan untuk mengekalkan kewujudan negara tersebut, untuk
mengukuhkannya dan mendidik generasi baru di atas kekufuran. Hakikatnya ia bukanlah
kerosakan akhlak, kejahatan dan kegilaan yang hanya boleh ditangani dengan nasihat
(ceramah) para pendakwah sahaja.
Dalam keadaan ini, golongan yang mempunyai ghirah (semangat) Islam dan
akidah keimanan di setiap tempat hendaklah saling tolong menolong, menyusun tenaga
dan strategi, menyempurnakan kekurangan tarbawi dan memperbanyakkan bilangan, di
dalam proses melakukan ‘penyelamatan’ melalui praktis jihad politik yang tersusun untuk
menegakkan negara Islam yang dipimpin oleh para du’at yang haraki.
Membutakan Mata
Setiap muslim dituntut untuk memberikan sedikit impak dan turut serta membawa
kebaikan di dalam proses ‘penyelamatan’ ini berdasarkan kemampuannya. Tiada makna
kehidupan seseorang yang berpendirian negatif. Dia hanya mendapat kenikmatan di
dunia ini, dengan makan, minum dan wanita, sedang dia tidak berusaha untuk
memperlihatkan pendiriannya terhadap ahli fikir di sekitarnya. Para politikus di kiri
kanannya juga sedang bertarung; ada yang baik dan ada yang jahat, sedang dia hanya
menjadi penonton sahaja.
Sikap negatif, suka mengasingkan diri dan hanya menjadi penonton ini, adalah
ungkapan singkat berupa sindiran yang tidak disukai oleh Abdul Rahim bin al-Ikhwah al-
Shaibani, seorang penyair dan ahli tafsir. Beliau menganggapnya sebagai kematian. Di
sisinya, seseorang manusia dan pedang, jika tidak memberikan sebarang kesan atau
impak, walaupun hidup ia adalah mati, walaupun ia dihunuskan, ia adalah bersarung.
Al-Rafie pergi lebih jauh. Beliau melihat tiada sebarang alasan bagi kewujudan
seseorang yang berpendirian negatif. Beliau memberi amaran kepada anda tentang
keperluan bersikap jelas dan terang. Kerana jika anda tidak menambah sesuatu (kesan
atau impak) kepada dunia ini, maka anda adalah barang lebihan kepada dunia ini.
Inilah keadaan orang yang disengat hatinya ketika melihat kesejukan ummat
Islam. Sengatan itu melupakannya daripada mengingati lafaz-lafaz yang lembut. Hilang
dari ingatannya bahawa anda tidak mampu mendengar ungkapan yang berterus terang,
lalu dia berkeras terhadap anda sedangkan anda tidak berdaya menanggungnya!

Saturday, July 17, 2010

Syaikh Said Hawa 1935-1989


Mengenang Said Hawwa

sumber : Al Mustasyar Abdullah Al Aqil/ Al I’thisom

Syaikh Said Hawa bin Muhammad Dib Hawwa lahir di kota Hamah, Suriah, tahun 1935. Ia berusia 2 tahun ketika ibunya meninggal dunia. Ia pindah ke rumah neneknya di bawah asuhan sang ayah, seorang pejuang pemberani yang berjihad melawan perancis. Pada masa mudanya berkembang pemikiran sosialis,Nasional, Ba’ats, dan Ikhwanul Muslimin. Allah memberikan kebaikan untuknya dengan bergabung ke dalam Jama’ah Ikhwanul Muslimin, tahun 1952, saat ia masih pelajar SMU.

Said Hawwa berguru pada beberapa syaikh Suriah. Diantaranya Syaikh dan Ulama Hamah, Syaikh Muhammad Al hamid, Syaikh Muhammad Al Hasyimi, Syaikh Abdul Wahab Dabas, Syaikh Abdul Karim Arrifa’i, Syaikh Ahmad Al Murad dan Syaikh Muhammad Ali Murad. Said Hawwa juga belajar pada ustadz seperti Musthafa As-shiba’i, Mushthafa Az-Zarga, Fauzi Faidhullah, dan lain2.

Tahun 1961 ia lulus dari Universitas Suriah, megikuti wajib militer sebagai perwira tahun 1963, menikah tahun 1964, dan dikaruniai empat orang anak.

Aktifitas Dakwah Said Hawwa

Said hawwa memberi kuliah, khutbah, dan ceramah, di Suriah, Arab Saudi, Kuwait, Emirat, Irak, Yordania, Mesir, Qatar, Palestina, Amerika dan Jerman. Ia juga berperan bahkan mengoordinir demonstrasi menentang Undang-Undang Suriah tahun 1973. Kemudian dia dijebloskan penjara selama 5 tahun. Dipenjara dia menulis buku tafsir Al-Asas Fit Tafsir (dua belas jilid) dan sejumlah buku dakwah lain. Ia memimpin di Jama’ah Al Ikhwanul Muslimin, dilingkup nasional dan internasional. Serta berperan aktif dalam aktifitas dakwah, politik dan jihad.

Said Hawwa punya andil besar dibidang pendidikan. Ia bekerja sebagai pengajar diluar Suriah. Ia mengajar di Arab Saudi selama 5 tahun, kota Al Hufuf wilayah Al Ihsa selama 2 tahun, dan Madinah Al Munawwarah selama tiga tahun.

Jejak-Jejak Kebaikan dan Warisan Ilmiah Said Hawwa

Said hawwa punya jadwal memberi pelajaran, dialog, dan ceramah, di Jami’iyah Al Ishlah Al Ijtimia’i di Kuwait dan Madrasah An najah. Ceramahnya mendapat respon positif dari generasi muda kebangkitan Islam.

Karya-karya Said Hawwa

Said Hawwa memiliki karya tulis seputar dakwah dan gerakan, yg diminati para pemuda muslim dinegeri2 arab dan islam. Sebagian besar karya tulisnya diterjemahkan ke bahasa lain.
Diantara karangan yg telah diterbitan sebagai berikut:
1. Allah Jalla Jalaluhu
2. Ar rasul Shallallahu alaihi wassalam
3. Al islam
4. Al asa fit tafsir
5. Tarbiyatuna Arruhiyah
6. Jundullah Tsaqafatan wa Akhlaqan
7. dan lain-lain

Pulang ke Rahmatullah

tahun 1987 Syaikh Said Hawwa terkena stroke, hingga sebagian anggota badannya lumpuh. Ia juga mengalami komplikasi berbagai penyakit. Ini memaksanya jauh dari masyarakat dan harus di opname.

pada tanggal 14 desember 1988 Said Hawwa diopname di rumah sakit dan kondisinya tak kunjung membaik, hingga wafat pada hari kamis tanggal 9 maret 1989 di rumah sakit Amman, Jordania.
Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada Al akh Said hawwa yang sabar terhadap komplikasi penyakit, penyiksaan, dan ujian meyakitkan di penjara selama bertahun tahun. Semoga Allah menjadikan itu sebagai pemberat timbangan amal kebaikannya, mengampuni kita, dan mengumpulkan kita di bersama para nabi, orang orang shiddiq, syuhada, dan orang-orang shalih, karena mereka sebaik-baik teman. Amiiin

(boemi Islam.com)

Thursday, April 29, 2010

Semester INI....


“Dengan menyebut nama Allah yang maha Pemurah lagi maha Menagasihani”

Alhamdulillah, sempat juga curi masa untuk menggerakkan jemari ini bagi mencoret sepatah dua setelah sekian lama tidak mengupdate blog ni..pantas masa berlalu, rasa bagai baru je semalam berada pada awal sem, ni dah di akhir sem...

Semester ni begitu banyak peristiwa yang berlaku, ada yg gembira dan ada yang amat mengdukacitakan... ana memulakan langkah pertama, ke sambutan tahun baru di stadium merdeka bersama arwah faizol dan fadhiri..pemergian kami adalah semata-mata diatas misi dakwah di lapangan setelah lama kami berada di zon yang agak selesa..seperti mengadakan program-program ynag berbentuk kerohanian..kali ini kami turun melihat sendiri kepincangan hidup mereka-mereka yang jauh dari penghayatan agama, sukar untuk digambarkan...ana teringat kata-kata arwah fadhiri kepada ana tempoh hari

“enta cuba bygkan dakwah nabi dulu, kito loni berdepe nga ore yang doh sapa isle cumo xmenghayati jah, nabi dulu sapa dakwah kepado ore yg tok kenal pn gapo tu isle”
Selepas itu arwah terus ambil air di tangan ana dan sampaikan kepada remaja-remaja yang duduk melepak dikawasan tersebut sekadar untuk mendekati..
semasa berehat di masjid negara semasa sama-sama menjalankan tugas di stadium merdeka

Dua hari selepas pulang dari misi dakwah lapangan, kami duduk semeja untuk membuat garis panduan dalam hiburan khusus untuk JMK KUO dalam melaksanakan apa-apa program yang berbentuk hiburan.

Seminggu selepas itu iaitu pada 11/1/2010, kedua sahabat seperjuangan ana, arwah faizol dan fadhri kembali kerahmatullah kerana terlibat dengan kemalangan jalan raya pada jam 4.45pagi..subhanallah begitu pantas ms berlaku, baru 20minit ana berbual dengan arwah faizol sblm arwah keluar untuk mengambil arwah fadhiri kat stesen keretapi..ana terima panggilan mengatakan dari seorg sahabat

“assalamualaikum we,nk bgth ni, saing kito faizol xdok doh, yo baru belangga nga lori, mari lalu di dekat nga traffic light tokong hindu”

Ana sempat kejutkan rakan-rakan lain di rumah dan terus ke tempat kejadian, betapa pilunya hati melihat terbujur kaku seorg sahabat di atas jalan raya..saat itu arwah fadhiri dibawa ambulan ke hospital...

Selang beberapa jam kira-kira pukul 10 pagi setelah ana dan rakan-rakan balik dari rumah mayat untuk melihat arwah faizol, ana terima 1 lagi panggilan dari sahabat

Sahabat :“assalamualaikum we, enta duk mano,
Ana : baru sapa kolej nk kemah bare2 arwoh faizol
Sahabat : nk oyak ni, fadhiri pun xdok doh, saba la we..Allah saye ko yo lagi..al-Fatihah

Ana xterkata ape-apa, terus letak panggilan telefon tersebut, dan g bagitahu sahabat-sahabat yang lain...air mata mengalir akibat tak tahan dengan pemergian kedua-dua sahabat yang paling rapat ngan ana..

semasa tahlil arwah di dewan kolej

Selepas itu, biasanya tugas sebagai mahasiswa,pelajar, penuntut tak lepas dari asgment. Akibat terlalu sedih dengan pemergian arwah, byk keje tertangguh jd terpaksalah ana bertunkus lumus siapkan..sehinggakan ana xde kumpulan, jd lect kata awak wat la sorg2 xsusah pun..dengan berat hati ana kata “ ok, sy siapkan, mggu depan sy hantar”...alhamdulillah semua dapat disiapkan dalam masa yang dikehendaki..

Alhamdulillah tidak ketinggalan untuk ana dan sahabat serta sahabiah melaksanakan program2 kerohanian di kolej...disamping dapat menambahkan ilmu melalui pengajian kitab ngan ust2 khususnya dari DQ..insyaAllah sem hadapan jadual makin tersusun dengan kehadiran JMK LPS yang baru..

Pejam celik, pejam celik, sekrang dah sampai minggu exam....ada yang dah habis, Alhamdulillah liku-liku sem ni dapat ditempuhi dengan penuh tabah..
Kepada sahabat2 dan sahabiah2 selamat menempuhi peperiksaan akhir, buat yang terbaik..sama-sama kita berdoa moga Allah permudahkan dan mendapat keputusan yang cemerlang bukan setakat disini bahkan dikehidupan yang akan datang insyaAllah
Kepada sahabat yang dah habis, ana ucapkan selamat bercuti, moga kita akan dipertemukan lagi di sem hadapan insyaAllah..

Ana pohan ampun dan maaf kepada sahabat dan sahabiah semua..sama-sama kita berdoa moga ukhwah kita berkekalan hingga ke syurga...Ukhwan bertunjangkan akidah tidakkan goyah walau apapun berlaku...
Wassalam.....

Monday, March 29, 2010

DAMPINGI ULAMA"


“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
Tidak ada tempat meminta pertolongan kecuali kepadaNya. Segala puji bagi Allah, tiada ada pujian kecuali padaNya. Aku memuji-mujiMU wahai Tuhanku, sebagaimana Engkau ajarkan kami cara memujiMU. Selawat dan salam semoga selalu disampaikan pada makhlukNya yang terbaik, sayyidina Muhammad s.a.w.

Orang-orang yang berdosa itu bagaikan berada di tempat yang kotor dan najis, langkah yang patut diambil bukan sahaja perlu meninggalkan tempat itu bahkaan ia mestilah beredar dan mencari tempat baru yang bersih dan suci.. setalah berusaha membersihkan kekotoran dosa yang melekat , maka dia mestilah menjaga kebersihan itu dari sebarang perkara yang boleh mencemarkannya kembali.



Setelah mereka meninggalkan rakan atau orang2 yang mendorong kepada kemungkaran dan dosa, hendaklah dia berusaha untuk mendampingi golongan yang cintakan agama, golongan yang membencikan kemungkaran berleluasa atau dengan kata lain golongan Ulama’. Hal ini adalah disebabkan oleh Jiwa yang telah dibersihkan dari dosa dan kemungkaran yang menjerumuska ke dalam lembah kebinasaan perlu diisi dengan perkara-perkara yang makruf iaitu dengan mendekati golongan-golongan ulama’ bagi mendapatkan nasihat dan tunjuk ajar, supaya corak hidup akan bertukar kepada suasana ketaqwaan.
Teringat kata-kata dari seorang murabbi semasa sesi pembelajaran yang telah berakhir. beliau mengatakan bahawa untuk kita menjadi seorang guru yang baik kita mestilah berada dalam suasana yang baik, kerana suasana akan membentuk kita..suasana dapat mempengaruhi gaya hidup kita, akan mempengaruhi tindak tanduk kita dan sebagainya. Oleh yang demikian, untuk menjdikan kita lebih baik kita mestilah berhijrah kpeda suatu tempat yang mempunyai persekitaran yang baik. Satu tempat yang baik yang dimaksudkan itu adalah tempat yang mempunyai golongan pencinta pada agama ada golongan yang bencikan kemksiatan berleluasa iaitu golongan Ulama’



Ulama’ merupakan pewaris para nabi yang meneruskan perjuangn untuk menegakkan kalimah Allah dimuka bumi dan mencegah segala kemungkaran. Para Ulama’ adalah pembawa obor ilmu yang menerangi kegelapan, apabila seseorang itu berusaha mendampingi ulama’ maka bererti dia berusaha untuk mendekati cahaya. Cahaya yang dapat menilai erti ketaqwaan dan hinanya kemaksiatan. Cahaya inilah juga dapat memberi jalan untuk merentasi lorong-lorong gelita kejahilan.
Para ulama’ adalah golongan yang sentiasa berusaha memberi peringatan, dan peringatan itu amat berguna kepda manusia yang tidak sunyi dari sifat lalai dan lupa, sebagaimana firman Allah

“ Berilah peringatan kerana peringatan itu amat memberi manfaat kepada orang-orang yang beriman”
Az-zariyat, 55



Orang2 yang sedng bertaubat setelah mereka meninggalkan tempat-tempat yang membawa kepada kejahatan, mereka mestilah sentiasa mendampingi majlis2 zikrullah. Kalau kita melihat makna zikir adalah ingat kepada Allah bukan sekadar didalam hati da fikiran sahaja, tetapi melaksanakan ingatan kepada hokum-hukum dan peraturan Allah Taala. Iaitu dengan erti kata lain melaksanakan segala kewajipan terhadap diri, keluarga dan masyarakat islam atau jemaah islam dan Negara.
Tidak dikatakan zikrullah jika sekadar pada lidah semata-mata , zikir yang hanya pada lidah walaupun diucapkan ribuan kali, namun ianya tidak menepati kehendak zikir yang sebenarnya jika amalan sehariannya tidak menunjukkan bahawa dia benar-benar ingat kepada Allah S.W.T. Apa ertinya lidah sentisa menyebut Allah sedangkan dia masih lagi terlibat dalam kemungkaran dan kemaksiatan contonya terlibat dalam rasuah, jual beli rumah secara riba, dan sebagainya. Sepatutnya bagi lidah yang sentiasa melafzkan Allah, tidak layak baginya untuk melakukan amalan yang bercanggah dengan kehendak Allah S.W.T.
Kesan dari zikrullah itu mestilah dapat kita lihat dari amalan seharian. Sekiranya bercanggah antara ucapan dan amalan maka bererti kita sebenarnya jahil terhadap apa yang telah diucapkan. Maka wajiblah menseragamkan anatara ucapan, ingatan, dan amalan kerana sebenarnya yang dikatakan iman ialah ikrar dengan lidah, membenarkan dengan hati dan melaksanakan dengan anggota.



Riwayat dari saidinar Ali r.a, bahawa seorang lelaki setelah selesai dari menunaikan solatnya, lantas berdoa pada Allah dengan katanya” YA ALLAH YA TUHANKU, AKU BERTAUBAT KEPADAMU SEKARANG JUGA” Apabila saidinar Ali mendengar doa orang it uterus Saidinar Ali berkata :-


“Wahai hamba Allah yang sedang berdoa, sesungguhnya taubat yang engkau pohonkan itu adalah taubat dusta, dan kamu memerlukan kepada taubat yang lain”
Sesunggauhnya bertaubat itu memerlukan syarat yang mesti dituruti dan dipatuhi. Jika kamu mempermudahkan urusan agamamu di dunia, Nescaya Allah akan memperhlusi setiap amalanmu diakhirat dan jika kamu memperhalusi setiap amalanmu di dunia maka Allah akan mempermudahkanmu di akhirat.



Sama-sama kita muhasabah diri kembali, agar kita sentiasa dalam magfirahnya. Tiada apa yang kita harapkan dari Allah melainkan dengan Rahmat dan pertolongannya..


Wassalam..

Sunday, March 28, 2010

KONSERT JOM HEBOH DI KELANTAN MENJADI CONTOH KPD NEGERI-NEGERI LAIN

KOTA BHARU, 28 Mac – Penganjur Konsert Jom Heboh yang berlangsung di Stadium Sultan Mohd Ke-IV, di sini malam tadi mengotakan janji untuk mematuhi syarat dikenakan kerajaan negeri, antaranya pengasingan tempat duduk antara penonton lelaki dan perempuan.

Selain itu hanya artis lelaki – tiada artis perempuan sebagaimana lazimnya – yang membuat persembahan pada konsert Jom Heboh pertama selepas pelancaran di Stadium Bukit Jalil hujung Februari lalu.

Menurut Ketua Pegawai Eksekutif Rangkaian Media Prima, Dato’ Sri Ahmad Farid Ridzuan, pihaknya bercadang untuk menjadikan konsert Jom Heboh di Kota Bharu sebagai model bagi konsert seterusnya di negeri-negeri lain bermula di Johor Bahru selepas ini.

Sambil melahirkan rasa kagumnya di atas sambutan amat menggalakkan Ahmad Farid secara jujur mengakui Kelantan adalah negeri yang begitu berjaya bagi penganjuran program Jom Heboh selama dua hari.

“Saya merakamkan ucapan terima kasih kepada Tuan Guru Dato’ Nik Abdul Aziz serta kakitangan kerajaan negeri yang begitu mesra dalam memberi kerjasama kepada kami dalam menjayakan program ini untuk kali pertama di Kelantan dan Insya-Allah ia akan diadakan pada setiap tahun di sini sekiranya mendapat kelulusan pihak kerajaan negeri,” katanya.

Menurut beliau, pihak penganjur tiada masalah untuk memenuhi syarat dikenakan kerajaan negeri termasuk pengasingan tempat duduk lelaki dan wanita serta tiada persembahan melibatkan artis wanita.

“Alhamdulillah semuanya berjalan lancar.. kita akur akan syarat dikenakan.. begitu juga Baginda Tengku Mahkota Kelantan yang berangkat pada hari pertama program (Jumaat).. Baginda sangat gembira melihat rakyat negeri ini mengambil kesempatan membawa bersama keluarga masing-masing khasnya bagi mengikuti program Al-Kulliyyah.

“Saya juga ingin memohon maaf kepada kerajaan Kelantan sekiranya selama dua hari Jom Heboh berada di Kelantan ada sedikit sebanyak kekurangan yang berlaku dan ia akan ditingkatkan pada masa akan datang.

“Saya lihat penonton begitu gembira hadir ke konsert ini walaupun mereka di bahagikan kepada tiga tempat yang dihalang dengan pagar besi di antara satu sama lain,” katanya ketika ditemui sejurus konsert berakhir malam tadi.

Dianggarkan lebih 50,000 penonton, kebanyakannya golongan muda mudi membanjiri segenap ruang Stadium Sultan Mohd Ke-IV untuk mengikuti konsert Jom Heboh yang pertama kali berlangsung di negeri ini.

Antara artis yang mengadakan persembahan malam tadi termasuk Kumpulan Raihan, Yassin (bekas anggota kumpulan nasyid Brothersa), Jamal Abdillah, Jay Jay dan artis dikir barat tersohor negeri ini, Megat Nordin.